Kembali Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi Tiada Henti
Senin, 25 Agustus 2025 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Koordinator Respon Kemanusiaan Palestina Dompet Dhuafa, Yeni Purnamasari menegaskan urgensi operasi ambulans tersebut. Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa akan terus hadir bagi masyarakat Palestina yang kini tengah dilanda kekerasan kemanusiaan. Ambulans ini adalah salah satu bentuk nyata kehadiran masyarakat Indonesia.
“Ambulans Dompet Dhuafa terus bekerja menyelamatkan nyawa. Di tengah dentuman bom dan ancaman kematian, para relawan tetap menjemput korban hingga ke titik paling berbahaya. Ini sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia untuk terus hadir di Gaza,” ucapnya.
Yeni menambahkan, ancaman pendudukan penuh hanya akan memperparah kondisi distribusi bantuan. Ia khawatir, ini akan menutup akses bantuan lebih luas. Kehadiran ambulans dan dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi vital agar harapan hidup tetap ada.
Situasi saat ini menunjukkan angka korban yang mengerikan. Menurut data Gaza Health Ministry (hingga Juni-Juli 2025), lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas, dan korban luka lebih dari 146.000 jiwa.
Sementara itu, Studi independen (Nature, 27 Juni 2025) memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 84.000 jiwa antara Oktober 2023 hingga awal Januari 2025, dengan mayoritas korban dari kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
Angka-angka ini memperlihatkan bahwa konflik telah menyebabkan penderitaan yang meluas, dengan dampak mendalam bagi masyarakat sipil, termasuk ribuan anak yatim, ibu yang kehilangan keluarga, serta warga yang terluka parah.
“Ambulans Dompet Dhuafa terus bekerja menyelamatkan nyawa. Di tengah dentuman bom dan ancaman kematian, para relawan tetap menjemput korban hingga ke titik paling berbahaya. Ini sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia untuk terus hadir di Gaza,” ucapnya.
Yeni menambahkan, ancaman pendudukan penuh hanya akan memperparah kondisi distribusi bantuan. Ia khawatir, ini akan menutup akses bantuan lebih luas. Kehadiran ambulans dan dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi vital agar harapan hidup tetap ada.
Situasi saat ini menunjukkan angka korban yang mengerikan. Menurut data Gaza Health Ministry (hingga Juni-Juli 2025), lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas, dan korban luka lebih dari 146.000 jiwa.
Sementara itu, Studi independen (Nature, 27 Juni 2025) memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 84.000 jiwa antara Oktober 2023 hingga awal Januari 2025, dengan mayoritas korban dari kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
Angka-angka ini memperlihatkan bahwa konflik telah menyebabkan penderitaan yang meluas, dengan dampak mendalam bagi masyarakat sipil, termasuk ribuan anak yatim, ibu yang kehilangan keluarga, serta warga yang terluka parah.
(shf)
Lihat Juga :