Amanah, Perkara Kecil yang Berdampak Besar
Senin, 06 Oktober 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Dan seorang mukmin adalah orang yang memegang amanah, karena munafik adalah orang yang suka mengkhianati amanah. Dan akhlak ini tidak dapat diremehkan, sangat penting dalam Islam, disebutkan dalam kitabullah , ini merangkum semua urusan-urusan agama.
Menurut Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary,MA, dalam salah satu kajiannya menjelaskan, kejujuran adalah bagian dan sekaligus penyempurna dari sifat amanah ini. Orang yang telah menanamkan sifat jujur pada dirinya, maka secara otomatis akan lahir sifat amanah itu. Sehingga sifat amanah disebutkan beriringan dengan sifat jujur. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjadikan jujur dan amanah sebagai tanda-tanda iman dan meniadakannya merupakan sifat-sifat kemunafikan.
Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara dia berdusta.” Tidak punya sifat jujur. Dan karena tidak adanya sifat jujur pada dirinya, maka melahirkan tanda yang selanjutnya: “Jika dia berjanji dia mengingkari.” Lalu. Dan apabila dia diberi amanah, dia berkhianat.”
Apapun amanah itu, apakah itu jabatan, harta, atau yang lainnya. Dan amanah yang terbesar yang diberikan Allah kepada kita adalah amanah keluarga. "Kita punya anak istri yang mana itu adalah amanah yang kita ambil dengan kalimat Allah. Kita halalkan mereka dengan kalimat Allah, maka itu adalah amanah yang besar yang harus kita pikul. Di situ ada amanah kepemimpinan, amanah harta, amanah anak-anak, maka kita wajib memiliki sifat ini pada diri kita. Dan tiadanya sifat amanah ini merupakan salah satu tanda-tanda munafik,"ungkap Ustadz Abu Ihsan.
Baca juga: Mahar Hak Mutlak Istri, Begini Penjelasannnya
Wallahu A'lam
Dan seorang mukmin adalah orang yang memegang amanah, karena munafik adalah orang yang suka mengkhianati amanah. Dan akhlak ini tidak dapat diremehkan, sangat penting dalam Islam, disebutkan dalam kitabullah , ini merangkum semua urusan-urusan agama.
Menurut Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary,MA, dalam salah satu kajiannya menjelaskan, kejujuran adalah bagian dan sekaligus penyempurna dari sifat amanah ini. Orang yang telah menanamkan sifat jujur pada dirinya, maka secara otomatis akan lahir sifat amanah itu. Sehingga sifat amanah disebutkan beriringan dengan sifat jujur. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjadikan jujur dan amanah sebagai tanda-tanda iman dan meniadakannya merupakan sifat-sifat kemunafikan.
Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara dia berdusta.” Tidak punya sifat jujur. Dan karena tidak adanya sifat jujur pada dirinya, maka melahirkan tanda yang selanjutnya: “Jika dia berjanji dia mengingkari.” Lalu. Dan apabila dia diberi amanah, dia berkhianat.”
Apapun amanah itu, apakah itu jabatan, harta, atau yang lainnya. Dan amanah yang terbesar yang diberikan Allah kepada kita adalah amanah keluarga. "Kita punya anak istri yang mana itu adalah amanah yang kita ambil dengan kalimat Allah. Kita halalkan mereka dengan kalimat Allah, maka itu adalah amanah yang besar yang harus kita pikul. Di situ ada amanah kepemimpinan, amanah harta, amanah anak-anak, maka kita wajib memiliki sifat ini pada diri kita. Dan tiadanya sifat amanah ini merupakan salah satu tanda-tanda munafik,"ungkap Ustadz Abu Ihsan.
Baca juga: Mahar Hak Mutlak Istri, Begini Penjelasannnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :