Bulan Berselawat, Keutamaan dan Larangan Menyingkatnya dalam Penulisan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga tidak tersisa di hatinya penentangan terhadap sesuatu pun dari perintahnya dan tidak pula keraguan terhadap apa yang beliau sampaikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan anjuran untuk mengucapkan selawat atas beliau dalam beberapa hadis.
Di antaranya hadis yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah Radhiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Siapa yang berselawat untukku satu kali maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali.”
Selain itu, ada hadis dari Abu Hurairah radhiallahu anhu juga, disebutkan bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (Dengan tidak dikerjakan shalat sunnah di dalamnya, demikian pula Al-Qur’an tidak dibaca di dalamnya). dan jangan kalian jadikan kuburanku sebagai id (tempat kumpul-kumpul). Berselawatlah untukku karena selawat kalian sampai kepadaku di mana pun kalian berada.”. (HR. Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah juga bersabda :
“Terhinalah seorang yang aku (namaku) disebut disisinya namun ia tidak mau berselawat untukku.” (HR. At-Tirmidzi).
Berselawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga sangat disyariatkan dalam tasyahhud salat, dalam khutbah, saat berdoa serta beristighfar. Demikian pula setelah azan, ketika keluar serta masuk masjid, ketika mendengar nama beliau disebut, dan sebagainya.
Perkaranya lebih ditekankan ketika menulis nama beliau dalam kitab, karya tulis, risalah, makalah, atau yang semisalnya berdasarkan dalil yang telah lewat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan anjuran untuk mengucapkan selawat atas beliau dalam beberapa hadis.
Di antaranya hadis yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah Radhiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Siapa yang berselawat untukku satu kali maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali.”
Selain itu, ada hadis dari Abu Hurairah radhiallahu anhu juga, disebutkan bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (Dengan tidak dikerjakan shalat sunnah di dalamnya, demikian pula Al-Qur’an tidak dibaca di dalamnya). dan jangan kalian jadikan kuburanku sebagai id (tempat kumpul-kumpul). Berselawatlah untukku karena selawat kalian sampai kepadaku di mana pun kalian berada.”. (HR. Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah juga bersabda :
“Terhinalah seorang yang aku (namaku) disebut disisinya namun ia tidak mau berselawat untukku.” (HR. At-Tirmidzi).
Berselawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga sangat disyariatkan dalam tasyahhud salat, dalam khutbah, saat berdoa serta beristighfar. Demikian pula setelah azan, ketika keluar serta masuk masjid, ketika mendengar nama beliau disebut, dan sebagainya.
Perkaranya lebih ditekankan ketika menulis nama beliau dalam kitab, karya tulis, risalah, makalah, atau yang semisalnya berdasarkan dalil yang telah lewat.
Lihat Juga :