Bulan Berselawat, Keutamaan dan Larangan Menyingkatnya dalam Penulisan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Ucapan selawat ini disyariatkan untuk ditulis secara lengkap atau sempurna. Jangan disingkat yang akhirnya menjadi tanpa makna. Ini dalam rangka menjalankan perintah Allah Azza wa Jalla kepada kita dan agar pembaca mengingat untuk berselawat ketika melewati tulisan selawat tersebut.
Baca juga: Bulan Maulid : Anjuran Perbanyak Selawat Nabi dalam Surat Al Ahzab Ayat 56
Jadi, tidak sepantasnya lafazh selawat tersebut ditulis dengan singkatan. "Bersalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.”
Menyingkat tulisan selawat tidak akan sempurna maksudnya serta tidak diperoleh keutamaan sebagaimana bila menuliskannya secara sempurna. Menyingkat lafaz selawat ini dibenci oleh para ulama dan mereka memberikan peringatan akan hal ini.
Ibnu Shalah juga berkata, “Hendaklah ia menjauhi dua kekurangan dalam penyebutan selawat tersebut:
Pertama, ia menuliskan lafaz selawat dengan kurang, hanya meringkasnya dalam dua huruf atau semisalnya.
Kedua, ia menuliskannya dengan makna yang kurang, misalnya ia tidak menuliskan wassalam islam Fatwa Larangan Penyingkatan Salam dan Shalawat
Baca juga: Kumpulan Bacaan Selawat yang Shahih Menurut Hadis
wallahu'alam.
Baca juga: Bulan Maulid : Anjuran Perbanyak Selawat Nabi dalam Surat Al Ahzab Ayat 56
Jadi, tidak sepantasnya lafazh selawat tersebut ditulis dengan singkatan. "Bersalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.”
Menyingkat tulisan selawat tidak akan sempurna maksudnya serta tidak diperoleh keutamaan sebagaimana bila menuliskannya secara sempurna. Menyingkat lafaz selawat ini dibenci oleh para ulama dan mereka memberikan peringatan akan hal ini.
Ibnu Shalah
Ibnu Shalah dalam kitabnya ‘Ulumul Hadis yang lebih dikenal dengan Muqqadimah Ibnish Shalah mengatakan, “(Seorang yang belajar hadis ataupun ahlul hadits) hendaknya memerhatikan penulisan selawat dan salam untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila melewatinya. Janganlah ia bosan menulisnya secara lengkap ketika berulang menyebut Rasulullah.”Ibnu Shalah juga berkata, “Hendaklah ia menjauhi dua kekurangan dalam penyebutan selawat tersebut:
Pertama, ia menuliskan lafaz selawat dengan kurang, hanya meringkasnya dalam dua huruf atau semisalnya.
Kedua, ia menuliskannya dengan makna yang kurang, misalnya ia tidak menuliskan wassalam islam Fatwa Larangan Penyingkatan Salam dan Shalawat
Al-‘Allamah As-Sakhawi
Al-‘Allamah As-Sakhawi dalam kitabnya Fathul Mughits Syarhu Alfiyatil Hadits lil ‘Iraqi, menyatakan, “Jauhilah wahai penulis, menuliskan selawat dengan singkatan, dengan engkau menyingkatnya menjadi dua huruf dan semisalnya, sehingga bentuknya kurang. Karena penulisannya kurang, berarti pahalanya pun kurang, berbeda dengan orang yang menuliskannya secara lengkap.Baca juga: Kumpulan Bacaan Selawat yang Shahih Menurut Hadis
wallahu'alam.
(wid)
Lihat Juga :