Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren, Majelis Masyayikh Gelar Pelatihan Asesmen Dikdasmen

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 23:33 WIB
loading...
Perkuat Mutu Pendidikan...
Ketua Majelis Masyayikh, KH. Abdul Ghaffar Rozin mengatakan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan pesantren. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Majelis Masyayikh terus memperkuat mutu pendidikan pesantren. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Asesmen Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

Kegiatan ini merupakan upaya Majelis Masyayikh dalam melaksanakan amanat UU No.18/2019 tentang Pesantren. Kegiatan yang dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif), Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM) Salafiyah dan Muallimin, puluhan asesor pesantren dari berbagai daerah dan instansi, serta para fasilitator Majelis Masyayikh yang mendampingi setiap sesi.

Asesor ini telah melewati rangkaian seleksi ketat seperti seleksi administrasi, psikotes dan wawancara berupa leaderless group discussion dan baca kitab kuning. Dalam pelatihan yang berlangsung lima hari ini mulai 25–29 Agustus 2025 di Tangerang ini, para peserta mengikuti pembelajaran sinkronus dan asinkronus; diskusi kelompok, simulasi asesmen, serta praktik penggunaan instrumen penjaminan mutu melalui aplikasi SYAMIL.

Baca juga: Tingkatkan Pendidikan Pesantren, Majelis Masyayikh Uji Publik Sistem Penjamin Mutu

Materi pelatihan mencakup pemahaman regulasi, standar mutu, kode etik, hingga penyusunan laporan asesmen yang objektif, reflektif, dan solutif.

Ketua Majelis Masyayikh, KH. Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa penilaian mutu pendidikan pesantren memiliki karakteristik berbeda dengan lembaga pendidikan umum.

Baca juga: Majelis Masyayikh Tekankan Pentingnya Standar Mutu untuk Pendidikan Tinggi Pesantren

“Pesantren tidak diukur dengan kemampuan kuantitatif semata. Pesantren boleh diukur, tetapi oleh orang-orang yang memahami pesantren itu sendiri, yang bisa menjiwai substansi dan spirit pengembangan keilmuan pesantren,” ungkapnya, Jumat (29/8/2025).

Gus Rozin menjelaskan, keberhasilan pendidikan pesantren tidak bersifat tunggal atau berdasarkan standar yang ditetapkan negara seperti matematika atau fisika. Keberhasilan tersebut justru diukur dari capaian yang sedang dikembangkan oleh pesantren itu sendiri.

“Dikdasmen ini menyiapkan calon kader ulama. Pesantren harus semakin meneguhkan jati dirinya dengan kutubutturots dan dirasah islamiyah sebagai titik tumpu, sekaligus menjadi bekal untuk menjawab problematika kebangsaan,” tambahnya.

Ia juga menekankan hubungan antara asesor dan pesantren bukanlah relasi antara “penilai dan yang dinilai”.

“Asesor datang bukan untuk menghakimi, melainkan membantu pesantren memetakan potensi, kelebihan, dan kekurangan agar bisa diselesaikan bersama. Kita datang sebagai keluarga besar pesantren,” tegasnya.

Senada, anggota Majelis Masyayikh Divisi Dikdasmen Abd A’la Basyir, menekankan pentingnya strategi pelatihan yang partisipatif dan kolaboratif.

“Para asesor harus memahami secara komprehensif kebijakan, konsep, prinsip, dan kerangka kerja penjaminan mutu. Asesor adalah penjaga gawang kualitas pesantren. Dengan budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan, kita tunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi model pendidikan masa depan, bahkan rujukan dunia global,” jelasnya.

Diakhir acara, pelatihan asesor Dikdasmen ini ditutup dengan pengukuhan oleh Anggota Majelis Masyayikh. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan asesor yang kompeten, profesional, dan memahami ruh pesantren.

Dengan begitu, sistem pendidikan pesantren dapat terus berkembang dalam ekosistem yang terintegrasi dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi pesantren (ma’had aly), sekaligus menjaga relevansinya terhadap kebutuhan bangsa dan dunia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
HPSN 2026, P3M dan KLH...
HPSN 2026, P3M dan KLH Ajak Pesantren Atasi Darurat Sampah
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Rekomendasi
Dianggap Punah 170 Tahun...
Dianggap Punah 170 Tahun Lalu, Burung Black Browned Muncul di Hutan Kalimantan
Fauna Mesir Kuno: Keajaiban...
Fauna Mesir Kuno: Keajaiban Alam yang Terabadikan dalam Sejarah
Penjelasan Tentang Lubang...
Penjelasan Tentang Lubang Hitam yang Ada Dalam Al-Qur’an
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved