Benarkah Gerhana Bulan Total, Salah Satu Tanda Kiamat Sudah Dekat?
Minggu, 07 September 2025 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, bersamaan dengan kematian putra Rasulullah, Ibrahim, terjadi gerhana matahari. Kala itu, kaum Muslimin menganggap peristiwa tersebut suatu mujizat. Kata mereka terjadinya gerhana matahari karena Ibrahim meninggal. Hal ini terdengar oleh Nabi.
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam zikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Islam mengajarkan peristiwa gerhana hendaklah dimaknai sebagai sarana dan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah salat khusuf atau salat gerhana.
Pada masa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam masih hidup, gerhana matahari pernah terjadi sebanyak tiga kali, sedangkan gerhana bulan terjadi lima kali. Dalam konteks ini, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mensyariatkan pelaksanaan salat gerhana sebagai bentuk spiritualisasi.
Gerhana sebagai salah satu ayat Allah yang ditunjukkan di alam raya ini tidak sekadar peristiwa alamiah, tetapi juga peristiwa ilmiah yang menarik diobservasi, dicermati, dan diteliti secara saintifik.
Anjuran salat sunah gerhana yang diteladankan Nabi SAW juga mengandung pesan bahwa keagungan dan kekuasaan Allah SWT berupa gerhana bulan, mengharuskan umat memiliki paradigma holistik integratif dalam memaknai ayat semesta. Wallahu A'lam
Baca juga: Niat Salat Gerhana Bulan Total dan Tata Caranya
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam zikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Islam mengajarkan peristiwa gerhana hendaklah dimaknai sebagai sarana dan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah salat khusuf atau salat gerhana.
Pada masa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam masih hidup, gerhana matahari pernah terjadi sebanyak tiga kali, sedangkan gerhana bulan terjadi lima kali. Dalam konteks ini, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mensyariatkan pelaksanaan salat gerhana sebagai bentuk spiritualisasi.
Gerhana sebagai salah satu ayat Allah yang ditunjukkan di alam raya ini tidak sekadar peristiwa alamiah, tetapi juga peristiwa ilmiah yang menarik diobservasi, dicermati, dan diteliti secara saintifik.
Anjuran salat sunah gerhana yang diteladankan Nabi SAW juga mengandung pesan bahwa keagungan dan kekuasaan Allah SWT berupa gerhana bulan, mengharuskan umat memiliki paradigma holistik integratif dalam memaknai ayat semesta. Wallahu A'lam
Baca juga: Niat Salat Gerhana Bulan Total dan Tata Caranya
(wid)
Lihat Juga :