Generasi Muda Anggap Perkawinan Menakutkan, Kemenag Meluruskan

Kamis, 11 September 2025 - 16:32 WIB
loading...
Generasi Muda Anggap...
Generasi Muda Anggap Perkawinan Menakutkan, Ini Penjelasan Kemenag/Kemenag
A A A
Fenomena generasi muda yang memandang perkawinan sebagai hal menakutkan kian mencuat. Ungkapan “marriage is scary” kerap muncul di media sosial dan percakapan sehari-hari. Kementerian Agama (Kemenag) menilai pandangan ini perlu diluruskan agar tidak menghambat lahirnya keluarga yang tangguh demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan jika dipersiapkan dengan baik. “Ini tantangan bagi kita semua. Kita harus memberi edukasi agar generasi muda memahami pernikahan secara benar,” ujarnya saat mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Peringatan Milad ke-63 Tahun Wanita Islam di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: 10 Kriteria Pemimpin dalam Islam Sesuai Tuntunan Nabi SAW

Abu mengungkapkan tren penurunan jumlah pernikahan yang tercatat sejak 2019. Data menunjukkan penurunan dari 2.033.585 pernikahan (2019), 1.780.346 (2020), 1.743.450 (2021), 1.719.592 (2022), 1.577.493 (2023), hingga 1.478.424 pada 2024. Tren ini, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari perubahan persepsi generasi muda terhadap perkawinan.

Untuk itu, Kemenag terus memperkuat program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin). Program ini membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan hidup sebelum memasuki rumah tangga, termasuk keterampilan komunikasi, pengelolaan keuangan keluarga, dan manajemen konflik. “Dengan persiapan yang baik, perkawinan menjadi perjalanan yang menyenangkan, bukan menakutkan,” jelasnya.

Abu juga menegaskan pentingnya pencatatan nikah sebagai perlindungan hukum bagi pasangan, terutama perempuan dan anak. “Pencatatan nikah adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya pernikahan yang tercatat,” paparnya.

Ia menambahkan, Ditjen Bimas Islam tidak hanya mengelola pelayanan nikah dan rujuk. Ada pula program penguatan keluarga sakinah, pembinaan masjid dan musala, pemberdayaan zakat dan wakaf, penyuluhan agama Islam, pengelolaan hisab rukyat dan syariah, serta jaminan produk halal. Semua diarahkan untuk menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa, menyambut baik penjelasan Kemenag. Menurutnya, pencatatan nikah bukan sekadar administrasi, tetapi juga bagian dari perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. “Di usia ke-63 tahun, Wanita Islam akan terus berkomitmen menguatkan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Kami siap bersinergi dengan Kemenag untuk upaya-upaya tersebut,” tandasnya.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Hari Raya Iduladha 1447...
Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada Rabu 27 Mei 2026
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Iduladha 2026 pada 17 Mei
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
Breaking News: Pemerintah...
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Rekomendasi
Mengapa Salju Berwarna...
Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Air Tampak Jernih?
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Berhala yang Biasa Disembah...
Berhala yang Biasa Disembah Firaun Ditemukan di Dasar Laut
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved