6 Penghalang Terkabulnya Doa: Dari Makanan Haram hingga Maksiat
Rabu, 17 September 2025 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
يَا مُوسَى، لَوْ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَنْقَطِعَ مَا نَظَرْتُ فِي حَاجَتِهِ حَتَّى يَنْظُرَ فِي حَقِّي
Artinya: “Wahai Musa, sekalipun ia mengangkat kedua tangannya hingga putus, Aku tidak akan memperhatikan kebutuhannya sampai ia memperhatikan hak-Ku.”
3. Kurang Amal Saleh
Amal saleh bisa menjadi salah satu pendorong agar doa cepat dikabulkan. Sebaliknya, kurang melakukan amal saleh, apalagi tidak pernah melakukannya, bisa menjadi penghalang terkabulnya doa. Imam Ibnu Rajab mengutip perkataan Wahb bin Munabbih yang menganalogikan doa dengan busur panah:
مَثَلُ الَّذِي يَدْعُو بِغَيْرِ عَمَلٍ كَمَثَلِ الَّذِي يَرْمِي بِغَيْرِ وَتَرٍ
Artinya: “Perumpamaan orang yang berdoa tanpa disertai dengan amal, seperti orang yang sedang memanah tanpa tali busur.”
Ia juga mengungkapkan:
اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ يَبْلُغُ الدُّعَاءَ
Artinya: “Amal saleh itu dapat menyampaikan doa.”
Mengingat hal tersebut, memperbanyak amal saleh bisa menjadi salah satu kunci penting yang dapat membuka jalan kemudahan bagi terkabulnya doa. Hal ini sebagaimana terjadi dalam kisah 3 orang yang terjebak dalam gua, mereka bertawasul dengan amal salehnya masing-masing sehingga Allah mengabulkan doa mereka hingga akhirnya mereka bisa keluar dari gua dengan selamat.
4. Kurang Wara
Wara atau hati-hati terhadap perkara syubhat dan haram menjadi salah satu kunci untuk memudahkan terkabulnya doa. Seseorang yang tidak peduli dengan apa yang ia gunakan untuk kehidupan pribadi maupun keluarganya, entah itu berupa makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya, sejatinya telah menutup jalan terkabulnya doa. Sahabat Umar bin Khattab berkata:
بِالْوَرَعِ عَمَّا حَرَّمَ اللَّهُ يَقْبَلُ اللَّهُ الدُّعَاءَ وَالتَّسْبِيحَ
Lihat Juga :