6 Penghalang Terkabulnya Doa: Dari Makanan Haram hingga Maksiat
Rabu, 17 September 2025 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: “Dengan wara dari apa yang Allah haramkan, Allah akan menerima doa dan tasbih.”
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa meremehkan terhadap perkara haram bisa menjadi penghalang doa. Sebaliknya, bersikap wara bisa menjadi sarana untuk memudahkan terkabulnya sebuah doa.
5. Lupa Daratan
Salah satu perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa adalah lupa daratan, yakni hanya mengingat Allah ketika ada dalam kesusahan dan melupakan-Nya ketika kesusahan tersebut sudah hilang. Istiqamah dalam mengingat-Nya di setiap kondisi menjadi faktor penting terkabulnya doa. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam sebuah syair:
Artinya: “Kita berdoa kepada Allah di setiap kesusahan * tetapi kita melupakan-Nya saat kesusahan telah diangkat. Bagaimana mungkin kita berharap doa dikabulkan * sementara kita sendiri telah menutup jalannya dengan dosa-dosa”
6. Gemar Bermaksiat
Gemar melakukan dosa dan maksiat juga bisa menjadi penghalang dikabulkannya doa seorang hamba. Dosa ibarat virus yang menggerogoti kekuatan doa. Semakin banyak dosa yang dilakukan semakin lemah pula daya doa yang dipanjatkan. Ibnu Rajab mengutip perkataan sebagian ulama salaf:
Artinya: “Janganlah kamu merasa ijabah doa terlambat, padahal kamu sendiri telah menutup jalan-jalannya dengan maksiat.”
Itulah 6 perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa. Seorang hamba yang ingin doanya dikabulkan hendaknya bisa menjaga diri dari mengonsumsi makanan haram, melalaikan kewajiban, meninggalkan amal saleh, kurang wara, lupa daratan, serta kebiasaan berbuat maksiat.
Wallahu a’lam.
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa meremehkan terhadap perkara haram bisa menjadi penghalang doa. Sebaliknya, bersikap wara bisa menjadi sarana untuk memudahkan terkabulnya sebuah doa.
5. Lupa Daratan
Salah satu perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa adalah lupa daratan, yakni hanya mengingat Allah ketika ada dalam kesusahan dan melupakan-Nya ketika kesusahan tersebut sudah hilang. Istiqamah dalam mengingat-Nya di setiap kondisi menjadi faktor penting terkabulnya doa. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam sebuah syair:
نَحْنُ نَدْعُو الإِلٰهَ فِي كُلِّ كَرْبٍ * ثُمَّ نَنْسَاهُ عِنْدَ كَشْفِ الْكُرُوبِ
كَيْفَ نَرْجُو اسْتِجَابَةً لِدُعَاءٍ * قَدْ سَدَدْنَا طَرِيقَهَا بِالذُّنُوبِ
Artinya: “Kita berdoa kepada Allah di setiap kesusahan * tetapi kita melupakan-Nya saat kesusahan telah diangkat. Bagaimana mungkin kita berharap doa dikabulkan * sementara kita sendiri telah menutup jalannya dengan dosa-dosa”
6. Gemar Bermaksiat
Gemar melakukan dosa dan maksiat juga bisa menjadi penghalang dikabulkannya doa seorang hamba. Dosa ibarat virus yang menggerogoti kekuatan doa. Semakin banyak dosa yang dilakukan semakin lemah pula daya doa yang dipanjatkan. Ibnu Rajab mengutip perkataan sebagian ulama salaf:
لَا تَسْتَبْطِئِ ٱلْإِجَابَةَ وَقَدْ سَدَدْتَ طُرُقَهَا بِٱلْمَعَاصِي
Artinya: “Janganlah kamu merasa ijabah doa terlambat, padahal kamu sendiri telah menutup jalan-jalannya dengan maksiat.”
Itulah 6 perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa. Seorang hamba yang ingin doanya dikabulkan hendaknya bisa menjaga diri dari mengonsumsi makanan haram, melalaikan kewajiban, meninggalkan amal saleh, kurang wara, lupa daratan, serta kebiasaan berbuat maksiat.
Wallahu a’lam.
(aww)
Lihat Juga :