Menyiapkan Anak sebagai Qurrota A'yun, Begini Penjelasannya

Sabtu, 20 September 2025 - 09:36 WIB
loading...
Menyiapkan Anak sebagai...
Qurrotu a’yun adalah menyejukkan pandangan mata karena anak mudah untuk diarahkan kepada jalan Allah Subhanahu wa Taala, salah satunya selalu menurut apabila diajari membaca dan menghapal Quran. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam pandangan Islam, seorang anak adalah qurrota a’yuna (penyejuk hati). Dalam posisi ini anak menjadi pancaran sinar bagi orang tuanya.

Qurrotu a’yun adalah menyejukkan pandangan mata karena mereka muda untuk diarahkan kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sejak kecil selalu menurut apabila diajari membaca dan menghapal Qur'an. Si anak juga selalu ikut orang tuanya untuk jamaah di masjid.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Furqon : 74)



Itulah posisi anak sebagai Qurrota a’yun, yakni penyejuk hati kedua orang tua. Ini adalah kedudukan anak yang terbaik. Mereka adalah anak-anak yang apabila dibimbing untuk beribadah.

Mereka juga segera melaksanakan perintaj orang tua dengan akhlak yang baik. Karena berharap anaknya adalah Qurrata a’yun, maka orang tua harus bisa menjadi figur atau teladan untuk anak-anaknya. Karena anak merupakan cermin dari orang tuanya.

Di satu sisi, sejatinya, secara fitrah, sesungguhnya semua anak terlahir cerdas. Tapi peran dan cara orangtua serta lingkungan harus ikut memfasilitasi serta mengembangkan potensi kecerdasan yang telah Allah Ta'ala anugerahkan pada diri setiap anak.

Baca juga: Cara Mendidik Anak ala Rasulullah Berdasarkan Tahapan Usia, Simak Yuk!

Diharapkan juga kepada para orang tua, hendaklah jangan pernah mengatakan anaknya nakal. Sebab bisa jadi itu karena orang tua tidak bisa mendidiknya atau tidak ada teladan yang bisa ia contoh dari diri orang tuanya

Jangan pernah mengatakan anaknya tidak cerdas. Karena hal itu mungkin orang tua lah yang belum menemukan dalam hal apakah anaknya cerdas.

Jadi semua anak yang dilahirkan itu unik, cerdas, punya kelebihan dan warna tersendiri. Tugas orang tua lah untuk meramu anak agar ia tampak lebih kreatif dan indah.

Ada banyak tanda-tanda yang bisa dijadikan acuan buat orang tua untuk mengetahui seberapa jauh keecerdasan anak kita. Namun, kebanyakan orang tua tidak memahaminya.

1. Anak banyak bertanya

Jika anak engkau tidak bosan mengajukan pertanyaan yang mendorongnya untuk berpikir, ini berarti dia memiliki pikiran ingin tahu yang menunjukkan keinginan secara fitrah untuk belajar, yang berfungsi untuk mengembangkan pemikirannya dalam berbagai hal kehidupan.

2. Keras kepala

Keras kepala seorang anak menunjukkan kemauannya yang kuat; Terutama karena dia akan mencoba bernegosiasi (bermusyawarah) denganmu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

3. Rasa humor dan kesenangan

Jangan mengecilkan selera humor anak engkau, karena ini mungkin merupakan tanda kecerdasan yang Allah lebihkan pada anakmu.

4. Imajinasi yang luas

Jika anak engkau memiliki kemampuan luar biasa untuk menceritakan dan mengarang cerita dari imajinasinya, itu mungkin merupakan tanda kejeniusannya.

5. Membongkar dan memasang barang

Kemampuan anak untuk memecahkan dan membongkar mainannya dan kemudian memasangnya kembali menunjukkan IQ tinggi dan menunjukkan keinginan kuatnya untuk berinovasi.

6. Anak fasih berbicara

Anak fasih berbicara dengan orang dewasa tentang topik yang berbeda, yang menunjukkan kedewasaan awal dan kesadarannya akan peristiwa terkini.

Baca juga: Pentingnya Berlaku Adil pada Anak, Begini Penjelasannya

7. Keterampilan membaca sejak dini

Jika anak engkau mampu mengeja membaca pada usia empat tahun, maka itu adalah bukti kecerdasan yang luar biasa; Sebagian besar anak tidak mampu menguasai prestasi ini sebelum usia enam atau tujuh tahun, yang menunjukkan bahwa ia cepat belajar dan kecerdasannya tinggi.

8. Memiliki banyak bakat

Seperti menunjukkan kecerdikannya yang luar biasa dalam menangani tugas-tugas sulit atau kecintaannya menggambar dan kemahirannya dalam penggunaan macam-macam warna.

Kelak, ketika telah tumbuh dewasa dan menjadi orang beriman, anak yang bisa mengangkat derajat orang tuanya di sisi Allah Ta'ala.

Rasulullah bersabda mengenai seseorang yang derajatnya ditinggikan di surga,. alu Abu Hurairah ra. terheran-heran dan bertanya bisakah ia juga memperoleh derajat yang tinggi seperti itu di surga? Dan bagaimana caranya? Nabi pun menjawab: "Disebabkan permohonan ampun dari anakmu kepada Allah untukmu."

Selain cerdas, kualitas anak ditentukan kesalehannya. Anak yang saleh dan salehah serta mampu bermanfaat bagi sekelilingnya adalah hal yang tak luput ditekankan Islam.

Rasulullah bersabda bahwa mukmin yang kuat (berkualitas) lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.

حفظه الله عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ:
قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ


'Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan." (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Baca juga: Kumpulan Doa agar Dijauhkan dari Api dan Siksa Neraka

Wa Allahu A’lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenalkan Makna Malam...
Mengenalkan Makna Malam Lailatul Qadar, Penting Dilakukan pada Anak Sejak Usia Dini
Ibu, Penghantar Sukses...
Ibu, Penghantar Sukses Dunia Akhirat Bagi Anak, Simak Caranya!
7 Tips Keluarga Harmonis...
7 Tips Keluarga Harmonis ala Rasulullah SAW, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Doa Orang Tua untuk...
Doa Orang Tua untuk Anak-anaknya yang Dicontohkan Nabi SAW
4 Kedudukan Anak dalam...
4 Kedudukan Anak dalam Pandangan Al Qur'an, Orang Tua Wajib Tahu!
Cara Mendidik Anak ala...
Cara Mendidik Anak ala Rasulullah Berdasarkan Tahapan Usia, Simak Yuk!
Rekomendasi
Hebohkan Thailand, Tiang...
Hebohkan Thailand, Tiang Misterius Mendadak Muncul di Langit
7 Hewan Paling Lama...
7 Hewan Paling Lama Tidur di Dunia, Nomor 6 Sampai 22 Jam Sehari
Kapal Penjelajah Kutub...
Kapal Penjelajah Kutub Shackleton Ditemukan setelah 60 Tahun Menghilang
Artikel Terkini
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved