Mengenal Imarethane : Jejak Sejarah Dapur Umum di Zaman Khilafah Ustmani

Selasa, 23 September 2025 - 17:50 WIB
loading...
Mengenal Imarethane...
Banyak peninggalan sejarah dari zaman kekhalifahan Turki Utsmani di Turki. Salah satunya adalah keberadaan dapur umum, yang sekarang dikenal sebagai dapur sosial di Turki yakni ?mârethane dan Kent Lokantas?. Foto dok PPIT
A A A
Salman Muhammad Muchlis,
Ketua Departemen Agama PPIT

BANYAK peninggalan sejarah dari zaman kekhalifahan Turki Utsmani di Turki. Salah satunya adalah keberadaan dapur umum , yang sekarang dikenal sebagai dapur sosial di Turki yakni İmârethane dan Kent Lokantası

İmârethane atau dalam Bahasa Indonesia Pembangunan/pemeliharaan kota adalah dapur umum di zaman Khilafah Utsmani yang dikhususkan untuk kalangan orang fakir, miskin, pelajar hingga pejabat agama. Pendanaan dari Imarathane berbasis wakaf yang berarti ditunjukan untuk amal jariah dalam kacamata Islam.

Selain itu Imarathane juga merupakan legitimasi Sultan pada masa kekuasaannya dalam kacamata politik saat itu. Ini menjadi nilai menarik ketika membahas tentang keberlangsungan dari Imarathane tersebut. Pasalnya sistem pendanaan dari Lembaga wakaf saat itu dapat mendanai kegiatan tersebut setiap harinya dan bertahan selama khilafah Utsmani ada.



Pada saat Turki bertransformasi menjadi Republik dan Sekuler, Layanan Masyarakat tersebut tidak hilang. Seperti yang diketahui kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar dari Masyarakat dan sosial khususnya bagi Masyarakat dengan pendapatan terbatas maupun pelajar.

Akhirnya Pemerintah baik itu pusat maupun daerah membuat instansi yang Bernama Kent lokantasi atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti restoran kota. Restoran ini mendapatkan subsidi dari pemerintahan yang berefek kepada murahnya harga makanan kepada publik, Kent lokantasi menyediakan berbagai macam makanan yang terstandarisasi namun dengan harga yang termasuk murah.DI Izmir contohnya, menjual dengan harga 50 lira/20.000 Rupiah. Dengan 4 menu yang tersedia setiap harinya. Kent lokantasi ini diambil dari anggaran publik dan berbasis sekuler dan untuk pelayanan publik.

Baca juga: Lakukan 3 Amalan Ini Sebelum Bekerja, Dijamin Aktivitas Jadi Banjir Pahala

Dengan adanya kent Lokantası ini diharapkan menjadi refleksi bagi pemerintahan Republik Indonesia, pasalnya per hari ini maraknya kasus keracunan dari program makanan bergizi gratis.Jika berkaca kepada pemerintah Turki tentu sudah ada standarisasi yang ketat terhadap pemilihan bahan makanan, proses memasak hingga Ketika pembagian makanan pun para pegawai memakai peralatan yang lengkap seperti penutup kepala dan sarung tangan higienis.

Tak sampai di situ konsumen pun pasti diarahkan untuk mencuci tangan dan memakai sendok dan garpu Ketika memakannya. Hal detail ini yang perlu di perhatikan oleh Pemerintah Indonesia. Standari operasional perlu diterapkan baik dalam hal makro maupun mikro.

Budaya makan yang beradab menjadi stigma bahwasanya hanya diaplikasikan oleh orang-orang kaya di Negeri kita tercinta. Sayangnya berdasarkan pengalaman penulis banyak standar operasional yang rapih dan cara makan yang bermutu bahkan untuk program buka Bersama yang notabenenya gratis, tetap ada standarisasi yang ketat dan sudah menjadi Budaya di Turki.

İmârethane dan Kent Lokantası merupakan bukti bahwasnya Turki dengan sejarahnya yang Panjang tetap berfokus terhadap pelayanan dan solidaritas publik dari segi ketersediaan pangan. Walaupun ada benang merah apabila di cermati Kembali tentang sistem Imarathane yang berbasis Agama dan amal Jariyah serta Kent Lokantası yang berbasis pelayanan Publik dan sekulerisme. Nilai dasar terhadap kebutuhan Pangan dan pelayanan dari pemerintah untuk solidaritas Masyarakat tetap ada dan relevan terlepas dari perbedaan sistem pemerintahan dan zaman.

Baca juga: 5 Kebaikan dalam Mencari Pekerjaan yang Halal, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Menag Nasaruddin: Negara...
Menag Nasaruddin: Negara Hadir untuk Rakyat Lewat Program Sosial
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Khalifah Umar bin Abdul...
Khalifah Umar bin Abdul Aziz Punya Anak 15 Orang, Abdul Malik yang Paling Bersinar
Rekomendasi
Kapsul Waktu Berusia...
Kapsul Waktu Berusia 116 Tahun Ditemukan
5 Fakta Pulau Bergerak...
5 Fakta Pulau Bergerak di Danau Chippewa Amerika Serikat, Bisa Didorong dengan Perahu
Kebakaran Hutan di Yunani...
Kebakaran Hutan di Yunani Terus Meluas Akibat Cuaca Panas
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved