Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
Jum'at, 05 Desember 2025 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Tipe awan semacam itu hanya akan terbentuk dalam kondisi angin yang bertiup secara bertahap dan secara perlahan menaikan awan ke atas. Selanjutnya, awan tersebut akan berbentuk seperti lapisan-lapisan yang melebar (Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit....).
Baca juga: Kumpulan Doa Saat Mendengar dan Melihat Petir di Musim Penghujan
Apabila kondisinya cocok (antara lain jika suhu cukup rendah dan kadar air cukup tinggi) maka butir-butir air akan menyatu dan menjadi butiran-butiran air yang lebih besar. Kita dapat melihat proses tersebut sebagai menghitamnya awan. Dalam terjemahan Quraish Shihab, bagian ini disebutkan sebagai: "....Dan menjadikannya bergumpal-gumpal....".
Tipe awan kedua yang dapat menghasilkan hujan adalah tipe awan yang bertumpuk-tumpuk. Awan ini terbagi dalam beberapa nama, yaitu Cumulus, Cumulonimbus dan Stratocumulus. Awan ini ditandai oleh bentuknya yang bergumpal-gumpal dan saling bertumpuk. Cumulus dan Cumulonimbus adalah tipe awan yang bergumpal-gumpal, sedangkan stratocumulus tidak bergumpal, sedikit menipis dan melebar. Dalam Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 43 menjelaskan pembentukan tipe awan ini.
Awan tipe ini dibentuk oleh angin keras yang mengarah ke atas dan ke bawah (Bahwa Allah menggerakkan awan...). Mendorong awan dengan kuat. Ketika gumpalan awan terjadi, mereka menyatu menjadi gumpalan awan raksasa, bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Pada titik ini, awan cumulus atau cumulonimbus sudah dapat menghasilkan air hujan.
Apa yang dijelaskan oleh para Ilmuwan sejatinya sejalan dengan pesan Al-Qur'an. Jika kita cermati, banyak ayat dalam Al-Qur'an yang membicarakan tentang siklus air, seperti Surat Gafir Ayat 13; Al-Mu'minun ayat 18; Al-Furqan Ayat 48; Al-'Ankabut Ayat 63, dan lainnya.
Beberapa ayat lainnya yang berbicara mengenai air, namun dengan konteks yang berbeda dapat dilihat dalam Surat Al-Waqi'ah Ayat 68-70. Inilah kebenaran Al-Qur'an yang terbukti sejalan dengan Sains.
Baca juga: Kemuliaan dan Keutamaan Mati Syahid, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Baca juga: Kumpulan Doa Saat Mendengar dan Melihat Petir di Musim Penghujan
Apabila kondisinya cocok (antara lain jika suhu cukup rendah dan kadar air cukup tinggi) maka butir-butir air akan menyatu dan menjadi butiran-butiran air yang lebih besar. Kita dapat melihat proses tersebut sebagai menghitamnya awan. Dalam terjemahan Quraish Shihab, bagian ini disebutkan sebagai: "....Dan menjadikannya bergumpal-gumpal....".
Tipe awan kedua yang dapat menghasilkan hujan adalah tipe awan yang bertumpuk-tumpuk. Awan ini terbagi dalam beberapa nama, yaitu Cumulus, Cumulonimbus dan Stratocumulus. Awan ini ditandai oleh bentuknya yang bergumpal-gumpal dan saling bertumpuk. Cumulus dan Cumulonimbus adalah tipe awan yang bergumpal-gumpal, sedangkan stratocumulus tidak bergumpal, sedikit menipis dan melebar. Dalam Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 43 menjelaskan pembentukan tipe awan ini.
Awan tipe ini dibentuk oleh angin keras yang mengarah ke atas dan ke bawah (Bahwa Allah menggerakkan awan...). Mendorong awan dengan kuat. Ketika gumpalan awan terjadi, mereka menyatu menjadi gumpalan awan raksasa, bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Pada titik ini, awan cumulus atau cumulonimbus sudah dapat menghasilkan air hujan.
Apa yang dijelaskan oleh para Ilmuwan sejatinya sejalan dengan pesan Al-Qur'an. Jika kita cermati, banyak ayat dalam Al-Qur'an yang membicarakan tentang siklus air, seperti Surat Gafir Ayat 13; Al-Mu'minun ayat 18; Al-Furqan Ayat 48; Al-'Ankabut Ayat 63, dan lainnya.
Beberapa ayat lainnya yang berbicara mengenai air, namun dengan konteks yang berbeda dapat dilihat dalam Surat Al-Waqi'ah Ayat 68-70. Inilah kebenaran Al-Qur'an yang terbukti sejalan dengan Sains.
Baca juga: Kemuliaan dan Keutamaan Mati Syahid, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :