Asal-usul Bacaan Zikir, Umat Muslim Wajib Tahu!
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Mereka pun kemudian menggabungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya, sehingga mereka membacanya menjadi "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH". Dan, dengan dua kalimat ini terasa lebih ringan bagi mereka memikul ‘Arsy.
Kemudian dua kalimat ini mereka sebut-sebut dalam dzikir mereka sampai Allah mengutus Nabi Nuh 'alaihissalam. Umat Nabi Nuh adalah umat pertama yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai Tuhan. Kemudian, Allah mewahyukan kepada Nuh untuk menyampaikan kepada kaumnya kalimat: " LAA ILAAHA ILLALLAH" (Tiada Tuhan selain Allah).
Nabi Nuh pun dengan penuh taat menyampaikan kalimat tersebut kepada kaumnya. Mendengar kalimat ini para Malaikat merasa sangat berbahagia. Mereka kemudian menggabungkan kalimat terakhir ini dengan dua kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang waktu kalimat-kalimat: "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH".
Sampailah kemudian Allah mengutus Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika Allah mengutus Nabi Ibrahim dan memerintahkannya untuk berkurban dan menyembelih seekor domba sebagai ganti dari putranya Ismail, seketika itu dia berkata: "ALLAHU AKBAR" sebagai ungkapan rasa senang dan gembira.
Para Malaikat pun berkata: "Sungguh indah kalimat yang keempat ini." Dan para Malaikat pun menggabungkan kalimat ini dengan tiga kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang zaman kalimat-kalimat: "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR".
Ketika riwayat ini disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, dengan nada takjub Nabi shallalahu 'alaihi wasallam berkata: "LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA ILLAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIM".
Mendengar kalimat tersebut kemudian Malaikat Jibril menggabungkan kalimat terakhir ini dengan empat kalimat sebelumnya sehingga menjadi:"SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR WA LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL'ALIYYIL'AZHIM."
Dan hingga saat ini kalimat tersebut sering diucapkan bahkan sampai akhir zaman.Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar dimudahkan dalam berzikir.
Sumber:
- Kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Layts as-Samarqandi
- Dakwah Islamiyyah
Baca juga: Perbedaan Doa, Zikir dan Wirid, Simak Ulasannya di Sini!
Kemudian dua kalimat ini mereka sebut-sebut dalam dzikir mereka sampai Allah mengutus Nabi Nuh 'alaihissalam. Umat Nabi Nuh adalah umat pertama yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai Tuhan. Kemudian, Allah mewahyukan kepada Nuh untuk menyampaikan kepada kaumnya kalimat: " LAA ILAAHA ILLALLAH" (Tiada Tuhan selain Allah).
Nabi Nuh pun dengan penuh taat menyampaikan kalimat tersebut kepada kaumnya. Mendengar kalimat ini para Malaikat merasa sangat berbahagia. Mereka kemudian menggabungkan kalimat terakhir ini dengan dua kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang waktu kalimat-kalimat: "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH".
Sampailah kemudian Allah mengutus Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika Allah mengutus Nabi Ibrahim dan memerintahkannya untuk berkurban dan menyembelih seekor domba sebagai ganti dari putranya Ismail, seketika itu dia berkata: "ALLAHU AKBAR" sebagai ungkapan rasa senang dan gembira.
Para Malaikat pun berkata: "Sungguh indah kalimat yang keempat ini." Dan para Malaikat pun menggabungkan kalimat ini dengan tiga kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang zaman kalimat-kalimat: "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR".
Ketika riwayat ini disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, dengan nada takjub Nabi shallalahu 'alaihi wasallam berkata: "LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA ILLAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIM".
Mendengar kalimat tersebut kemudian Malaikat Jibril menggabungkan kalimat terakhir ini dengan empat kalimat sebelumnya sehingga menjadi:"SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR WA LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL'ALIYYIL'AZHIM."
Dan hingga saat ini kalimat tersebut sering diucapkan bahkan sampai akhir zaman.Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar dimudahkan dalam berzikir.
Sumber:
- Kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Layts as-Samarqandi
- Dakwah Islamiyyah
Baca juga: Perbedaan Doa, Zikir dan Wirid, Simak Ulasannya di Sini!
(wid)
Lihat Juga :