Kumpulan Ayat-ayat Al Quran Tentang Menjamu Tamu
Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan mendatangimu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. (27) Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah diberikan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah (sebagian lagi) untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. (28) – (Q.S Al-Hajj: 27-28)
artinya: "Dan Kami jadikan unta-unta itu untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri dan kaki-kaki telah terikat. Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan kepada orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur. (36) Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S Al-Hajj: 36-37)
Artinya: "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (24) (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan “Salam”, Ibrahim pun menjawab, “Salam”. (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya. (25) Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian datang membawa daging anak sapi gemuk (yang dibakar), (26) lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan?” (Q.S Ad-Dzariyat: 24-27)
Baca juga: Inilah Pahala Memuliakan Tamu, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Artinya : "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dirinya terjaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Al-Hasyr: 9)
Artinya: "Dan mereka memberikan makanan kesukaannya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan surga dan (pakaian) sutera kepada mereka karena kesabarannya. (12) – (Q.S Al-Insan: 8-12)
Artinya: "Sekali-kali tidak, Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, (17) dan kamu tidak saling mengajak untuk memberi makan kepada orang miskin, " (Q.S Al-Fajr: 17-18)
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (12) (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), (13) atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan." (Q.S Al-Balad: 12-18)
Itulah beberapa ayat alquran tentang memuliakan tamu dan berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan. Semoga bisa menjadi nasehat bagi kita untuk senantiasa meningkatkan solidaritas serta menjalin interaksi yang baik kepada sesama manusia, khususnya dalam hal memuliakan tamu.
Baca juga: Wudu dengan Air Hujan, Sunnah Nabi yang Sering Dilalaikan
7. Surat Al-Hajj: 36-37
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ * لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
artinya: "Dan Kami jadikan unta-unta itu untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri dan kaki-kaki telah terikat. Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan kepada orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur. (36) Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S Al-Hajj: 36-37)
8. Surat Ad-Dzariyat: 24-27
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ * إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ * فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ * فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
Artinya: "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (24) (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan “Salam”, Ibrahim pun menjawab, “Salam”. (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya. (25) Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian datang membawa daging anak sapi gemuk (yang dibakar), (26) lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan?” (Q.S Ad-Dzariyat: 24-27)
Baca juga: Inilah Pahala Memuliakan Tamu, Kaum Muslim Wajib Tahu!
9. Surat Al-Hasyr: 9
وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dirinya terjaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Al-Hasyr: 9)
10. Surat Al-Insan: 8-12
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا *فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Artinya: "Dan mereka memberikan makanan kesukaannya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan surga dan (pakaian) sutera kepada mereka karena kesabarannya. (12) – (Q.S Al-Insan: 8-12)
11. Surat Al-Fajr: 17-18
كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ * وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Artinya: "Sekali-kali tidak, Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, (17) dan kamu tidak saling mengajak untuk memberi makan kepada orang miskin, " (Q.S Al-Fajr: 17-18)
12. Surat Al-Balad: 12-18
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ * فَكُّ رَقَبَةٍ * أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ * يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ * أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ * ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ * أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (12) (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), (13) atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan." (Q.S Al-Balad: 12-18)
Itulah beberapa ayat alquran tentang memuliakan tamu dan berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan. Semoga bisa menjadi nasehat bagi kita untuk senantiasa meningkatkan solidaritas serta menjalin interaksi yang baik kepada sesama manusia, khususnya dalam hal memuliakan tamu.
Baca juga: Wudu dengan Air Hujan, Sunnah Nabi yang Sering Dilalaikan
(wid)
Lihat Juga :