3 Tingkatan Sabar Menurut Islam, Simak Ulasannya di Sini!
Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:39 WIB
loading...
Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ada 3 tingkatan sabar menurut Islam, bahkan para ulama menjelaskannya dalam tiga bagian. Apa dan bagaimana tingkatannya tersebut?
Sabar berasal dari kata Ash-Shobru (الصَّبْرُ) yang artinya menahan diri dari keluh kesah. Ada satu ungkapan mengatakan bahwa sabar membantu seseorang untuk melakukan segala amalan .
Bahkan dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS az-Zumar ayat 10)
Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya menjelaskan tiga tingkatan sabar . Beliau menukil perkataan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali rahimahullah:
Artinya: "Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah." [Al Mukasyafah al-Qulub hal 19]
Dalil tentang sabar dalam taat dan sabar meninggalkan maksiat di antaranya adalah:
Artinya: "Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah atasnya." (QS Thaha ayat 132)
Baca juga: Hakikat Sabar dalam Al-Qur'an, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Sabar dalam mentaati Allah dan menjauhi maksiat tingkatannya lebih tinggi dari sabar ketika menghadapi musibah. Berkata Imam Al-Qurthubi rahimahullah:
Artinya: "Sabar dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan sabar menahan diri dari yang diharamkan oleh Allah adalah lebih utama dari sabar dalam menghadapi musibah." [Hidayah ila Bulugh an-Nihayah (1/881)]
Hal ini karena sabar dalam musibah sifatnya harus diterima. Seseorang yang sedang menghadapinya tidak punya pilihan kecuali harus bersabar. Jika ia mau bersabar maka akan diberikan pahala, jika tidak sabar ia tidak memperoleh apa-apa bahkan bisa jatuh ke dalam dosa.
Sedangkan sabar dalam taat dan menjauhi maksiat sifatnya pilihan, terkhusus jika itu dalam rupa ibadah sunnah. Seseorang bisa memilih bersabar melawan kantuk dan dinginnya malam untuk shalat malam, atau ia meninggalkannya.
Seseorang yang menangis dan sedih ketika tertimpa musibah masih termasuk bersabar jika hatinya tetap ridha kepada keputusan Allah dan berserah diri kepadaNya. Adapun dalil bersabar dalam musibah yaitu:
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah ayat 155)
Baca juga: Beragam Cara Allah Ta'ala Menegur Hamba-Nya, Simak di Sini Saja!
Sabar berasal dari kata Ash-Shobru (الصَّبْرُ) yang artinya menahan diri dari keluh kesah. Ada satu ungkapan mengatakan bahwa sabar membantu seseorang untuk melakukan segala amalan .
Bahkan dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS az-Zumar ayat 10)
Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya menjelaskan tiga tingkatan sabar . Beliau menukil perkataan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali rahimahullah:
والصبر على أوجه : صبر على طاعة الله وصبر عن محارمه وصبر على المصيبة
Artinya: "Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah." [Al Mukasyafah al-Qulub hal 19]
1. Sabar dalam Ketaatan
Sabar dalam ketaatan hukumnya wajib bila itu berkaitan dengan kewajiban agama. Seperti sabar menunaikan sholat lima waktu. Sabar menahan lapar dan dahaga saat menunaikan puasa Ramadhan dan semisalnya. Seseorang yang tidak mau bersabar dalam kewajiban alias meninggalkannya tentu saja hukumnya haram.Dalil tentang sabar dalam taat dan sabar meninggalkan maksiat di antaranya adalah:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Artinya: "Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah atasnya." (QS Thaha ayat 132)
Baca juga: Hakikat Sabar dalam Al-Qur'an, Kaum Muslim Wajib Tahu!
2. Sabar dalam Menjauhi Larangan Allah
Contohnya meninggalkan yang diharamkan Allah seperti judi, minum minuman keras, berzina dan semisalnya. Bahkan sabar meninggalkan hal yang dimakruhkan adalah dianjurkan.Sabar dalam mentaati Allah dan menjauhi maksiat tingkatannya lebih tinggi dari sabar ketika menghadapi musibah. Berkata Imam Al-Qurthubi rahimahullah:
Artinya: "Sabar dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan sabar menahan diri dari yang diharamkan oleh Allah adalah lebih utama dari sabar dalam menghadapi musibah." [Hidayah ila Bulugh an-Nihayah (1/881)]
Hal ini karena sabar dalam musibah sifatnya harus diterima. Seseorang yang sedang menghadapinya tidak punya pilihan kecuali harus bersabar. Jika ia mau bersabar maka akan diberikan pahala, jika tidak sabar ia tidak memperoleh apa-apa bahkan bisa jatuh ke dalam dosa.
Sedangkan sabar dalam taat dan menjauhi maksiat sifatnya pilihan, terkhusus jika itu dalam rupa ibadah sunnah. Seseorang bisa memilih bersabar melawan kantuk dan dinginnya malam untuk shalat malam, atau ia meninggalkannya.
3. Sabar Menerima Musibah
Sabar dalam musibah hukumnya wajib. Ia tidak mengeluh dan tidak marah kepada takdir dan ketentuan Allah. Adapun tangisan, rasa sedih dan rasa sakit di dalam hati bukanlah ukuran seseorang sabar atau tidak sabar.Seseorang yang menangis dan sedih ketika tertimpa musibah masih termasuk bersabar jika hatinya tetap ridha kepada keputusan Allah dan berserah diri kepadaNya. Adapun dalil bersabar dalam musibah yaitu:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah ayat 155)
Baca juga: Beragam Cara Allah Ta'ala Menegur Hamba-Nya, Simak di Sini Saja!
(wid)
Lihat Juga :