Doa Setelah Ashar di Hari Jumat, Lengkap dengan Huruf Arab dan terjemah Indonesia
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 14:26 WIB
loading...
Di hari Jumat setelah salat Ashar, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar sebagai bentuk penghambaan serta harapan agar segala permohonan diterima oleh Sang Pencipta. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Doa setelah salat ashar di hari Jumat diulas secara lengkap dalam artikel ini. Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa hari Jumat merupakan sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Di antara keutamaannya, hari Jumat menjadi waktu yang penuh keberkahan, di mana doa-doa seorang hamba lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Terutama setelah salat Ashar, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar sebagai bentuk penghambaan serta harapan agar segala permohonan diterima oleh Sang Pencipta. Karena itu, sangat disarankan bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan waktu mulia ini dengan bermunajat dan memperbanyak amal saleh.
Menurut para ulama, di hari Jumat umat Islam diperintahkan melaksanakan berbagai ibadah seperti salat Jumat, memperbanyak membaca shalawat, dan melakukan kebaikan lainnya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hari Jumat dinamakan Jumu‘ah karena berasal dari kata al-jam‘u yang berarti “berkumpul”.
Baca juga: Berpakaian Terbaik di Hari Jumat, Pahalanya Luar Biasa Lho!
Hal ini menggambarkan bahwa setiap pekan kaum Muslimin berhimpun di masjid-masjid besar untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, hari Jumat juga memiliki sejarah penting dalam penciptaan alam semesta.
Pada hari inilah Allah menyempurnakan ciptaan-Nya, menciptakan Nabi Adam AS, memasukkannya ke surga, menurunkannya ke bumi, dan pada hari yang sama pula kelak kiamat akan terjadi. Keutamaan hari Jumat juga disebutkan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW.
Salah satunya menjelaskan bahwa terdapat satu waktu yang sangat mustajab pada hari Jumat, di mana setiap doa seorang hamba yang beriman akan dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama menyebut bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Oleh karena itu, banyak umat Islam menjadikan waktu tersebut sebagai momen terbaik untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan segala kebaikan dunia serta akhirat.
Keutamaan Hari Jumat dalam Hadis Rasulullah SAW
Artinya: Dari Qursa' Ad-Dabbi, telah menceritakan kepada kami Salman, bahwa Abul Qasim SAW bersabda, “Hai Salman, apakah hari Jumat itu?” Salman menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Hari Jumat adalah hari di mana Allah menghimpunkan kedua orang tuamu, atau orang tuamu.”
Menurut riwayat lain, orang-orang terdahulu menyebut hari Jumat dengan sebutan ‘Arubah, dan umat sebelum Islam pun telah diperintahkan untuk memuliakannya. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan hari Jumat dalam pandangan agama.
Artinya: Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba Muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan memberikan apa yang dimintanya. Waktu itu adalah setelah Ashar. (HR. Ahmad)
Baca juga: Ingin Gaji Naik? Amalkan Doa Rezeki Ini, InsyaAllah Lancar dan Berkah
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW juga bersabda:
Artinya: Pada hari Jumat terdapat dua belas jam. Di antaranya ada satu waktu, apabila seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah di waktu itu, niscaya Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu itu di penghujung hari setelah Ashar. (HR. Abu Dawud)
Hadis-hadis ini menjadi dasar utama bagi umat Islam dalam memanfaatkan waktu setelah Ashar di hari Jumat untuk berdoa. Para ulama sepakat bahwa waktu tersebut merupakan momen penuh keberkahan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT.
Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtani, wa ana abduka wabnu amatika wafi qabdhotika wa nasiyati bi yadika. Amsaitu ala ahdika wa wa’dika mastatho’tu audzu bika min syarri ma shona’tu. Abu’u bi ni’matika wa abu’u bidzanbi faghfirly dzunubi. Innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan yang aku sembah kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Menciptakanku sebagai hambamu dan anak dari hamba sahayamu. Hidupku ada dalam genggaman-Mu. Aku hidup atas janji dan ancaman-Mu. Selama aku bisa, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat,. Aku telah menyia-nyiakan nikmatmu. Dan aku berbuat dosa. Maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Menurut keterangan dari Nujateng, doa di atas memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya dapat menjadi sebab seseorang memperoleh kematian dalam keadaan husnul khatimah serta dimudahkan jalannya menuju surga.
Doa setelah salat Ashar di hari Jumat ini juga dikenal luas di kalangan ulama dan tercantum dalam berbagai kitab klasik, seperti Syu’abul Iman dan Nurul Lum’ah.(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Inilah Rezeki Manusia yang Paling Sempurna, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa hari Jumat merupakan sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Di antara keutamaannya, hari Jumat menjadi waktu yang penuh keberkahan, di mana doa-doa seorang hamba lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Terutama setelah salat Ashar, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar sebagai bentuk penghambaan serta harapan agar segala permohonan diterima oleh Sang Pencipta. Karena itu, sangat disarankan bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan waktu mulia ini dengan bermunajat dan memperbanyak amal saleh.
Menurut para ulama, di hari Jumat umat Islam diperintahkan melaksanakan berbagai ibadah seperti salat Jumat, memperbanyak membaca shalawat, dan melakukan kebaikan lainnya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hari Jumat dinamakan Jumu‘ah karena berasal dari kata al-jam‘u yang berarti “berkumpul”.
Baca juga: Berpakaian Terbaik di Hari Jumat, Pahalanya Luar Biasa Lho!
Hal ini menggambarkan bahwa setiap pekan kaum Muslimin berhimpun di masjid-masjid besar untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, hari Jumat juga memiliki sejarah penting dalam penciptaan alam semesta.
Pada hari inilah Allah menyempurnakan ciptaan-Nya, menciptakan Nabi Adam AS, memasukkannya ke surga, menurunkannya ke bumi, dan pada hari yang sama pula kelak kiamat akan terjadi. Keutamaan hari Jumat juga disebutkan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW.
Salah satunya menjelaskan bahwa terdapat satu waktu yang sangat mustajab pada hari Jumat, di mana setiap doa seorang hamba yang beriman akan dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama menyebut bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Oleh karena itu, banyak umat Islam menjadikan waktu tersebut sebagai momen terbaik untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan segala kebaikan dunia serta akhirat.
Keutamaan Hari Jumat dalam Hadis Rasulullah SAW
، عَنْ قَرْثَع الضَّبِّيِّ، حَدَّثَنَا سَلْمَانُ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا سَلْمَانُ، مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟ ". قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَوْمٌ جُمع فِيهِ أَبَوَاكَ -أَوْ أَبُوكُمْ"
Artinya: Dari Qursa' Ad-Dabbi, telah menceritakan kepada kami Salman, bahwa Abul Qasim SAW bersabda, “Hai Salman, apakah hari Jumat itu?” Salman menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Hari Jumat adalah hari di mana Allah menghimpunkan kedua orang tuamu, atau orang tuamu.”
Menurut riwayat lain, orang-orang terdahulu menyebut hari Jumat dengan sebutan ‘Arubah, dan umat sebelum Islam pun telah diperintahkan untuk memuliakannya. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan hari Jumat dalam pandangan agama.
Hadis Tentang Waktu Mustajab Setelah Ashar di Hari Jumat
Terkait keutamaan berdoa setelah Ashar di hari Jumat, Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ
Artinya: Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba Muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan memberikan apa yang dimintanya. Waktu itu adalah setelah Ashar. (HR. Ahmad)
Baca juga: Ingin Gaji Naik? Amalkan Doa Rezeki Ini, InsyaAllah Lancar dan Berkah
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW juga bersabda:
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Artinya: Pada hari Jumat terdapat dua belas jam. Di antaranya ada satu waktu, apabila seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah di waktu itu, niscaya Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu itu di penghujung hari setelah Ashar. (HR. Abu Dawud)
Hadis-hadis ini menjadi dasar utama bagi umat Islam dalam memanfaatkan waktu setelah Ashar di hari Jumat untuk berdoa. Para ulama sepakat bahwa waktu tersebut merupakan momen penuh keberkahan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT.
Doa Setelah Ashar di Hari Jumat
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، وَناصِيَتِي بِيَدِكَ ، أَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبُ إِلا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtani, wa ana abduka wabnu amatika wafi qabdhotika wa nasiyati bi yadika. Amsaitu ala ahdika wa wa’dika mastatho’tu audzu bika min syarri ma shona’tu. Abu’u bi ni’matika wa abu’u bidzanbi faghfirly dzunubi. Innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan yang aku sembah kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Menciptakanku sebagai hambamu dan anak dari hamba sahayamu. Hidupku ada dalam genggaman-Mu. Aku hidup atas janji dan ancaman-Mu. Selama aku bisa, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat,. Aku telah menyia-nyiakan nikmatmu. Dan aku berbuat dosa. Maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Menurut keterangan dari Nujateng, doa di atas memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya dapat menjadi sebab seseorang memperoleh kematian dalam keadaan husnul khatimah serta dimudahkan jalannya menuju surga.
Doa setelah salat Ashar di hari Jumat ini juga dikenal luas di kalangan ulama dan tercantum dalam berbagai kitab klasik, seperti Syu’abul Iman dan Nurul Lum’ah.(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Inilah Rezeki Manusia yang Paling Sempurna, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :