Keistimewaan Imam Al-Bukhari, 400-an Ulama Hadis Pernah Menguji Beliau
Selasa, 15 September 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Lantas, mereka membacakan hadits-hadits plus sanad-sanadnya yang sudah campur-aduk ini ke hadapan Imam Al-Bukhari . Dengan sigap, beliau mengoreksi semua hadits dan sanad itu dan menyatukan setiap hadits dengan sanadnya yang benar. Para Ulama yang menyaksikan itu tidak mampu menjumpai satu kesalahan dalam peletakan matan maupun penempatan posisi para perawi.
Khatam Al-Qur'an Ketika Salat Malam
Selain mencari ilmu, Imam Al-Bukhari juga dikenal sebagai ahli ibadah. Musabbah bin Said berkata: "Beliau ketika Ramadhan, siang hari khatam Al-Qur'an sekali. Adapun malamnya ketika shalat khatam baca Al-Qur'an setiap 3 malam."
Selain itu, beliau selalu shalat 2 rakaat setiap menuliskan satu biografi ulama ketika menulis Kitab at-Tarikh al-Kabir dan mandi lalu shalat 2 rakaat di setiap menuliskan satu hadits dalam shahih Bukhari.
(Baca Juga: Sebanyak 54.277 Orang Positif Corona Masih dalam Perawatan )
Tabarruk ke Kuburan Imam Bukhari
Ada kisah tak biasa berkaitan dengan keistimewaan Imam Al-Bukhari setelah beliau wafat. Pada tahun 464 H, terjadi kekeringan di Samarkand. Mereka melakukan salat istisqa' di dekat kuburan Imam Bukhari .
Imam ad-Dzahabi (wafat 748 H) berkata: "Dan telah berkata Abu 'Aliy Al-Ghassaaniy: Telah mengabarkan kepada kami Abul-Fath Nashr bin Al-Hasan As-Sakatiy As-Samarqandiy: "Kami datang dari negeri Valencia (Spanyol) pada tahun 464 H. Selama beberapa tahun hujan tidak turun pada kami di negeri Samarqand. Orang-orang melakukan istisqaa’ (shalat meminta hujan) beberapa kali, namun hujan tidak juga turun.
Maka, seorang laki-laki saleh yang dikenal dengan kesalehannya mendatangi Qadly negeri Samarqand. Ia berkata: "Sesungguhnya aku mempunyai satu pendapat yang hendak aku sampaikan kepadamu". Qadliy berkata: "Apa itu?". Ia berkata: "Aku berpandangan agar engkau keluar bersama orang-orang menuju kubur Al-Imam Muhammad bin Isma’iil Al-Bukhari .Makam beliau ada di Khartank. Lalu kita melakukan istisqaa' di sisi kuburnya, semoga Allah menurunkan hujan kepada kita". Qadli berkata: "Ya, aku setuju".
Maka, sang Qadli pun keluar dan diikuti oleh orang-orang bersamanya. Qadli tersebut melakukan istisqaa' bersama orang-orang. Orang-orang menangis di sisi kubur dan meminta syafa'at dengan perantara penghuni kubur ( Al-Imaam Al-Bukhari ). Setelah itu, Allah Ta'ala mengutus awan yang membawa hujan sangat lebat. Orang-orang tinggal di Khartank selama kurang lebih tujuh hari. Tidak seorang pun yang dapat pulang ke Samarqand karena derasnya hujan yang turun.
Jarak antara Khartank dan Samarqand sekitar tiga mil. Imam ad-Dzahabi tak berkomentar apa-apa terkait kisah ini, tak pula memungkiri atau membantahnya, karena sejatinya beliau menukil seutuhnya. Cerita serupa tentang kuburan Imam Bukhari ini juga dikisahkan oleh Tajuddin as-Subki dalam kitabnya Thabaqat as-Syafi'iyyah Al-Kubra.
Demikian keistimewaan Imam Al-Bukhari . Semoga kita mendapat keberkahan dari ilmu beliau dan Allah mengumpulkannya di tempat yang tinggi bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم . (Baca Juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih )
Khatam Al-Qur'an Ketika Salat Malam
Selain mencari ilmu, Imam Al-Bukhari juga dikenal sebagai ahli ibadah. Musabbah bin Said berkata: "Beliau ketika Ramadhan, siang hari khatam Al-Qur'an sekali. Adapun malamnya ketika shalat khatam baca Al-Qur'an setiap 3 malam."
Selain itu, beliau selalu shalat 2 rakaat setiap menuliskan satu biografi ulama ketika menulis Kitab at-Tarikh al-Kabir dan mandi lalu shalat 2 rakaat di setiap menuliskan satu hadits dalam shahih Bukhari.
(Baca Juga: Sebanyak 54.277 Orang Positif Corona Masih dalam Perawatan )
Tabarruk ke Kuburan Imam Bukhari
Ada kisah tak biasa berkaitan dengan keistimewaan Imam Al-Bukhari setelah beliau wafat. Pada tahun 464 H, terjadi kekeringan di Samarkand. Mereka melakukan salat istisqa' di dekat kuburan Imam Bukhari .
Imam ad-Dzahabi (wafat 748 H) berkata: "Dan telah berkata Abu 'Aliy Al-Ghassaaniy: Telah mengabarkan kepada kami Abul-Fath Nashr bin Al-Hasan As-Sakatiy As-Samarqandiy: "Kami datang dari negeri Valencia (Spanyol) pada tahun 464 H. Selama beberapa tahun hujan tidak turun pada kami di negeri Samarqand. Orang-orang melakukan istisqaa’ (shalat meminta hujan) beberapa kali, namun hujan tidak juga turun.
Maka, seorang laki-laki saleh yang dikenal dengan kesalehannya mendatangi Qadly negeri Samarqand. Ia berkata: "Sesungguhnya aku mempunyai satu pendapat yang hendak aku sampaikan kepadamu". Qadliy berkata: "Apa itu?". Ia berkata: "Aku berpandangan agar engkau keluar bersama orang-orang menuju kubur Al-Imam Muhammad bin Isma’iil Al-Bukhari .Makam beliau ada di Khartank. Lalu kita melakukan istisqaa' di sisi kuburnya, semoga Allah menurunkan hujan kepada kita". Qadli berkata: "Ya, aku setuju".
Maka, sang Qadli pun keluar dan diikuti oleh orang-orang bersamanya. Qadli tersebut melakukan istisqaa' bersama orang-orang. Orang-orang menangis di sisi kubur dan meminta syafa'at dengan perantara penghuni kubur ( Al-Imaam Al-Bukhari ). Setelah itu, Allah Ta'ala mengutus awan yang membawa hujan sangat lebat. Orang-orang tinggal di Khartank selama kurang lebih tujuh hari. Tidak seorang pun yang dapat pulang ke Samarqand karena derasnya hujan yang turun.
Jarak antara Khartank dan Samarqand sekitar tiga mil. Imam ad-Dzahabi tak berkomentar apa-apa terkait kisah ini, tak pula memungkiri atau membantahnya, karena sejatinya beliau menukil seutuhnya. Cerita serupa tentang kuburan Imam Bukhari ini juga dikisahkan oleh Tajuddin as-Subki dalam kitabnya Thabaqat as-Syafi'iyyah Al-Kubra.
Demikian keistimewaan Imam Al-Bukhari . Semoga kita mendapat keberkahan dari ilmu beliau dan Allah mengumpulkannya di tempat yang tinggi bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم . (Baca Juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih )
(rhs)
Lihat Juga :