Kisah Abu Dzar Al-Ghifari, Rela Menempuh Perjalanan Jauh Demi Bertemu Rasulullah

Selasa, 15 September 2020 - 21:56 WIB
loading...
Kisah Abu Dzar Al-Ghifari,...
Sulitnya perjalanan dan panasnya udara padang pasir tidak menyurutkan semangat Abu Dzar Al-Ghifari untuk bertemu Rasulullah. Foto ilustrasi/Ist
A A A
Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu bernama asli Jundub bin Janadah. Beliau adalah seorang yang tajam pengamatannya tentang kebenaran. Menurut riwayat, ia termasuk salah seorang yang menentang pemujaan berhala di zaman jahiliyah, mempunyaikepercayaan akan Ketuhanan serta iman kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.

Demikianlah, baru saja ia mendengar diutusnya seorang Nabi yang mencela berhala serta pemuja-pemujanya dan menyeru kepada Allah Yang Maha Esa lagi Perkasa, ia pun menyiapkan bekal dan segera mengayunkan kakinya. Jarak yang jauh tidak jadi penghalang untuk menemui sosok Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم . (Baca Juga: Perjalanan Panjang Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran )

Ghifar adalah suatu kabilah atau suku yang tak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Kabilah Ghifar ini tinggal di lembah Waddan yang menyambungkan Makkah dengan dunia luar.

Diceritakan dalam Buku "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" karya Khalid Muhammad Khalid, Abu Dzar Al-Ghifari datang ke Makkah terhuyung-huyung letih tetapi matanya bersinar bahagia. Sulitnya perjalanan dan panasnya udara padang pasir telah menyengat badannya dengan rasa sakit dan lelah. Tetapi tujuan yang hendak dicapainya telah meringankan penderitaan dan meniupkan semangat serta rasa gembira dalam jiwanya.

Ia memasuki Makkah dengan menyamar. Seolah-olah ia seorang yang hendak melakukan thawaf keliling berhala-berhala besar di Kakbah atau seolah-olah musafir yang tersesat dalam perjalanan. Atau lebih tepat orang yang telah menempuh jarak amat jauh, yang memerlukan istirahat dan menambah perbekalan.

Padahal, seandainya orang-orang Makkah mengetahui bahwa kedatangannya itu untuk menemui Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan mendengar keterangannya, pastilah mereka akan membunuhnya. Tetapi ia tak perduli akan dibunuh, asal saja setelah melintasi padang pasir luas, ia dapat menjumpai laki-laki yang dicarinya dan menyatakan iman kepadanya. Kebenaran dan dakwahyang diberikan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dapatmemuaskan hatinya.

(Baca Juga: Tambah 1.027 Kasus Positif COVID-19, Kapasitas Isolasi RS di Jakarta Tinggal 25% )

Ia terus melangkah sambil memasang telinga, dan setiap didengarnya orang memperkatakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ia pun mendekat dan menyimak dengan hati-hati. Hingga dari cerita yang tersebar di sana-sini, ia mendapatkan petunjuk tempat persembunyian baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Kala itu dakwah Rasulullah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Di suatu pagi hari, ia pergi ke tempat itu didapatinya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sedang duduk seorang diri. Didekatinya Rasulullah, lalu berkata: "Selamat pagi, wahai kawan sebangsa!" "Alaikas salam, wahai shahabat", ujar Rasulullah.

Kata Abu Dzar : "Bacakanlah kepadaku hasil gubahan anda!" Nabi berkata: "Ia bukan sya'ir hingga dapat digubah, tetapi adalah Qur'an yang mulia!"

"Bacakanlah kalau begitu!" kata Abu Dzar pula. Maka dibacakanlah oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم , sedang Abu Dzar mendengarkan dengan penuh perhatian. Hingga tidak berselang lama ia punberseru: "Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh".

"Anda dari mana, saudara sebangsa?" tanya Rasulullah. "Dari Ghifar," ujarnya.

Maka terbukalah senyum lebar di kedua bibir Rasulullah صلى الله عليه سلم , sementara wajahnya diliputi rasa kagum dan takjub. Abu Dzar tersenyum pula, karena ia mengetahui rasa terpendam di balik rasa kagum Rasulullah صلى الله عليه وسلم demi mendengar bahwa orang yang telah mengaku Islam di hadapannya secara terus terang itu, seorang laki-laki dari Ghifar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Rekomendasi
Teliti Mumi Menjerit,...
Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Ibn al-Haitham: Ilmuwan...
Ibn al-Haitham: Ilmuwan Gila Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Arus Besar Laut Samudera...
Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah, Bumi Dalam Bahaya
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved