Kisah Hikmah : Ketika Orang Saleh Berhenti Membaca Selawat, Apa yang Terjadi?
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka itu benar. Hanya saja kau tidak mengingatku melalui shalawat. Sementara daya pengenalanku terhadap umatku bergantung pada kekuatan mereka membaca selawat," kata Rasulullah.
Ia pun terbangun. Hatinya begitu sedih. Tetapi ia menyadari bahwa sudah sekian bulan ia tidak membaca sholawat. Ia kemudian bertekad dalam hatinya untuk membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali setiap hari. Ia pun kemudian membuktikan tekadnya dengan baik.
Pada suatu malam kemudian ia berjumpa dengan Rasulullah SAW dalam mimpinya. Ia disapa dengan hangat oleh Rasulullah. "Sekarang aku mengenalimu dan aku memberikan syafaatku untukmu," kata Rasulullah SAW penuh perhatian.
Tanggapan Rasulullah begitu hangat karena orang saleh itu dengan amalan shalawatnya menunjukkan dirinya sebagai pecinta Rasulullah SAW.
Kisah singkat ini memberi kita pelajaran berharga betapa sholawat yang sebagian orang mungkin dianggap remeh, ternyata dapat membawa keberuntungan. Berkat sholawat yang dibaca, seseorang dikenal oleh Nabi dan disambut hangat oleh Beliau dalam mimpi.
Tak heran jika Nabi sendiri bersabda dalam satu Hadis yang masyhur:
"Selawat dan doa umatku sampai kepadaku pada setiap hari Jumat, orang yang paling banyak bersholawat kepadaku di antara mereka adalah orang yang paling terdekat denganku kedudukannya." (HR Al-Baihaqi No 5995)
Referensi:
Kitab Mukasyafatul Qulub Al-Muqarribu ila Hadhrati 'Allamil Ghuyub fi Ilmit Tashawwuf karya Imam Al-Ghazali.
Baca juga: Kapan 1 Syaban 1447 Hijriah? Penanda Bulan Ramadan Semakin Dekat
Ia pun terbangun. Hatinya begitu sedih. Tetapi ia menyadari bahwa sudah sekian bulan ia tidak membaca sholawat. Ia kemudian bertekad dalam hatinya untuk membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali setiap hari. Ia pun kemudian membuktikan tekadnya dengan baik.
Pada suatu malam kemudian ia berjumpa dengan Rasulullah SAW dalam mimpinya. Ia disapa dengan hangat oleh Rasulullah. "Sekarang aku mengenalimu dan aku memberikan syafaatku untukmu," kata Rasulullah SAW penuh perhatian.
Tanggapan Rasulullah begitu hangat karena orang saleh itu dengan amalan shalawatnya menunjukkan dirinya sebagai pecinta Rasulullah SAW.
Kisah singkat ini memberi kita pelajaran berharga betapa sholawat yang sebagian orang mungkin dianggap remeh, ternyata dapat membawa keberuntungan. Berkat sholawat yang dibaca, seseorang dikenal oleh Nabi dan disambut hangat oleh Beliau dalam mimpi.
Tak heran jika Nabi sendiri bersabda dalam satu Hadis yang masyhur:
صَلَاةُ أُمَّتِي تُعرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ؛ فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً
"Selawat dan doa umatku sampai kepadaku pada setiap hari Jumat, orang yang paling banyak bersholawat kepadaku di antara mereka adalah orang yang paling terdekat denganku kedudukannya." (HR Al-Baihaqi No 5995)
Referensi:
Kitab Mukasyafatul Qulub Al-Muqarribu ila Hadhrati 'Allamil Ghuyub fi Ilmit Tashawwuf karya Imam Al-Ghazali.
Baca juga: Kapan 1 Syaban 1447 Hijriah? Penanda Bulan Ramadan Semakin Dekat
(wid)
Lihat Juga :