Darimana Asal-usul Bangsa Iran, Negara Republik Islam yang Berani Perang Lawan AS-Israel Ini?
Selasa, 20 Januari 2026 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Dinasti-dinasti itu antara lain adalah Dinasti Samanid (892-999 M), Gaznawi (999- 1037 M) dan Saljuk (1037-1157 M). Hal ini bermula dari rasa terima kasih Khalifah al-Makmun (813-833) kepada panglima perangnya, Tahir bin Husain yang telah berjasa memulihkan kekuasaannya, yakni memberikan wewenang kepada Tahir ibn Husain untuk mendirikan Dinasti Tahiriy (820-872 M) di Khurasan (Iran).
Dalam track-record (catatan sejarah) sepeninggal Imam Junaid, pimpinan Tarekat Safawiyah digantikan oleh putranya yang bernama Haidar. Haidar mempersunting putri Uzun Hasan dan melahirkan anak yang bernama Ismail. Sang anak ini kelak berhasil mendirikan Dinasti Safawi di Persia.
Haidar menjadi pemimpin Safawiyah, menjalin kerjasama dengan Ak-Koyunlu. Atas kerjasama itu, pada tahun 1467 M Ak-Koyunlu melancarkan agresi kepada kerajaan Kara-Koyunlu untuk membantu memenuhi ambisi politik dan militer Safawiyah.
Pada tahun 1488 M, aliansi yang dibangun oleh kedua kekuatan ini retak, ketika Safawiyah melancarkan agresi politik ancaman terhadap Ak-koyunlu.
Tatkala Haidar menyerang Syirwan, Ak-Koyunlu mengirim detasemen pasukan untuk membantu Syirwan di wilayah Sircassia. Namun pasukan Haidar kalah dan terbunuh dalam pertempuran itu.
Ali adalah putra dan penggati Haidar, didesak oleh bala tentaranya untuk menuntut balas atas kematian ayahnya, terutama terhadap Ak-Koyunlu. Tetapi Yakub sebagai pemimpin Ak-Koyunlu berhasil menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya Ibrahim dan Ismail, sementara ibunya di Fars selama empat tahun, yaitu antara tahun 1489 sampai 1493 M.
Ali dan saudaranya dibebaskan oleh Rustam, putra mahkota Ak-Koyunlu dengan syarat mau membantu memerangi saudara sepupunya. Setelah saudara sepupu Rustam dapat dikalahkan, Ali bersama saudaranya kembali ke Ardabil. Tetapi, tidak lama kemudian Rustam berbalik memusuhi dan menyerang Ali bersaudara. Ali sendiri terbunuh dalam serangan ini pada tahun 1494 M.
Kepemimpinan gerakan Safawiyah selanjutnya berada di tangan Ismail, saat masih berusia tujuh tahun. Selama lima tahun bersama pasukannya bermarkas di Gilan, mempersiapkan kekuatan dan mengadakan kontak dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syiria dan Anatolia.
Pasukan yang dipersiapkan itu dinamai Qizilbash (baret merah). Pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash menumpas dan mengalahkan Ak-Koyunlu dalam peperangan di dekat Nakhchivan.
Selanjutnya, pasukan ini berhasil menaklukan Tibriz pusat kekuasaan Ak-Koyunlu. Di kota ini Ismail memproklamirkan Dinasti Safawi berdiri dan menobatkan dirinya sebagai raja pertama.
Baca juga: Netanyahu Gertak Iran: Israel Akan Bertindak dengan Kekuatan yang Belum Pernah Dilihat!
Dalam track-record (catatan sejarah) sepeninggal Imam Junaid, pimpinan Tarekat Safawiyah digantikan oleh putranya yang bernama Haidar. Haidar mempersunting putri Uzun Hasan dan melahirkan anak yang bernama Ismail. Sang anak ini kelak berhasil mendirikan Dinasti Safawi di Persia.
Haidar menjadi pemimpin Safawiyah, menjalin kerjasama dengan Ak-Koyunlu. Atas kerjasama itu, pada tahun 1467 M Ak-Koyunlu melancarkan agresi kepada kerajaan Kara-Koyunlu untuk membantu memenuhi ambisi politik dan militer Safawiyah.
Pada tahun 1488 M, aliansi yang dibangun oleh kedua kekuatan ini retak, ketika Safawiyah melancarkan agresi politik ancaman terhadap Ak-koyunlu.
Tatkala Haidar menyerang Syirwan, Ak-Koyunlu mengirim detasemen pasukan untuk membantu Syirwan di wilayah Sircassia. Namun pasukan Haidar kalah dan terbunuh dalam pertempuran itu.
Ali adalah putra dan penggati Haidar, didesak oleh bala tentaranya untuk menuntut balas atas kematian ayahnya, terutama terhadap Ak-Koyunlu. Tetapi Yakub sebagai pemimpin Ak-Koyunlu berhasil menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya Ibrahim dan Ismail, sementara ibunya di Fars selama empat tahun, yaitu antara tahun 1489 sampai 1493 M.
Ali dan saudaranya dibebaskan oleh Rustam, putra mahkota Ak-Koyunlu dengan syarat mau membantu memerangi saudara sepupunya. Setelah saudara sepupu Rustam dapat dikalahkan, Ali bersama saudaranya kembali ke Ardabil. Tetapi, tidak lama kemudian Rustam berbalik memusuhi dan menyerang Ali bersaudara. Ali sendiri terbunuh dalam serangan ini pada tahun 1494 M.
Kepemimpinan gerakan Safawiyah selanjutnya berada di tangan Ismail, saat masih berusia tujuh tahun. Selama lima tahun bersama pasukannya bermarkas di Gilan, mempersiapkan kekuatan dan mengadakan kontak dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syiria dan Anatolia.
Pasukan yang dipersiapkan itu dinamai Qizilbash (baret merah). Pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash menumpas dan mengalahkan Ak-Koyunlu dalam peperangan di dekat Nakhchivan.
Selanjutnya, pasukan ini berhasil menaklukan Tibriz pusat kekuasaan Ak-Koyunlu. Di kota ini Ismail memproklamirkan Dinasti Safawi berdiri dan menobatkan dirinya sebagai raja pertama.
Baca juga: Netanyahu Gertak Iran: Israel Akan Bertindak dengan Kekuatan yang Belum Pernah Dilihat!
(wid)
Lihat Juga :