Mengapa Ada Malam Nisfu Syaban? Bagaimana Asal-usulnya?
Minggu, 25 Januari 2026 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Risalah ini disarikan dari beberapa kitab-kitab besar terkait. Seperti kitab Al-Idhah karya Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (1503 M, Mesir - 1566 M, Jannatul Mualla Mekkah), kitab Maa Ja’a fi Syahri Sya’ban karya Al-Hafidh Abul Khattab Dihyah Al-Andalusi (wafat 1207 M Maroko) dan kitab Fi Lailatin Nishfi karya Imam Ali Al-Ajhuri Al-Maliki Al-Mishri (wafat 1655 M di Mesir)
Menurut Syekh Abdullah Al-Ghumari, keutamaan malam Nisfu Syaban ini, sebenarnya sudah populer sejak dulu, terutama era generasi tabi'in. Saat malam itu tiba, orang-orang akan menghidupkan malam dengan beribadah, memanjatkan doa dan membaca zikir-zikir.
Baca juga: Peristiwa Penting di Bulan Syaban, Turunnya Perintah Puasa di Bulan Ramadan
Maknanya, dari hadis-hadis tersebut ada yang shahih, ada yang juga yang dhaif, bahkan maudhu’ (palsu). Akan tetapi di antara yang lemah dan palsu itu, ada satu hadits yang dihukumi oleh jumhur lama hadits ini sebagai hadis shahih.
Hadis yang dianggap shahih dan menjadi sandaran amalan ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman: Nabi SAW bersabda: "Allah SWT melihat kepada hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT mengampuni dosa semua makhlukNya kecuali orang musyrik dan orang yang sedang berseteru (dengan saudaranya)”. (HR al-Baihaqi).
Syekh al-Albani menshahihkan hadis ini dalam kitabnya al-Silsilah al- Ahadits al-Shahihah. Beliau menjelaskan tentang shahihnya hadis ini beserta seluruh jalurnya dalam 4 halaman kitabnya di jilid ke 3. Beliau mengatakan:"Hadis shahih, diriwayatkan oleh jumlah banyak dari para sahabat, dari berbagai jalur sanad yang saling menguatkan satu sama lain."
Baca juga: Informasi tentang jadwal sholat dan imsakiyah selama Ramadan 2026 di https://kalam.sindonews.com/jadwalsholat
Menurut Syekh Abdullah Al-Ghumari, keutamaan malam Nisfu Syaban ini, sebenarnya sudah populer sejak dulu, terutama era generasi tabi'in. Saat malam itu tiba, orang-orang akan menghidupkan malam dengan beribadah, memanjatkan doa dan membaca zikir-zikir.
Baca juga: Peristiwa Penting di Bulan Syaban, Turunnya Perintah Puasa di Bulan Ramadan
Hadis Sandaran
Peneliti Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Zarkasih Lc mengatakan, memang ada hadis tentang kemuliaan nalam Nisfu Sya’ban. Hadis tentang kemuliaan malam Nisfu Sya’ban itu yang menjadi sandaran bagi mereka yang membudayakan dan membiasakan menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan ibadah meski tidak semua shahih.Maknanya, dari hadis-hadis tersebut ada yang shahih, ada yang juga yang dhaif, bahkan maudhu’ (palsu). Akan tetapi di antara yang lemah dan palsu itu, ada satu hadits yang dihukumi oleh jumhur lama hadits ini sebagai hadis shahih.
Hadis yang dianggap shahih dan menjadi sandaran amalan ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman: Nabi SAW bersabda: "Allah SWT melihat kepada hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT mengampuni dosa semua makhlukNya kecuali orang musyrik dan orang yang sedang berseteru (dengan saudaranya)”. (HR al-Baihaqi).
Syekh al-Albani menshahihkan hadis ini dalam kitabnya al-Silsilah al- Ahadits al-Shahihah. Beliau menjelaskan tentang shahihnya hadis ini beserta seluruh jalurnya dalam 4 halaman kitabnya di jilid ke 3. Beliau mengatakan:"Hadis shahih, diriwayatkan oleh jumlah banyak dari para sahabat, dari berbagai jalur sanad yang saling menguatkan satu sama lain."
Baca juga: Informasi tentang jadwal sholat dan imsakiyah selama Ramadan 2026 di https://kalam.sindonews.com/jadwalsholat
(wid)
Lihat Juga :