Mengapa Ada Malam Nisfu Syaban? Bagaimana Asal-usulnya?

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:15 WIB
loading...
Mengapa Ada Malam Nisfu...
Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban (15 Syaban) dalam Kalender Islam ini bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2026 mendatang. Sedangkan malam Nisfu Syaban akan dimulai dari tanggal 2 Februari di waktu setelah maghrib. Foto ilustrasi/ist
A A A
Mengapa ada malam Nisfu Syaban ? Bagaimana sejarah dan asal-usul adanya malam istimewa di bulan Syaban tersebut? Dan siapa pencetusnya? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini:

Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban (15 Syaban) dalam Kalender Islam ini bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2026 mendatang. Sedangkan malam Nisfu Syaban akan dimulai dari tanggal 2 Februari di waktu setelah maghrib. Malam Nisfu Syaban bagi umat Islam dianggap malam istimewa dan banyak keutamaan.

Nama-nama Nisfu Syaban ini diterjemahkan menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan "malam pembebasan", dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah, berzikir, membaca Al-Quran, berselawat dan muhasabah diri.



Ibnu Rajab, salah satu ulama kondang dari Mazhab Al-Hanabilah , dalam kitabnya "Lathaif Al-Ma’arif fima li Mawasim Al-Aam min Al-Wadha'if" menyebut budaya menghidupkan malam nisfu Syaban adalah Syaikh Khalid bin Ma’dan bin Abi Karb al-Kila’iy dari Syam (Wafat: 104 Hijrah). Beliau seorang ulama dari kalangan tabi’in yang ahli ibadah.

Baca juga: Asal-usul dan Sejarah Singkat Disyariatkannya Puasa Ramadan

Namanya tertulis dalam daftar rijal ulama hadis. Beliau masuk dalam kategori tsiqah, dan terkenal sebagai seorang ahli ibadah yang wara’. Khalid lahir di Yaman, akan tetapi lama tinggal di Hamsh, Syam dan wafat di tempat yang sama.

Dalam kitabnya al-A’lam (2/299), Imam Al-Zirikli menukil cerita dari Ibnu Asakir. Dia (Ibnu Asakir) menyebutkan bahwa Khalid bin Ma’dan orang yang rajin sekali bertasbih. Saat sedang sekarat pun, tangannya terlihat bergerak seperti sedang bertasbih.

Dari kebiasaan yang dilakukan oleh Khalid bin Ma’dan, lalu diikuti oleh ulama syam lainnya; Makhul, juga Luqman bin ‘Amir. Kebiasaan itu pun diikuti oleh para masyarakat. Bukan hanya sekitaran Syam, akan tetapi hampir seluruh pelosok negeri Islam, melakukan kebiasaan menghidupkan malam nisfu Syaban ini.

Perihal keutamaan malam Nisfu Sya'ban dijelaskan Asy-Syaikh As-Sayyid Abu Al-Fadhl Abdullah bin Muhammad bin Ash-Siddiq Al-Ghumari Asy-Syadziliyyah (wafat 1993 M di Maroko) dalam risalahnya berjudul "Kitab Husnul Bayan fi Lailatin Nishfi min Syaban".

Risalah ini disarikan dari beberapa kitab-kitab besar terkait. Seperti kitab Al-Idhah karya Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (1503 M, Mesir - 1566 M, Jannatul Mualla Mekkah), kitab Maa Ja’a fi Syahri Sya’ban karya Al-Hafidh Abul Khattab Dihyah Al-Andalusi (wafat 1207 M Maroko) dan kitab Fi Lailatin Nishfi karya Imam Ali Al-Ajhuri Al-Maliki Al-Mishri (wafat 1655 M di Mesir)

Menurut Syekh Abdullah Al-Ghumari, keutamaan malam Nisfu Syaban ini, sebenarnya sudah populer sejak dulu, terutama era generasi tabi'in. Saat malam itu tiba, orang-orang akan menghidupkan malam dengan beribadah, memanjatkan doa dan membaca zikir-zikir.

Baca juga: Peristiwa Penting di Bulan Syaban, Turunnya Perintah Puasa di Bulan Ramadan

Hadis Sandaran

Peneliti Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Zarkasih Lc mengatakan, memang ada hadis tentang kemuliaan nalam Nisfu Sya’ban. Hadis tentang kemuliaan malam Nisfu Sya’ban itu yang menjadi sandaran bagi mereka yang membudayakan dan membiasakan menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan ibadah meski tidak semua shahih.

Maknanya, dari hadis-hadis tersebut ada yang shahih, ada yang juga yang dhaif, bahkan maudhu’ (palsu). Akan tetapi di antara yang lemah dan palsu itu, ada satu hadits yang dihukumi oleh jumhur lama hadits ini sebagai hadis shahih.

Hadis yang dianggap shahih dan menjadi sandaran amalan ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman: Nabi SAW bersabda: "Allah SWT melihat kepada hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT mengampuni dosa semua makhlukNya kecuali orang musyrik dan orang yang sedang berseteru (dengan saudaranya)”. (HR al-Baihaqi).

Syekh al-Albani menshahihkan hadis ini dalam kitabnya al-Silsilah al- Ahadits al-Shahihah. Beliau menjelaskan tentang shahihnya hadis ini beserta seluruh jalurnya dalam 4 halaman kitabnya di jilid ke 3. Beliau mengatakan:"Hadis shahih, diriwayatkan oleh jumlah banyak dari para sahabat, dari berbagai jalur sanad yang saling menguatkan satu sama lain."

Baca juga: Informasi tentang jadwal sholat dan imsakiyah selama Ramadan 2026 di https://kalam.sindonews.com/jadwalsholat
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Mengapa Ada Pensyariatan...
Mengapa Ada Pensyariatan Puasa Ramadan? Begini Asal-usul dan Sejarahnya
Rekomendasi
4 Fosil Paling Lengkap...
4 Fosil Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan Di Dunia
3,5 Abad Diburu, Harta...
3,5 Abad Diburu, Harta Karun di Laut Bahama Masih Banyak Tersisa, Ini Penampakannya
Menilik Sejarah Payung...
Menilik Sejarah Payung dari Masa ke Masa
Artikel Terkini
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved