Kisah Hikmah : Sahabat Nabi SAW yang Berpura-pura Berbuka Puasa
Kamis, 19 Februari 2026 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Sang tamu pun dipersilakan menyantap hidangan yang serba pas-pasan itu. Namun, Tsabit dan istrinya cuma berkecap-kecap seolah ikut bersantap, padahal tangan keduanya sama sekali tak menyentuh hidangan.
Esok harinya, sang tamu pamit untuk melanjutkan perjalanannya. Tsabit pun kembali menghadiri majelis untuk mendapatkan berkah dan pencerahan dari Nabi. Ketika Tsabit dan Rasulullah bertemu, Rasulullah tersenyum dan berkata:
"Wahai Tsabit, Allah menghargai pelayananmu terhadap tamumu semalam."
Mendengar perkataan Nabi, Tsabit terkejut diliputi rasa malu dan bahagia. Demikian kisah sahabat Nabi yang berpura-pura berbuka demi memuliakan tamunya. Semoga kisah ini bermanfaat.
Referensi:
Kitab Ad-Durr Al-Mantsur fi Tafsir Al-Ma'tsur (Jilid 1), karya Imam Jalaluddin Abdurrahman asy-Syuyuti
Baca juga: Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriyah : Saatnya Membasuh Diri dengan Ampunan di Bulan Suci
Esok harinya, sang tamu pamit untuk melanjutkan perjalanannya. Tsabit pun kembali menghadiri majelis untuk mendapatkan berkah dan pencerahan dari Nabi. Ketika Tsabit dan Rasulullah bertemu, Rasulullah tersenyum dan berkata:
"Wahai Tsabit, Allah menghargai pelayananmu terhadap tamumu semalam."
Mendengar perkataan Nabi, Tsabit terkejut diliputi rasa malu dan bahagia. Demikian kisah sahabat Nabi yang berpura-pura berbuka demi memuliakan tamunya. Semoga kisah ini bermanfaat.
Referensi:
Kitab Ad-Durr Al-Mantsur fi Tafsir Al-Ma'tsur (Jilid 1), karya Imam Jalaluddin Abdurrahman asy-Syuyuti
Baca juga: Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriyah : Saatnya Membasuh Diri dengan Ampunan di Bulan Suci
(wid)
Lihat Juga :