Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar

Senin, 02 Maret 2026 - 15:45 WIB
loading...
Kisah Teladan di Bulan...
Saat perang Badar terjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi Rasulullah SAW, peperangan yang terlihat mustahil itu, akhirnya dimenangkan umat Muslim dengan pertolongan Allah dan doa-doa Rasulullah SAW. Foto ilustrasi/ist
A A A
Kisah teladan di bulan Ramadan ini datang dari sahabat Nabi SAW yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat perang Badar terjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam. Peperangan yang terlihat mustahil itu, akhirnya dimenangkan umat Muslim dengan pertolongan Allah dan doa-doa Rasulullah SAW.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" mengisahkan kala itu pihak Muslimin membangun sebuah dangau di barisan belakang, sehingga jika nanti kemenangan berada di pihak mereka, Rasulullah dapat kembali ke Madinah . Hal itu seperti diusulkan oleh Sa'd bin Mu'az.

Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Nabi tinggal dalam dangau itu sambil mengawasi jalannya pertempuran. Pada saat pertempurah berkecamuk, Rasulullah melihat jumlah pihak musuh yang begitu besar sedang pasukan muslimin hanya sedikit. Beliau berpaling ke arah kiblat, menghadapkan diri dengan seluruh hati sanubarinya kepada Allah.



Beliau berdoa membisikkan permohonan dalam hatinya agar Allah memberikan pertolongan, sambil katanya:

"Allahumma ya Allah! Inilah Quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha hendak mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini sekarang binasa tidak lagi ada ibadat kepada-Mu."

Baca juga: Peristiwa Penting Bulan Ramadan, Salah Satunya Perang Badar

Sementara Rasulullah masih hanyut dalam doa, sambil merentangkan tangan menghadap kiblat itu, mantelnya terjatuh. Dalam keadaan serupa itu ia terangguk sejenak terbawa kantuk, dan ketika itu juga tampak olehnya pertolongan Allah itu datang. Beliau sadar kembali, kemudian beliau bangun dengan penuh rasa gembira. Beliau keluar menemui sahabat-sahabatnya sambil berkata kepada mereka:

"Demi Dia yang memegang hidup Muhammad. Setiap seorang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia gugur, maka Allah akan menempatkannya di dalam surga."

Abu Bakar di Perang Badar

Demikianlah keadaan Rasulullah. Tidak yakin akan kemenangan pasukan muslim yang hanya sedikit itu dalam menghadapi lawan yang jauh lebih banyak, dengan diam-diam jiwanya mengadakan hubungan dengan Allah memohon pertolongan. Kemudian terbuka di hadapannya tabir hari yang amat menentukan itu dalam sejarah Islam.

Abu Bakar tetap di samping Rasulullah. Dengan penuh iman ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong agama-Nya. Dengan hati penuh kepercayaan akan datangnya pertolongan itu. Dengan penuh kekaguman akan Rasulullah dalam doanya kepada Allah, dengan perasaan terharu kepada Rasulullah karena kekhawatiran yang begitu besar menghadapi nasib yang akan terjadi hari itu, ketika itulah Rasulullah berdoa mengimbau, bermohon dan meminta kepada Allah akan memenuhi janji-Nya.

Itulah yang diulangnya, diulang sekali lagi, hingga mantelnya terjatuh, itulah yang membuatnya berdoa sambil ia mengembalikan mantel itu ke bahu Nabi: "Rasulullah, dengan doamu Allah akan memenuhi apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu."

Haekal mengatakan banyak orang yang sudah biasa dengan, suatu kepercayaan sudah tak ragu lagi, sampai-sampai ia jadi fanatik dan kaku dengan kepercayaannya itu. Bahkan ada yang sudah tidak tahan lagi melihat muka orang yang berbeda kepercayaan.

Mereka menganggap bahwa iman yang sebenarnya harus fanatik, keras, dan tegar. Sebaliknya Abu Bakar, dengan keimanannya yang begitu agung dan begitu teguh, tak pernah goyah dan ragu, jauh dari sikap kasar.

Sikapnya lebih lunak, penuh pemaaf, penuh kasih bila iman itu sudah mendapat kemenangan. Dengan begitu, dalam hatinya terpadu dua prinsip kemanusiaan yang paling mendasari: mencintai kebenaran, dan penuh kasih sayang.

Demi kebenaran itu segalanya bukan apa-apa baginya, terutama masalah hidup duniawi. Apabila kebenaran itu sudah dijunjung tinggi, maka lahir pula rasa kasih sayang, dan ia akan berpegang teguh pada prinsip ini seperti pada yang pertama. Terasa lemah ia menghadapi semua itu sehingga matanya basah oleh air mata yang deras mengalir.

Baca juga: Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman Akankah Segera Terjadi?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Rekomendasi
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Riset Terbaru Sebut...
Riset Terbaru Sebut Air Hujan di Seluruh Dunia Mengandung Racun
Tulang Belulang Raksasa...
Tulang Belulang Raksasa Berceceran, Arkeologi Temukan Sarang Gajah Purba
Artikel Terkini
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved