Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Rabu, 11 Maret 2026 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
(siapa yang hendak pulang), karena telah beriktikaf bersama nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (sejak 10 hari yang lalu), maka kembalilah ketempat iktikaf kalian”
Abu Sa’id berkatalagi : “Maka kamipun kembali ketempat i’tikaf, (saat itu) kami melihat ke langit, tidak ada sedikitpun awan, walaupun hanya tipis. Lalu datanglah awan yang membawa hujan, sampai air bertetesan dari atap masjid -ketika itu atap terbuat dari pelepah kurma- Lalu shalatpun didirikan, dan akupun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersujud pada air dan tanah (becek). Sampai-sampai aku melihat sisa-sisa tanah berada didahi beliau” (HR. Al-Bukhari no 2016 dan Muslim no 1167)
Inilah kisah iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan pada cerita tersebut ada sebuah pesan bahwa, salah satu tujuan iktikaf adalah untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
“Siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar, karena dasar iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni” (HR. Al-Bukhari no 1901)
Dan dalam ayat Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Malam lailatul qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan” (QS. Al-Qadar : 3)
Baca juga: Siap-siap Iktikaf, Begini Tata Cara dan Syaratnya
Abu Sa’id berkatalagi : “Maka kamipun kembali ketempat i’tikaf, (saat itu) kami melihat ke langit, tidak ada sedikitpun awan, walaupun hanya tipis. Lalu datanglah awan yang membawa hujan, sampai air bertetesan dari atap masjid -ketika itu atap terbuat dari pelepah kurma- Lalu shalatpun didirikan, dan akupun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersujud pada air dan tanah (becek). Sampai-sampai aku melihat sisa-sisa tanah berada didahi beliau” (HR. Al-Bukhari no 2016 dan Muslim no 1167)
Inilah kisah iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan pada cerita tersebut ada sebuah pesan bahwa, salah satu tujuan iktikaf adalah untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar, karena dasar iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni” (HR. Al-Bukhari no 1901)
Dan dalam ayat Al-Qur’an, Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam lailatul qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan” (QS. Al-Qadar : 3)
Baca juga: Siap-siap Iktikaf, Begini Tata Cara dan Syaratnya
(wid)
Lihat Juga :