Bayar Zakat Fitrah Lebih Baik dengan Beras atau Uang? Begini Penjelasan 4 Mazhab

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:20 WIB
loading...
Bayar Zakat Fitrah Lebih...
Pada pelaksanaannya, menunaikan zakat fitrah dengan beras ataupun uang adalah diperbolehkan. Masing-masing cara tersebut didasarkan pada hadis ataupun pandangan ulama-ulama terdahulu terutama menurut pandangan 4 mazhab. Foto ilustrasi/ist
A A A
Menjelang akhir Ramadan, kewajiban membayar zakat fitrah harus segera ditunaikan. Pertanyaannya, ketika hendak membayar zakat mana yang lebih utama memberikan beras atau uang? Simak ulasannya berikut ini.

Pada pelaksanaannya, menunaikan zakat fitrah dengan beras ataupun uang adalah diperbolehkan. Masing-masing cara tersebut didasarkan pada hadis ataupun pandangan ulama-ulama terdahulu.

Melihat sejarah dan pengertian umum terkait zakat fitrah , sebagian orang menganggap makanan pokok seperti beras lebih dianjurkan ketika mengeluarkan zakat fitrah. Hal ini didasarkan pada ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang mewajibkan umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah dengan memberikan satu sha' kurma atau satu sha' gandum.



Kalangan mayoritas mazhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali pun melandaskan dalil mereka dari hadis di atas. Beberapa di antaranya bahkan menyebutkan tidak sah hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah diwajibkan.

Baca juga: Panduan dan Adab-adab Iktikaf, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Pada sisi lain, kalangan mazhab Syafiyyah, semisal Imam Nawawi dan as-Syaukani memperbolehkan pengeluaran zakat fitrah dengan uang. Namun, mereka menetapkan syarat kondisi darurat, seperti sulit memperoleh makanan pokok.

Sementara kalangan ulama mazhab Hanafi, mereka memperbolehkan zakat fitrah diganti dengan uang. Adapun mereka melandaskan dalilnya secara kontekstual hadits atau maqâshid syariah-nya.

Pada persoalan zakat fitrah, ulama-ulama mazhab Hanafi menganggap bahwa tujuan disyari’atkannya zakat fitrah untuk mencukupi kebutuhan seluruh orang Islam pada hari raya Idulfitri. "Cukupilah kebutuhan (fakir miskin), agar mereka tidak meminta-minta pada hari seperti ini." (Sunan Daruqutni, No. 67)

Berdasarkan hadis di atas, mereka berpandangan bahwa kalimat ‘mencukupi kebutuhan orang-orang fakir dan miskin’ tidak selalu menggunakan makanan pokok. Namun, dapat juga dengan uang karena bisa digunakan untuk keperluan lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Zulhijjah Bulan Berkurban...
Zulhijjah Bulan Berkurban : Inilah Hukum Kurban Menurut 4 Mazhab
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Wajib atau Sunnah? Begini...
Wajib atau Sunnah? Begini Status Hukum Kurban dalam 4 Mazhab
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Puasa Syawal dalam Pandangan...
Puasa Syawal dalam Pandangan 4 Mazhab
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Rekomendasi
Tadabur 5 Ayat Surat...
Tadabur 5 Ayat Surat Yasin tentang Fenomena Alam, Simak di Sini!
5 Tanda Kiamat dari...
5 Tanda Kiamat dari Bawah Tanah, Nomor 1 dan 3 Sudah Terjadi di Indonesia
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Begini Penjelasan, Mengapa...
Begini Penjelasan, Mengapa Adab Lebih Penting daripada Ilmu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved