10 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Safar
Rabu, 31 Agustus 2022 - 21:50 WIB
loading...
Dinamakan bulan Safar, karena bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Shafar (صفر) atau Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam (Hijriyah). Hari ini kita sudah memasuki 3 Safar 1444 Hijriyah bertepatan 31 Agustus 2022.
Meski tidak seagung bulan Muharram, banyak peristiwa bersejarah terjadi di bulan Safar. Safar berasal dari kata Shifr(صفر) yang berarti kosong. Dinamakan Safar atau Shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Banyak peristiwa pentingterjadi di bulan Shafar.
Baca Juga: Selamat Datang Shafar, Bulan Peperangan dan Pesimisnya Arab Jahiliyah
Beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Safar ini di antaranya peperangan yang terjadi pada kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم. Berikut peristiwanya:
1. Perang Al-Abwa atau Waddan
Perang ini merupakan pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Penyergapan Kafilah berlangsung 623-624, yang kemudian menyebabkan terjadinya Perang Badar. Ibnul Qoyyim mengatakan, "Beliau صلى الله عليه وسلم berperang sendiri dalam perang 'Abwan' atau dikenal dengan 'Waddan' terjadi pada bulan Shafar, dua belas bulan dari peristiwa Hijriyah. Yang membawa bendera perang adalah Hamzah bin Abdul Mutholib berwana putih. Yang menggantikan di Madinah adalah Sa'ad bin Ubadah. Orang-orang Muhajirin keluar khusus untuk menghadang barang dagangan Quraisy. Mereka tidak mendapatkan tipu daya.
Dalam perang ini, beliau صلى الله عليه وسلم mengambil perjanjian Makhsyi bin Amr Ad-Dumari pemimpin Bani Dumar untuk tidak menyerang Bani Dumar dan mereka tidak menyerang (kaum muslimin), tidak mengumpulkan (pasukan) dan tidak membantu musuh. Perdamaian itu ditulis antara beliau dan mereka dalam suatu perjanjian. (Zadul Ma'ad, 3/164, 165).
2. Peristiwa Mata Air Roji'
Ketika bulan Shafar (tahun ketiga Hijriyah), kaum Adhal dan Qorah datang. Mereka menyebutkan di dalam (kaum) mereka ada yang masuk Islam sehingga mereka meminta agar diutus bersama mereka orang yang mengajarkan agama dan membacakan Qur'an. Sehingga diutuslah bersama mereka enam orang (menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara Al-Bukhari mengatakan sepuluh sahabat). Diangkat jadi pemimpinnya adalah Martsad bin Abi Martsad Al-Gonawi. Di dalamnya juga ada Khubaib bin Ady. Mereka pergi bersamanya.
Ketika sampai di mata air Roji', yaitu mata air kepunyaan Huzail ke arah Hijaz, kau Adhal dan Qorah berkhianat. Mereka minta tolong suku Huzail lalu mereka datang mengepungnya. Maka para sahabat hampir semuanya dibunuh, sedangkan Khubaib bin Ady dan Zaid bin Datsinah ditawan. Keduanya dijual di Mekkah dan keduanya pernah membunuh pembesar (Mekkah) waktu perang Badar. (Zadul Ma’ad, 3/244).
3. Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
Pada bulan Shafar tahun keempat terjadi perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah). Ringkasnya adalah bahwa Abu Barra' Amir bin Malik yang disebut 'Pemain Kepala Tombak' mendatangi Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu dia diajak masuk Islam tapi dia tidak bersedia namun juga tidak menjauh.
Dia mengatakan, "Wahai Rasulullah , kirimlah sahabat-sahabatmu ke penduduk Najd mengajak ke agamamu. Saya harap mereka menerimanya." Beliau mengatakan, "Saya khawatir keselamatan mereka dari penduduk Najd." Abu Barra' mengatakan, "Saya yang melindungi mereka."
Meski tidak seagung bulan Muharram, banyak peristiwa bersejarah terjadi di bulan Safar. Safar berasal dari kata Shifr(صفر) yang berarti kosong. Dinamakan Safar atau Shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Banyak peristiwa pentingterjadi di bulan Shafar.
Baca Juga: Selamat Datang Shafar, Bulan Peperangan dan Pesimisnya Arab Jahiliyah
Beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Safar ini di antaranya peperangan yang terjadi pada kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم. Berikut peristiwanya:
1. Perang Al-Abwa atau Waddan
Perang ini merupakan pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Penyergapan Kafilah berlangsung 623-624, yang kemudian menyebabkan terjadinya Perang Badar. Ibnul Qoyyim mengatakan, "Beliau صلى الله عليه وسلم berperang sendiri dalam perang 'Abwan' atau dikenal dengan 'Waddan' terjadi pada bulan Shafar, dua belas bulan dari peristiwa Hijriyah. Yang membawa bendera perang adalah Hamzah bin Abdul Mutholib berwana putih. Yang menggantikan di Madinah adalah Sa'ad bin Ubadah. Orang-orang Muhajirin keluar khusus untuk menghadang barang dagangan Quraisy. Mereka tidak mendapatkan tipu daya.
Dalam perang ini, beliau صلى الله عليه وسلم mengambil perjanjian Makhsyi bin Amr Ad-Dumari pemimpin Bani Dumar untuk tidak menyerang Bani Dumar dan mereka tidak menyerang (kaum muslimin), tidak mengumpulkan (pasukan) dan tidak membantu musuh. Perdamaian itu ditulis antara beliau dan mereka dalam suatu perjanjian. (Zadul Ma'ad, 3/164, 165).
2. Peristiwa Mata Air Roji'
Ketika bulan Shafar (tahun ketiga Hijriyah), kaum Adhal dan Qorah datang. Mereka menyebutkan di dalam (kaum) mereka ada yang masuk Islam sehingga mereka meminta agar diutus bersama mereka orang yang mengajarkan agama dan membacakan Qur'an. Sehingga diutuslah bersama mereka enam orang (menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara Al-Bukhari mengatakan sepuluh sahabat). Diangkat jadi pemimpinnya adalah Martsad bin Abi Martsad Al-Gonawi. Di dalamnya juga ada Khubaib bin Ady. Mereka pergi bersamanya.
Ketika sampai di mata air Roji', yaitu mata air kepunyaan Huzail ke arah Hijaz, kau Adhal dan Qorah berkhianat. Mereka minta tolong suku Huzail lalu mereka datang mengepungnya. Maka para sahabat hampir semuanya dibunuh, sedangkan Khubaib bin Ady dan Zaid bin Datsinah ditawan. Keduanya dijual di Mekkah dan keduanya pernah membunuh pembesar (Mekkah) waktu perang Badar. (Zadul Ma’ad, 3/244).
3. Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
Pada bulan Shafar tahun keempat terjadi perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah). Ringkasnya adalah bahwa Abu Barra' Amir bin Malik yang disebut 'Pemain Kepala Tombak' mendatangi Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu dia diajak masuk Islam tapi dia tidak bersedia namun juga tidak menjauh.
Dia mengatakan, "Wahai Rasulullah , kirimlah sahabat-sahabatmu ke penduduk Najd mengajak ke agamamu. Saya harap mereka menerimanya." Beliau mengatakan, "Saya khawatir keselamatan mereka dari penduduk Najd." Abu Barra' mengatakan, "Saya yang melindungi mereka."
Lihat Juga :