Umbar Foto di Medsos Picu Munculnya Penyakit Mental?
Sabtu, 19 September 2020 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ … ( رواه الترمذي )
“wanita itu aurat maka bila dia keluar rumah maka setan mengikutinya …” (HR: At-Tirmidzi).
Dikatakan pada hadis itu “wanita”, maka apapun keadaannya wanita itu tetaplah aurat. Di zaman yang sangat maju ini, tanpa keluar rumah pun wanita bisa memperlihatkan dirinya kepada dunia. Ingatlah, setan juga ada di setiap gambar diri yang bertebaran di media sosial.
(Baca juga : DPR: Kemenkes Jadi Klaster Baru karena Sering Testing dan Tracing )
Dari Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata:
كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim).
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallambersabda:
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’).
Dan kabar Nabawi ini wajib kita imani, bahwa ‘ain itu benar-benar ada dan pernah terjadi. Dan tentunya sangat mudah bagi Allah untuk membuat adanya penyakit yang semisal ‘ain ini. Dan nyata penyakit ini juga banyak disaksikan adanya oleh orang-orang, yaitu ketika didapati adanya orang-orang yang jatuh sakit secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
(Baca juga : Ratusan Buku Bersejarah Senilai Rp47 Miliar Ditemukan Terkubur di Rumania )
Lantas, apakah penyebab terjadinya penyakit ‘ain? Fatwa Al Lajnah Ad Daimah menjelaskan bahwa ain terjadi karena adanya hasad (iri dan dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Orang yang memiliki hasad terhadap orang lain, lalu memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa hasad, ini bisa menyebabkan penyakit ‘ain.
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ … ( رواه الترمذي )
“wanita itu aurat maka bila dia keluar rumah maka setan mengikutinya …” (HR: At-Tirmidzi).
Dikatakan pada hadis itu “wanita”, maka apapun keadaannya wanita itu tetaplah aurat. Di zaman yang sangat maju ini, tanpa keluar rumah pun wanita bisa memperlihatkan dirinya kepada dunia. Ingatlah, setan juga ada di setiap gambar diri yang bertebaran di media sosial.
(Baca juga : DPR: Kemenkes Jadi Klaster Baru karena Sering Testing dan Tracing )
Dari Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata:
كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim).
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallambersabda:
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’).
Dan kabar Nabawi ini wajib kita imani, bahwa ‘ain itu benar-benar ada dan pernah terjadi. Dan tentunya sangat mudah bagi Allah untuk membuat adanya penyakit yang semisal ‘ain ini. Dan nyata penyakit ini juga banyak disaksikan adanya oleh orang-orang, yaitu ketika didapati adanya orang-orang yang jatuh sakit secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
(Baca juga : Ratusan Buku Bersejarah Senilai Rp47 Miliar Ditemukan Terkubur di Rumania )
Lantas, apakah penyebab terjadinya penyakit ‘ain? Fatwa Al Lajnah Ad Daimah menjelaskan bahwa ain terjadi karena adanya hasad (iri dan dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Orang yang memiliki hasad terhadap orang lain, lalu memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa hasad, ini bisa menyebabkan penyakit ‘ain.
Lihat Juga :