Jelang Armuzna, Layanan Bus Shalawat Dihentikan hingga 31 Mei 2026
Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan mendapatkan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak dan menghemat tenaga menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas Arab Saudi.
“Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter dan pembimbing ibadah,” katanya.
Selain itu, Ichsan meminta seluruh jemaah dan petugas saling peduli terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar tidak terpisah dari rombongan.
Dalam kesempatan itu, Kemenhaj juga menegaskan larangan bagi seluruh KBIHU memasang identitas apa pun di tenda Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut atribut yang dipasang dan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar.
“Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas yang terpasang dan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegas Ichsan.
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan seluruh unsur pelayanan haji terus dilakukan demi memastikan jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak dan menghemat tenaga menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas Arab Saudi.
“Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter dan pembimbing ibadah,” katanya.
Selain itu, Ichsan meminta seluruh jemaah dan petugas saling peduli terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar tidak terpisah dari rombongan.
Dalam kesempatan itu, Kemenhaj juga menegaskan larangan bagi seluruh KBIHU memasang identitas apa pun di tenda Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut atribut yang dipasang dan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar.
“Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas yang terpasang dan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegas Ichsan.
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan seluruh unsur pelayanan haji terus dilakukan demi memastikan jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
(shf)
Lihat Juga :