Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Kamis, 02 Juli 2026 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Sikap seperti ini menjadi sesuatu yang menarik di tengah budaya modern yang sering kali mengagungkan kemampuan diri sendiri. Tidak sedikit orang baru mengingat Tuhan ketika mengalami kegagalan, tetapi melupakan-Nya saat memperoleh keberhasilan.
Padahal Al-Qur'an telah menggambarkan karakter manusia seperti itu dalam beberapa ayat, di antaranya Surah Yunus ayat 12, Ar-Rum ayat 33, Fussilat ayat 51, dan Al-Ma'arij ayat 21.
Karena itu, ketika para pemain Maroko secara terbuka mengaitkan keberhasilan mereka dengan pertolongan Allah dalam wawancara yang disaksikan jutaan orang, sesungguhnya mereka sedang memperlihatkan salah satu wajah Islam kepada dunia.
Salah satu sosok yang kerap menjadi perhatian adalah Hakim Ziyech. Pemain yang pernah membela Chelsea tersebut dikenal tetap mempertahankan identitas keislamannya meski berkarier di lingkungan yang mayoritas non-Muslim.
Ziyech juga dikenal memiliki kedekatan yang sangat erat dengan sang ibu. Ketika dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Belanda musim 2017/2018, ia memilih menghadirkan ibunya ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan doa yang selalu menyertainya.
Tak hanya Ziyech, nama-nama seperti Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Yassine Bounou, Zakaria Aboukhlal, Sofiane Boufal, hingga Azzedine Ounahi juga menjadi sorotan karena akhlak dan kesederhanaan mereka di luar lapangan.
Perjalanan Timnas Maroko di Piala Dunia akhirnya tidak hanya dikenang karena prestasi sepak bolanya. Lebih dari itu, mereka berhasil memperlihatkan bahwa Islam dapat dikenalkan melalui perilaku yang santun, penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta keyakinan yang kuat kepada Allah SWT.
Di tengah sorotan dunia, para pemain Maroko seolah membuktikan bahwa dakwah tidak selalu disampaikan melalui mimbar. Akhlak yang baik dan keteladanan justru sering kali menjadi bahasa yang paling mudah dipahami oleh siapa pun.
Baca juga: Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Padahal Al-Qur'an telah menggambarkan karakter manusia seperti itu dalam beberapa ayat, di antaranya Surah Yunus ayat 12, Ar-Rum ayat 33, Fussilat ayat 51, dan Al-Ma'arij ayat 21.
Karena itu, ketika para pemain Maroko secara terbuka mengaitkan keberhasilan mereka dengan pertolongan Allah dalam wawancara yang disaksikan jutaan orang, sesungguhnya mereka sedang memperlihatkan salah satu wajah Islam kepada dunia.
Berdakwah Melalui Akhlak
Citra Islam juga tampak melalui kehidupan pribadi sejumlah pemain Maroko. Banyak di antara mereka dikenal sebagai Muslim yang taat menjalankan ibadah, menjaga hubungan dengan keluarga, serta memiliki kepedulian sosial.Salah satu sosok yang kerap menjadi perhatian adalah Hakim Ziyech. Pemain yang pernah membela Chelsea tersebut dikenal tetap mempertahankan identitas keislamannya meski berkarier di lingkungan yang mayoritas non-Muslim.
Ziyech juga dikenal memiliki kedekatan yang sangat erat dengan sang ibu. Ketika dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Belanda musim 2017/2018, ia memilih menghadirkan ibunya ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan doa yang selalu menyertainya.
Tak hanya Ziyech, nama-nama seperti Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Yassine Bounou, Zakaria Aboukhlal, Sofiane Boufal, hingga Azzedine Ounahi juga menjadi sorotan karena akhlak dan kesederhanaan mereka di luar lapangan.
Perjalanan Timnas Maroko di Piala Dunia akhirnya tidak hanya dikenang karena prestasi sepak bolanya. Lebih dari itu, mereka berhasil memperlihatkan bahwa Islam dapat dikenalkan melalui perilaku yang santun, penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta keyakinan yang kuat kepada Allah SWT.
Di tengah sorotan dunia, para pemain Maroko seolah membuktikan bahwa dakwah tidak selalu disampaikan melalui mimbar. Akhlak yang baik dan keteladanan justru sering kali menjadi bahasa yang paling mudah dipahami oleh siapa pun.
Baca juga: Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
(wid)
Lihat Juga :