Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Rabu, 08 Juli 2026 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kebaikan-kebaikan yang maklum dikenali akal itu tidak membutuhkan sanad. Berbeda dengan hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih, seperti wali nikah dan persoalan lain yang harus dijelaskan langsung agar tidak menimbulkan kesalahpahaman."
Tidak semua ceramah yang beredar di media sosial memiliki landasan keilmuan yang kuat. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengikuti kajian dari ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, sanad yang jelas, serta merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para ulama.
Ngaji online dapat menjadi sarana menambah wawasan dan semangat menuntut ilmu. Namun, untuk persoalan agama yang membutuhkan pendalaman, klarifikasi, atau berkaitan dengan penetapan hukum, tetap diperlukan bimbingan guru secara langsung agar pemahaman tidak keliru.
Pesan Gus Baha ini menjadi pengingat bahwa teknologi adalah sarana yang sangat bermanfaat dalam dakwah, tetapi tidak sepenuhnya dapat menggantikan tradisi belajar langsung kepada guru. Dalam Islam, adab, proses bertanya, dan pendalaman ilmu tetap memiliki peran penting untuk menjaga kemurnian pemahaman agama.
Baca juga: Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Pentingnya Memilih Sumber Ilmu yang Kredibel
Di era digital, kemudahan mengakses kajian Islam juga diiringi tantangan berupa banyaknya informasi yang belum tentu benar. Karena itu, setiap muslim dituntut memiliki sikap kritis dalam memilih sumber ilmu agama.Tidak semua ceramah yang beredar di media sosial memiliki landasan keilmuan yang kuat. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengikuti kajian dari ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, sanad yang jelas, serta merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para ulama.
Ngaji online dapat menjadi sarana menambah wawasan dan semangat menuntut ilmu. Namun, untuk persoalan agama yang membutuhkan pendalaman, klarifikasi, atau berkaitan dengan penetapan hukum, tetap diperlukan bimbingan guru secara langsung agar pemahaman tidak keliru.
Pesan Gus Baha ini menjadi pengingat bahwa teknologi adalah sarana yang sangat bermanfaat dalam dakwah, tetapi tidak sepenuhnya dapat menggantikan tradisi belajar langsung kepada guru. Dalam Islam, adab, proses bertanya, dan pendalaman ilmu tetap memiliki peran penting untuk menjaga kemurnian pemahaman agama.
Baca juga: Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
(wid)
Lihat Juga :