Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Selasa, 21 Juli 2026 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Melalui Nabi Musa AS, Allah SWT menerangkan bahwa sapi tersebut belum pernah digunakan membajak sawah ataupun mengairi tanaman, tubuhnya sehat, dan tidak memiliki belang.
Setelah seluruh ciri itu dijelaskan, barulah mereka berkata, "Sekarang barulah engkau menerangkan yang sebenarnya."
Padahal, justru karena banyak bertanya, mereka sendiri yang mempersulit pelaksanaan perintah Allah SWT. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa apabila sejak awal mereka langsung menyembelih sapi betina apa saja, niscaya perintah tersebut telah terlaksana tanpa kesulitan.
Setelah melalui pencarian yang panjang, mereka akhirnya berhasil memperoleh sapi tersebut dan menyembelihnya sebagaimana diperintahkan Allah SWT.
Al-Qur'an tidak menjelaskan bagian tubuh sapi yang digunakan. Sebagian ahli tafsir berpendapat bagian tersebut adalah ekor sapi, namun pendapat ini merupakan hasil ijtihad para mufasir.
Dengan izin Allah SWT, orang yang telah meninggal itu hidup kembali. Saat ditanya siapa pembunuhnya, ia menjawab bahwa pelakunya adalah anak saudaranya sendiri yang menginginkan harta warisan karena korban tidak memiliki anak.
Setelah menyampaikan kesaksian tersebut, korban kembali meninggal dunia. Berdasarkan pengakuan itu, pelaku kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman qishash sesuai syariat yang berlaku saat itu.
Selain itu, peristiwa dihidupkannya kembali orang yang telah meninggal menjadi bukti nyata kekuasaan Allah SWT untuk menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya.
Karena itulah, kisah yang diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 67-73 menjadi salah satu mukjizat Nabi Musa AS sekaligus pelajaran berharga bagi setiap muslim agar tidak mempersulit urusan agama dengan sikap berlebihan dalam bertanya dan membantah perintah Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Setelah seluruh ciri itu dijelaskan, barulah mereka berkata, "Sekarang barulah engkau menerangkan yang sebenarnya."
Padahal, justru karena banyak bertanya, mereka sendiri yang mempersulit pelaksanaan perintah Allah SWT. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa apabila sejak awal mereka langsung menyembelih sapi betina apa saja, niscaya perintah tersebut telah terlaksana tanpa kesulitan.
Sapi yang Sulit Ditemukan
Dengan kriteria yang sangat spesifik, Bani Israil akhirnya kesulitan mencari sapi yang sesuai. Mereka harus menemukan sapi betina yang berusia pertengahan, berwarna kuning cerah, sehat, tidak bercacat, serta belum pernah digunakan bekerja.Setelah melalui pencarian yang panjang, mereka akhirnya berhasil memperoleh sapi tersebut dan menyembelihnya sebagaimana diperintahkan Allah SWT.
Mayat Hidup Kembali dan Pelaku Terungkap
Usai penyembelihan, Allah SWT memerintahkan melalui Nabi Musa AS agar sebagian anggota tubuh sapi itu dipukulkan kepada jenazah korban pembunuhan.Al-Qur'an tidak menjelaskan bagian tubuh sapi yang digunakan. Sebagian ahli tafsir berpendapat bagian tersebut adalah ekor sapi, namun pendapat ini merupakan hasil ijtihad para mufasir.
Dengan izin Allah SWT, orang yang telah meninggal itu hidup kembali. Saat ditanya siapa pembunuhnya, ia menjawab bahwa pelakunya adalah anak saudaranya sendiri yang menginginkan harta warisan karena korban tidak memiliki anak.
Setelah menyampaikan kesaksian tersebut, korban kembali meninggal dunia. Berdasarkan pengakuan itu, pelaku kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman qishash sesuai syariat yang berlaku saat itu.
Hikmah di Balik Kisah Al-Baqarah
Kisah penyembelihan sapi betina bukan sekadar menjelaskan asal-usul nama Surah Al-Baqarah. Peristiwa ini mengandung pelajaran penting tentang kewajiban menaati perintah Allah SWT tanpa berlebihan dalam mempertanyakan sesuatu yang tidak diperintahkan.Selain itu, peristiwa dihidupkannya kembali orang yang telah meninggal menjadi bukti nyata kekuasaan Allah SWT untuk menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya.
Karena itulah, kisah yang diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 67-73 menjadi salah satu mukjizat Nabi Musa AS sekaligus pelajaran berharga bagi setiap muslim agar tidak mempersulit urusan agama dengan sikap berlebihan dalam bertanya dan membantah perintah Allah SWT. Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
(wid)
Lihat Juga :