Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah juga memerintahkan agar berbuat baik kepada berbagai golongan manusia, termasuk "teman sejawat", yang oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai istri.
"Ketahuilah bahwa berakhlak baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka serta bersikap santun ketika mereka sedang marah," tulis Imam Al-Ghazali.
Sikap tersebut merupakan teladan langsung dari Rasulullah SAW. Dalam kehidupan rumah tangga beliau, para istri terkadang mengulang-ulang pembicaraan bahkan pernah ada yang mendiamkan beliau selama sehari semalam. Namun Rasulullah tetap memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Aisyah RA:
"Aku mengetahui kapan engkau sedang ridha dan kapan engkau sedang marah."
Aisyah bertanya bagaimana Rasulullah mengetahuinya. Beliau menjawab bahwa ketika Aisyah sedang senang, ia berkata, "Tidak, demi Tuhan Muhammad." Sedangkan ketika marah, ia berkata, "Tidak, demi Tuhan Ibrahim."
Aisyah pun menjawab, "Benar, aku hanya menghindari menyebut namamu."
Menurut Al-Qardhawi, seorang suami dianjurkan bercanda, bergurau, bercumbu, serta menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi istrinya. Hal-hal sederhana tersebut mampu menumbuhkan kebahagiaan dan mempererat kasih sayang di antara pasangan.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang penuh kelembutan terhadap keluarga. Beliau sering bergurau bersama para istrinya dan pernah mengadakan perlombaan lari dengan Aisyah RA sebagai bentuk kasih sayang dan kedekatan emosional.
Beliau berkata:
Berakhlak Baik Bukan Hanya Tidak Menyakiti
Menurut Imam Al-Ghazali, berbuat baik kepada istri bukan sekadar tidak menyakiti secara fisik maupun lisan. Lebih dari itu, seorang suami dituntut memiliki kesabaran, kelembutan, dan kelapangan hati ketika menghadapi emosi ataupun keluhan istrinya."Ketahuilah bahwa berakhlak baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka serta bersikap santun ketika mereka sedang marah," tulis Imam Al-Ghazali.
Sikap tersebut merupakan teladan langsung dari Rasulullah SAW. Dalam kehidupan rumah tangga beliau, para istri terkadang mengulang-ulang pembicaraan bahkan pernah ada yang mendiamkan beliau selama sehari semalam. Namun Rasulullah tetap memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Aisyah RA:
"Aku mengetahui kapan engkau sedang ridha dan kapan engkau sedang marah."
Aisyah bertanya bagaimana Rasulullah mengetahuinya. Beliau menjawab bahwa ketika Aisyah sedang senang, ia berkata, "Tidak, demi Tuhan Muhammad." Sedangkan ketika marah, ia berkata, "Tidak, demi Tuhan Ibrahim."
Aisyah pun menjawab, "Benar, aku hanya menghindari menyebut namamu."
Suami Dianjurkan Bergurau dan Membahagiakan Istri
Cendekiawan Muslim Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Fatwa-fatwa Kontemporer menambahkan bahwa adab yang dijelaskan Imam Al-Ghazali perlu disempurnakan dengan sikap romantis dalam rumah tangga.Menurut Al-Qardhawi, seorang suami dianjurkan bercanda, bergurau, bercumbu, serta menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi istrinya. Hal-hal sederhana tersebut mampu menumbuhkan kebahagiaan dan mempererat kasih sayang di antara pasangan.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang penuh kelembutan terhadap keluarga. Beliau sering bergurau bersama para istrinya dan pernah mengadakan perlombaan lari dengan Aisyah RA sebagai bentuk kasih sayang dan kedekatan emosional.
Umar bin Khattab: Bersikap Lembut kepada Istri
Sikap lembut terhadap istri juga pernah disampaikan oleh Umar bin Khattab RA yang dikenal sebagai sosok tegas.Beliau berkata:
Lihat Juga :