Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
"Seyogianya sikap seorang suami terhadap istrinya seperti anak kecil. Namun ketika diperlukan ketegasan, ia tetap menjadi seorang laki-laki."
Dalam penjelasan para ulama terhadap hadis tentang orang yang dibenci Allah karena keras dan sombong, disebutkan bahwa salah satu sifat tercela adalah berlaku kasar kepada istri dan keluarganya.
Karena itu, Islam tidak membenarkan sikap arogan maupun keras hati dalam kehidupan rumah tangga.
Beliau tetap meluangkan waktu untuk para istri, meskipun disibukkan dengan ibadah seperti salat malam, puasa, membaca Al-Qur'an, dan berzikir hingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri dalam qiyamul lail.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa sesibuk apa pun Rasulullah SAW, beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri yang wajib dipenuhi.
Menurutnya, kedekatan seorang hamba kepada Allah tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dalam memperlakukan pasangan. Seorang istri tidak hanya membutuhkan nafkah materi, tetapi juga kasih sayang, perhatian, tutur kata yang lembut, serta wajah yang ceria.
Pandangan ini sejalan dengan kisah seorang perempuan yang mengadukan perilaku suaminya kepada Al-Qardhawi. Sang suami dinilai tidak pernah lalai memberi nafkah materi, namun miskin perhatian.
Perempuan itu mengaku tidak pernah melihat senyum suaminya, tidak pernah mendengar kata-kata yang menenangkan, dan merasa keberadaannya sebagai istri kurang dihargai.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga melalui akhlak yang baik, komunikasi yang hangat, dan kasih sayang sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Baca juga: Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Dalam penjelasan para ulama terhadap hadis tentang orang yang dibenci Allah karena keras dan sombong, disebutkan bahwa salah satu sifat tercela adalah berlaku kasar kepada istri dan keluarganya.
Karena itu, Islam tidak membenarkan sikap arogan maupun keras hati dalam kehidupan rumah tangga.
Rasulullah SAW Teladan Terbaik dalam Rumah Tangga
Kesibukan Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat, kepala negara, panglima perang, sekaligus pendakwah tidak pernah membuat beliau mengabaikan hak-hak keluarganya.Beliau tetap meluangkan waktu untuk para istri, meskipun disibukkan dengan ibadah seperti salat malam, puasa, membaca Al-Qur'an, dan berzikir hingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri dalam qiyamul lail.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa sesibuk apa pun Rasulullah SAW, beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri yang wajib dipenuhi.
Menurutnya, kedekatan seorang hamba kepada Allah tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dalam memperlakukan pasangan. Seorang istri tidak hanya membutuhkan nafkah materi, tetapi juga kasih sayang, perhatian, tutur kata yang lembut, serta wajah yang ceria.
Pandangan ini sejalan dengan kisah seorang perempuan yang mengadukan perilaku suaminya kepada Al-Qardhawi. Sang suami dinilai tidak pernah lalai memberi nafkah materi, namun miskin perhatian.
Perempuan itu mengaku tidak pernah melihat senyum suaminya, tidak pernah mendengar kata-kata yang menenangkan, dan merasa keberadaannya sebagai istri kurang dihargai.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga melalui akhlak yang baik, komunikasi yang hangat, dan kasih sayang sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Baca juga: Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
(wid)
Lihat Juga :