Setelah 500 Tahun Berpisah, Adam dan Hawa Berjumpa di Arafah
Rabu, 06 Mei 2020 - 02:56 WIB
loading...
A
A
A
Bersamaan dengan itu, diturunkan juga huruf-huruf hijaiyah (alfabet) yang berjumlah 29. Huruf-huruf tersebut dipelajari oleh Adam agar bisa membaca shuhuf (lembaran-lembaran). Tidak ada satu pun yang mampu menambah satu huruf pun ke dalam shuhuf tersebut. Sebab, hukum Tuhan itu pasti dan sempurna.
Ats-Tsa’labi mengatakan, setelah Hawa mengandung benih dari Adam, pada suatu waktu janin yang ada dalam perutnya bergerak-gerak. Hawa kaget dan berkata, “Lewat mana keluarnya yang bergerak-gerak ini dari perutku?” Tatkala datang waktunya melahirkan, Hawa melahirkan dua anak (kembar); laki-laki dan perempuan. Kemudian yang laki-laki diberi nama Habil dan yang wanita diberi nama Layutsa. Ketika masa melahirkan telah habis dan Hawa telah suci kembali, Adam ingin bersenggama lagi, tetapi Hawa menolak karena dia telah tahu sakitnya melahirkan. Ada terus-menerus membujuknya hingga dia bisa melakukannya.
Menurut sebuah riwayat, Hawa menolak melakukan senggama padahal dia menginginkannya karena dia merasa takut terhadap urusan melahirkan.
Selanjutnya, Hawa mengandung untuk yang kedua kalinya. Dari kandungan ini dia melahirkan anak laki-laki dan anak perempuan. Keduanya diberi nama Qabil dan Iqlima.
Menurut sebuah riwayat, jumlah anak yang dilahirkan oleh Hawa berasal dari 20 kandungan. Dalam setiap kandungan ada dua anak, laki-laki dan perempuan. Jadi, dia memiliki 40 anak, laki-laki dan perempuan.
Menurut sebuah riwayat lain, dia memiliki 100 anak. Dalam setiap kandungan, dia belum pernah melahirkan satu anak, kecuali Syits yang di keningnya terdapat cahaya al-Musthafa saw (Muhammad saw).
Diriwayatkan bahwa anak-anak Adam selama Adam hidup terus-menerus melahirkan keturunan hingga jumlahnya mencapai sekitar 40.000 laki-laki dan perempuan. Itulah firman Allah: …..Yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….. (QS An-Nisaa’ : 1).
Diriwayatkan, ketika keturunan Adam kian membanyak, satu sama lain mulai bertengkar. Maka Allah menurunkan tongkat dari surga kepada Adam untuk dipakai mendidik anak-anaknya ketika mereka menentangnya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa tongkat itu berasal dari surga. (Baca juga: Diusir dari Surga, Adam Diturunkan ke India, Hawa ke Jeddah )
Ats-Tsa’labi mengatakan, setelah Hawa mengandung benih dari Adam, pada suatu waktu janin yang ada dalam perutnya bergerak-gerak. Hawa kaget dan berkata, “Lewat mana keluarnya yang bergerak-gerak ini dari perutku?” Tatkala datang waktunya melahirkan, Hawa melahirkan dua anak (kembar); laki-laki dan perempuan. Kemudian yang laki-laki diberi nama Habil dan yang wanita diberi nama Layutsa. Ketika masa melahirkan telah habis dan Hawa telah suci kembali, Adam ingin bersenggama lagi, tetapi Hawa menolak karena dia telah tahu sakitnya melahirkan. Ada terus-menerus membujuknya hingga dia bisa melakukannya.
Menurut sebuah riwayat, Hawa menolak melakukan senggama padahal dia menginginkannya karena dia merasa takut terhadap urusan melahirkan.
Selanjutnya, Hawa mengandung untuk yang kedua kalinya. Dari kandungan ini dia melahirkan anak laki-laki dan anak perempuan. Keduanya diberi nama Qabil dan Iqlima.
Menurut sebuah riwayat, jumlah anak yang dilahirkan oleh Hawa berasal dari 20 kandungan. Dalam setiap kandungan ada dua anak, laki-laki dan perempuan. Jadi, dia memiliki 40 anak, laki-laki dan perempuan.
Menurut sebuah riwayat lain, dia memiliki 100 anak. Dalam setiap kandungan, dia belum pernah melahirkan satu anak, kecuali Syits yang di keningnya terdapat cahaya al-Musthafa saw (Muhammad saw).
Diriwayatkan bahwa anak-anak Adam selama Adam hidup terus-menerus melahirkan keturunan hingga jumlahnya mencapai sekitar 40.000 laki-laki dan perempuan. Itulah firman Allah: …..Yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….. (QS An-Nisaa’ : 1).
Diriwayatkan, ketika keturunan Adam kian membanyak, satu sama lain mulai bertengkar. Maka Allah menurunkan tongkat dari surga kepada Adam untuk dipakai mendidik anak-anaknya ketika mereka menentangnya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa tongkat itu berasal dari surga. (Baca juga: Diusir dari Surga, Adam Diturunkan ke India, Hawa ke Jeddah )
(mhy)
Lihat Juga :