Zainab Binti Khuzaimah, Istri Nabi yang Dijuluki Ibu Kaum Fakir Miskin
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam Kitab Syadmratudz-Dzahab penulisnya mengatakan, bahwa pada tahun ke-3 Hijriyah Rasulullah صلى الله عليه وسلم menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, yang terkenal dengan nama julukan Ummul-Masakin. Ia hidup di tengah keluarga صلى الله عليه وسلم kurang lebih hanya tiga bulan.
Lain lagi yang dikatakan oleh Doktor Muhammad Husain Haikal. Ia menyebutnya dengan nama "Zainab binti Makhzum" dalam bab pernikahan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Zainab binti Jahsy. Ia memastikan bahwa Zainab yang dimaksud itu adalah istri 'Ubaidah bin Al-Muththalib (bukan 'Ubaidah bin Al-Harits bin Abdul-Muththalib) yang gugur dalam Perang Badr sebagai pahlawan syahid. Ia hidup di tengah keluarga Rasulullah صلى الله عليه وسلم hanya selama dua atau tiga tahun.
Haikal memastikan bahwa Zainab yang dimaksud itu tidak memiliki kecantikan. Padahal penelitian yang dilakukan para ulama tidak menemukan sumber berita riwayat yang menerangkan gambaran tentang penampilan dan sifat-sifat Zainab binti Khuzaimah.
Boudly mengatakan, "Setelah menikah dengan Hafshah, Muhammad صلى الله عليه وسلم menikah lagi dengan wanita lain, tetapi pernikahannya itu tidak lebih hanya formal belaka. Yang dinikah ialah janda 'Ubaidah bin Al-Harits, saudara sepupu Muhammad صلى الله عليه وسلم yang gugur dalam perang Badr. Janda tersebut bernama Zainab binti Khuzaimah.
Zainab dinikahi olehnya atas dorongan rasa kasihan. Sayyidah 'Aisyah dan Hafshah tidak menghiraukannya sama sekali, Zainab wafat setelah hidup di tengah keluarga Nabi selama delapan bulan.
Lepas dari perbedaan pendapat antara para penulis buku dan para ahli riwayat mengenai Zainab binti Khuzaimah, mereka semuanya sepakat bahwa Zainab seorang wanita yang berbudi luhur, penyantun dan besar rasa belas kasihannya kepada kaum fakir miskin. Semua buku riwayat yang menyebut kehidupannya selalu menyebutnya dengan nama Ummul-Masakin (ibu kaum fakir miskin).
Ibnu Hisyam dalam sirahnya mengatakan, "Ia dinamai Ummul-Masakin karena kasih sayangnya kepada kaum fakir miskin. Penulis Al-Ishabah dan Al-Istiab mengatakan, "Ia disebut dengan nama Ummul-Masakin karena sangat gemar menolong kaum fakir miskin dan memberikan sedekah kepada mereka." Demikian pula yang dikatakan oleh Ath-Thabariy di dalam Tarikhnya, dan oleh penulis Syadzaratudz-Dzahab.
Anehnya, Dekan Fakultas Syari'ah Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir), Syaikh Muhammad Al-Madaniy, di dalam majalah Ar-Risalah Nomor 1103 tanggal 4 Maret 1965, menulis antara lain, "Zainab binti Jahsy adalah yang tercantik, di antara para istri Nabi dan ia pun yang paling besar rasa kasih sayangnya kepada anak-anak yatim dan kaum fakir miskin sehingga terkenal dengan Ummul-Masakin."
Padahal, semua sumber riwayat, tulisan-tulisan pusaka para sahabat Nabi dan semua buku sejarah Islam klasik memberi keterangan yang sama, bahwa nama julukan Ummul Masakin adalah bagi Zainab binti Khuzaimah , bukan Zainab binti Jahsy.(Baca Juga: Istri Rasulullah: Sayyidah Zainab, Hanya Tiga Bulan Bersama Nabi )
Sumber:
Baitun Nubuwwah Karya HM H Al-Hamid Al-Husaini
Wallahu A'lam
Lain lagi yang dikatakan oleh Doktor Muhammad Husain Haikal. Ia menyebutnya dengan nama "Zainab binti Makhzum" dalam bab pernikahan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Zainab binti Jahsy. Ia memastikan bahwa Zainab yang dimaksud itu adalah istri 'Ubaidah bin Al-Muththalib (bukan 'Ubaidah bin Al-Harits bin Abdul-Muththalib) yang gugur dalam Perang Badr sebagai pahlawan syahid. Ia hidup di tengah keluarga Rasulullah صلى الله عليه وسلم hanya selama dua atau tiga tahun.
Haikal memastikan bahwa Zainab yang dimaksud itu tidak memiliki kecantikan. Padahal penelitian yang dilakukan para ulama tidak menemukan sumber berita riwayat yang menerangkan gambaran tentang penampilan dan sifat-sifat Zainab binti Khuzaimah.
Boudly mengatakan, "Setelah menikah dengan Hafshah, Muhammad صلى الله عليه وسلم menikah lagi dengan wanita lain, tetapi pernikahannya itu tidak lebih hanya formal belaka. Yang dinikah ialah janda 'Ubaidah bin Al-Harits, saudara sepupu Muhammad صلى الله عليه وسلم yang gugur dalam perang Badr. Janda tersebut bernama Zainab binti Khuzaimah.
Zainab dinikahi olehnya atas dorongan rasa kasihan. Sayyidah 'Aisyah dan Hafshah tidak menghiraukannya sama sekali, Zainab wafat setelah hidup di tengah keluarga Nabi selama delapan bulan.
Lepas dari perbedaan pendapat antara para penulis buku dan para ahli riwayat mengenai Zainab binti Khuzaimah, mereka semuanya sepakat bahwa Zainab seorang wanita yang berbudi luhur, penyantun dan besar rasa belas kasihannya kepada kaum fakir miskin. Semua buku riwayat yang menyebut kehidupannya selalu menyebutnya dengan nama Ummul-Masakin (ibu kaum fakir miskin).
Ibnu Hisyam dalam sirahnya mengatakan, "Ia dinamai Ummul-Masakin karena kasih sayangnya kepada kaum fakir miskin. Penulis Al-Ishabah dan Al-Istiab mengatakan, "Ia disebut dengan nama Ummul-Masakin karena sangat gemar menolong kaum fakir miskin dan memberikan sedekah kepada mereka." Demikian pula yang dikatakan oleh Ath-Thabariy di dalam Tarikhnya, dan oleh penulis Syadzaratudz-Dzahab.
Anehnya, Dekan Fakultas Syari'ah Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir), Syaikh Muhammad Al-Madaniy, di dalam majalah Ar-Risalah Nomor 1103 tanggal 4 Maret 1965, menulis antara lain, "Zainab binti Jahsy adalah yang tercantik, di antara para istri Nabi dan ia pun yang paling besar rasa kasih sayangnya kepada anak-anak yatim dan kaum fakir miskin sehingga terkenal dengan Ummul-Masakin."
Padahal, semua sumber riwayat, tulisan-tulisan pusaka para sahabat Nabi dan semua buku sejarah Islam klasik memberi keterangan yang sama, bahwa nama julukan Ummul Masakin adalah bagi Zainab binti Khuzaimah , bukan Zainab binti Jahsy.(Baca Juga: Istri Rasulullah: Sayyidah Zainab, Hanya Tiga Bulan Bersama Nabi )
Sumber:
Baitun Nubuwwah Karya HM H Al-Hamid Al-Husaini
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :