Zainab Binti Khuzaimah, Istri Nabi yang Dijuluki Ibu Kaum Fakir Miskin

loading...
Zainab Binti Khuzaimah, Istri Nabi yang Dijuluki Ibu Kaum Fakir Miskin
Istri Rasulullah yang berjuluk Ummul Masakin (ibu kaum fakir miskin) adalah Sayyidah Zainab binti Khuzaimah, bukan Sayyidah Zainab binti Jahsy. Foto ilustrasi/Ist
Sayyidah Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anha adalah istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang dikenal dengan kebaikan, kedermawanan terhadap orang miskin. Beliau dijuluki "Ummul Masakin" karena kasih sayangnya kepada kaum fakir miskin.

Tidak banyak informasi diberitakan oleh para penulis sejarah Islam klasik tentang Sayyidah Zainab binti Khuzaimah . Hanya beberapa riwayat dan itu pun tidak lepas dari perbedaan, bahkan saling berlawanan. Hal itu dikarenakan masa rumah tangga yang singkat dengan Rasulullah dan sebab penyakit yang mengakibatkan kematiannya.(Baca Juga: Sayyidah Shafiyah binti Huyai, Istri Rasulullah Keturunan Nabi Harun )

Dilansir dari Ponpes Al-Fachriyah Tangerang (alfachriyah.org), nama dan nasab Sayyidah Zainab yaitu Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harits bin Abdullah bin 'Amr bin Abdi Manaf bin Hilal bin 'Amir bin Sha'sha'ah. Tidak berapa lama setelah Rasulullah صلى الله عليه وسلم menikah dengan Hafshah binti Umar, keluarga beliau bertambah lagi dengan seorang istri bernama Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harits bin Abdullah bin 'Amr bin Abdi Manaf bin Hilal bin ‘Amir bin Sha'sha'ah.

Mengenai silsilah keturunannya dari jalur ayah tidak ada perbedaan pendapat, tetapi yang melalui jalur ibu terdapat kesimpangsiuran. Yang pasti adalah bahwa ia nikah dengan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam keadaan sebagai janda. Adapun suaminya terdahulu, beritanya juga berlainan. Yang mendekati kebenaran adalah cucu ‘Abdul Muththalib yang bernama Thufail bin Al-Harits.



Setelah Thufail wafat Zainab dinikah oleh iparnya, yaitu 'Ubaidah bin Al-Harits. Kemudian 'Ubaidah gugur sebagai pahlawan syahid dalam Perang Badar , dan jandanya (Zainab binti Khuzaimah) dinikahi oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa suaminya.

Demikian yang diberitakan oleh Ibnu Habib di dalam Al-Mihbar karya Al-Jirjaniy; oleh Ibnu Sayyidin-Nas di dalam 'Uyunul-Atsar; oleh Muhibuddin Ath-Thabariy di dalam As-Samthuts-Tsamin, dan beberapa penulis sebagaimana tercantum dalam Al-Istiab karya Ibnu Abdul-Birr dan dalam Al-Ishabah karya Ibnu Hajar.

Sumber riwayat lain menuturkan, Zainab binti Khuzaimah bukan ditinggal wafat oleh Thufail bin Al-Harits, melainkan dicerai. Setelah itu, ia dinikahi Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Hal itu diberitakan oleh Qatadah, yang kemudian dikutip oleh Ath-Thabariy dan diberitakan juga oleh Ibnu Abdul-Birr. Dalam Sirah Ibnu Hisyam disebut, sebelum Zainab menikah dengan 'Ubaidah bin Al-Harits ia sudah pernah menikah lebih dulu dengan Jahm bin 'Amr bin Al-Harits Al-Hilaliy, saudara sepupunya sendiri.

Ada juga riwayat yang memberitakan, Zainab adalah istri Abdullah bin Jahsy yang gugur dalam Perang Uhud sebagai pahlawan syahid, kemudian dalam keadaan sebagai janda, Zainab dinikah oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Demikian menurut riwayat dari Az-Zuhriy dan Ibnu Hajar.

Menurut Ibnul Kalbiy, setelah Zainab dicerai oleh Thufail bin Al-Harits ia dinikahi oleh iparnya, Abdullah bin Al-Harits, yang kemudian gugur dalam Perang Uhud, bukan dalam Perang Badr.(Baca Juga: Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah )
halaman ke-1
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنۡ كُنۡـتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّنَ الۡبَـعۡثِ فَاِنَّـا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّـطۡفَةٍ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنۡ مُّضۡغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيۡرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمۡ‌ ؕ وَنُقِرُّ فِى الۡاَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۡۤا اَشُدَّكُمۡ ‌ۚ وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّتَوَفّٰى وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرۡذَلِ الۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۡۢ بَعۡدِ عِلۡمٍ شَيۡــًٔـا‌ ؕ وَتَرَى الۡاَرۡضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡهَا الۡمَآءَ اهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَاَنۡۢبَـتَتۡ مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍۢ بَهِيۡجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.

(QS. Al-Hajj:5)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video