alexametrics

Kisah Nabi Adam AS

Tahun Musibah: Habil Terbunuh, Qabil Kawin Lari Dengan Iqlima

loading...
Tahun Musibah: Habil Terbunuh, Qabil Kawin Lari Dengan Iqlima
Dialah, Qabil, anak Adam yang pertama kali melakukan tindakan pembunuhan. Ilustrasi/Ist
Kisah berikut dinukil dari karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. (Baca juga: Setelah 500 Tahun Berpisah, Adam dan Hawa Berjumpa di Arafah)

Ats-Tsa’labi mengatakan, setelah Qabil tumbuh menjadi besar, dia diserahi tanggung jawab oleh Nabi Adam AS untuk mengurusi pertanian, sedangkan urusan peternakan domba diserahkan kepada Habil.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Adam untuk mengawinkan Iqlima dengan Habil, Layutsa dengan Qabil. Akan tetapi, Qabil menolak untuk menikah dengan Layutsa. Dia berkata, “Aku tidak akan kawin kecuali dengan Iqlima karena dia dilahirkan bersamaku dalam satu kandungan. Aku lebih mencintainya daripada saudara sekandung Habil.”

Pada waktu itu, menikahi saudara perempuan diperbolehkan untuk memperbanyak keturunan.



Atas perkataan Qabil ini, Adam berkata, “Wahai anakku, janganlah engkau menentang Allah dalam urusan yang telah diperintahkan oleh-Nya kepadaku.”

Qabil berkata, “Aku tidak akan membiarkan saudara laki-lakiku untuk mengambil Iqlima (sebagai istrinya).”



Maka, Adam berkata, “Pergilah engkau bersama saudara laki-lakimu (Habil); lalu persembahkanlah kurban kepada Allah. Kurbankanlah barang yang terbaik yang ada pada kalian, kemudian kalian diam dan tunggulah. Siapa yang kurbannya diterima, paling berhak mendapatkan Iqlima.”

Maka, keduanya setuju. Mereka berdua pergi dan berangkat menuju Makkah. Sesampainya di sana, mereka berdua naik ke gunung yang ada di sana. Habil mengurbankan domba yang paling bagus, sementara Qabil mengurbankan gandum yang paling jelek, sudah terlepas dari tangkainya.

Qabil dan Habil diam dan menunggu apa yang akan terjadi kepada mereka. Tidak lama kemudian, dari langit turun awan putih. Awan tersebut mendekati kurban dari Qabil, tetapi kemudian berpaling darinya, lalu ia condong kepada kurban dari saudaranya, Habil. Selanjutnya, awan itu mengambil kurban Habil tersebut, lalu naik membawanya ke langit.
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَاِنۡ تُطِعۡ اَكۡثَرَ مَنۡ فِى الۡاَرۡضِ يُضِلُّوۡكَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ؕ اِنۡ يَّتَّبِعُوۡنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنۡ هُمۡ اِلَّا يَخۡرُصُوۡنَ‏
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

(QS. Al-An’am:116)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak