Rabi'ul Awal, Yuk Teladani Cara Bergaul Rasulullah yang Mengagumkan

loading...
Rabiul Awal, Yuk Teladani Cara Bergaul Rasulullah yang Mengagumkan
Dalam bergaul, Nabi Muhammad tidak pernah membedakan manusia berdasarkan warna kulit dan suku, besar atau kecil, kaya atau miskin. Foto/dok tfamanasek
Al-Musthofa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم diutus ke dunia tidak lain untuk membawa rahmat dan menyempurnakan akhlak manusia. Di dalam diri beliau terdapat kemuliaan akhlak dan budi pekerti yang agung. Maka berbahagialah orang-orang yang mengikuti dan meneladani beliau صلى الله عليه وسلم.

Salah satu akhlak yang patut diteladani dari beliau adalah cara bergaulnya. Diceritakan oleh Ustaz Muchlis Al-Mughni (Dai lulusan Al-Azhar Mesir) dalam tausiyah edisi 'Cinta Rasul', suatu hari Rasulullah صلى الله عليه وسلم mencium cucunya, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, sementara di samping beliau ada Al-Aqra' bin Habis. Al-Aqra berkata, "Saya punya sepuluh anak namun tidak ada satupun dari mereka yang aku cium." (Baca Juga: Ustaz Abdul Somad: Ananda Rangga, Engkau Mulia dengan Derajat Syahid)

Nabi صلى الله عليه وسلمpun memandangi Al-Aqra lalu bersabda:, "Siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi." (Baca Juga: Marhaban Ya Rabi'ul Awal, Bulan Istimewa Kelahiran Nabi Pembawa Risalah)

Abdullah bin Jarir Al-Bajli menceritakan tentang bagaimana pergaulan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. "Sejak aku memeluk Islam, beliau tidak pernah menutup dirinya dariku, dan tidaklah beliau melihatku melainkan ada senyum menawan di wajahnya. Akupun pernah curhat soal diriku yang tidak jago menunggang kuda, beliau lalu menepukkan tangannya di dadaku sambil berdoa, "Ya Allah kuatkan dia untuk menunggang kuda, jadikan dia orang yang berpetunjuk dan memberikan petunjuk."



"Sekalipun Rasulullah صلى الله عليه وسلم makhluk termulia di sisi Allah 'Azza wa Jalla, itu tidak membuat beliau berlaku tinggi ataupun sombong. Justru beliau sangat tawadhu', berlaku rendah hati kepada siapapun yang ditemuinya. Beliau selalu berwajah penuh senyum dan berseri-seri," kata Ustaz Muchlis yang juga salah satu imam di Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat.

Beliau tidak pernah membedakan manusia berdasarkan warna kulit dan suku, besar atau kecil, kaya atau miskin. Semuanya dihormati bahkan sekalipun terhadap orang kafir tetap beliau hormati, terutama saat mereka bertamu, maka beliau berikan tempat terbaik dan pelayanan yang maksimalnya. (Baca Juga: Style Pakaian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam)

Beliau selalu turut serta dalam suka duka dan suka cita mereka. Beliau orang yang paling berempati dengan kondisi yang dialami mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan pribadi yang tidak egois apalagi individualis. Bahkan ketika makan, beliau selalu berjamaah dan tidak makan sendirian.



Masya Allah, itulah sekelumit kisah NabiMuhammadصلى الله عليه وسلم ketika bergaul di tengah masyarakat. Jika ingin dicintai dan disenangi orang lain, maka teladanilah cara bergaulbeliau صلى الله عليه وسلم. Apalagi saatini kita memasuki bulan Maulud Nabi (Rabi'ul Awal). Hendaknya umat Islam menjadikannya sebagai momentum untuk mengenal Rasulullah dan memperbanyak shalawat kepada beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik-Nya agar bisa mengenal Rasulullah lebih jauh dan meneladani beliau serta menghidupkan sunnah-sunnahya. (Baca Juga: Kenapa Kita Harus Mencintai Rasulullah? Simak Penjelasan Ustaz Muchlis)

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه وسلم
Rabi'ul Awal, Yuk Teladani Cara Bergaul Rasulullah yang Mengagumkan
(rhs)
cover top ayah
قَدۡ خَسِرَ الَّذِيۡنَ قَتَلُوۡۤا اَوۡلَادَهُمۡ سَفَهًۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٍ وَّحَرَّمُوۡا مَا رَزَقَهُمُ اللّٰهُ افۡتِرَآءً عَلَى اللّٰهِ‌ؕ قَدۡ ضَلُّوۡا وَمَا كَانُوۡا مُهۡتَدِيۡنَ
Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan merekayasa kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.

(QS. Al-An’am:140)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video