Pentingnya Mengajarkan Anak Menjaga Lisan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau marah, beliau menjaga lisan. Marah beliau hanya terlihat dari rona wajah beliau yang berubah, hanya sebatas itu, tidak mengeluarkan kata-kata yang keji. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
لَيْس المُؤْمِنُ بالطَّعَّانِ، وَلا اللَّعَّانِ، وَلا الْفَاحِشِ، وَلا الْبَذِيء
“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, suka mengutuk, berkata keji dan juga bukan orang yang suka berkata kotor.” (HR. Tirmidzi)
(Baca juga : Refly Harun Mengaku Menunggu Habib Rizieq Pulang )
Maka ini dijaga pada anak-anak kita, sehingga karakter atau tabiat ini sudah tertanam sejak kecil. Maka coba perhatikan anak kita kalau dia marah, ketika marah kadang-kadang muncul. Dan di situ kita harus mengawasi dan mengontrol anak-anak kita. Kita nasihati, kita arahkan, kita bimbing, supaya dia bisa menjaga kata-katanya.
Termasuk juga memilih kalimat-kalimat yang akan diucapkan, itu harus dilatih sejak kecil. Walaupun anak itu otaknya belum sempurna, tapi dibiasakan. Misalnya ketika dia berhadapan dengan orang yang lebih tua, dia pilih kata-kata yang terhormat, yang sopan, yang menunjukkan penghormatan kepada orang yang lebih tua.
(Baca juga : Polisi Telusuri WhatsApp Group Penggerak Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja )
Demikian kepada orang yang lebih kecil darinya, mungkin adiknya, maka dia memilih kata-kata yang menunjukkan kasih sayang. Ini harus dibiasakan dari kecil. Karena kita lihat banyak anak-anak yang tidak punya kecerdasan untuk bertutur kata yang baik. Dia tidak peduli dengan siapa dia berhadapan. Bahkan dengan gurunya sekalipun dia tidak sopan kata-katanya.
Wallahu A'lam
لَيْس المُؤْمِنُ بالطَّعَّانِ، وَلا اللَّعَّانِ، وَلا الْفَاحِشِ، وَلا الْبَذِيء
“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, suka mengutuk, berkata keji dan juga bukan orang yang suka berkata kotor.” (HR. Tirmidzi)
(Baca juga : Refly Harun Mengaku Menunggu Habib Rizieq Pulang )
Maka ini dijaga pada anak-anak kita, sehingga karakter atau tabiat ini sudah tertanam sejak kecil. Maka coba perhatikan anak kita kalau dia marah, ketika marah kadang-kadang muncul. Dan di situ kita harus mengawasi dan mengontrol anak-anak kita. Kita nasihati, kita arahkan, kita bimbing, supaya dia bisa menjaga kata-katanya.
Termasuk juga memilih kalimat-kalimat yang akan diucapkan, itu harus dilatih sejak kecil. Walaupun anak itu otaknya belum sempurna, tapi dibiasakan. Misalnya ketika dia berhadapan dengan orang yang lebih tua, dia pilih kata-kata yang terhormat, yang sopan, yang menunjukkan penghormatan kepada orang yang lebih tua.
(Baca juga : Polisi Telusuri WhatsApp Group Penggerak Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja )
Demikian kepada orang yang lebih kecil darinya, mungkin adiknya, maka dia memilih kata-kata yang menunjukkan kasih sayang. Ini harus dibiasakan dari kecil. Karena kita lihat banyak anak-anak yang tidak punya kecerdasan untuk bertutur kata yang baik. Dia tidak peduli dengan siapa dia berhadapan. Bahkan dengan gurunya sekalipun dia tidak sopan kata-katanya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :