Ketika Tuhan Melempar Uang Seratus Keping kepada Abu Nawas
Senin, 26 Oktober 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Demi uangnya kembali, sang tetangga meminjamkan jubah dan kuda.
Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Abu Nawas segera mengadukan kasusnya itu kepada hakim. Ia bercerita secara detail kejadiannya. (Baca juga: Menyuruh Abu Nawas Memenjarakan Angin, Baginda Raja Malah Kena Batunya )
"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim kepada Abu Nawas.
"Tetangga saya ini gila, Tuan," jawab Abu Nawas.
"Apa buktinya?" tanya hakim.
"Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya."
Dengan kaget, sang tetangga berteriak, "Tetapi itu semua memang milikku!"
Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus. Abu Nawas menang. (Baca juga: Abu Nawas dan Gajah yang Bisa Mengerti Bahasa Manusia )
Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Abu Nawas segera mengadukan kasusnya itu kepada hakim. Ia bercerita secara detail kejadiannya. (Baca juga: Menyuruh Abu Nawas Memenjarakan Angin, Baginda Raja Malah Kena Batunya )
"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim kepada Abu Nawas.
"Tetangga saya ini gila, Tuan," jawab Abu Nawas.
"Apa buktinya?" tanya hakim.
"Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya."
Dengan kaget, sang tetangga berteriak, "Tetapi itu semua memang milikku!"
Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus. Abu Nawas menang. (Baca juga: Abu Nawas dan Gajah yang Bisa Mengerti Bahasa Manusia )
(mhy)
Lihat Juga :