Ketika Tuhan Melempar Uang Seratus Keping kepada Abu Nawas

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:39 WIB
loading...
Ketika Tuhan Melempar...
Ilustrasi/Ist
A A A
JAUH sebelum Abu Nawas menjadi Staf Khusus Khalifah Harun Ar-Rasyid kehidupan ekonominya boleh dibilang masuk kategori keluarga prasejahtera . Si Cerdik ini bisa makan sedikit enak bila ada rezeki nomplok, macam dapat bantuan langsung tunai, eh, hadiah langsung dari Baginda. Itu pun biasanya sebagian ia bagi-bagikan kepada orang miskin .

Lantaran sudah biasa hidup pas-pasan, Abu Nawas tidak pernah mengeluh. Hanya saja, hal yang demikian tentu saja berbeda dengan sang istri. Belahan hati Abu Nawas ini sering mengeluh. "Apakah hidup kita akan terus begini? Miskin," keluhnya. (Baca juga: Ide Gila Abu Nawas: Nyogok Tuan Hakim dengan Segentong Kotoran Sapi )

"Tapi aku mengabdi kepada Allah saja," jawab Abu Nawas santai.

"Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah," spontan istrinya menyahut.

Dasar Abu Nawas. Merespon omongan istrinya ia pun langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, "Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!" Ucapan itu dilakukan berulang-ulang. (Baca juga: Kelakuan Abu Nawas Biar Dianggap Konsisten Oleh Baginda Raja )

Sudah pasti sang tetangga pun mendengar teriakan itu. Ia ingin mempermainkan Abu Nawas. Ia melemparkan seratus keping perak ke kepala Abu Nawas. Sang tetangga menjadi terkejut karena begitu uang itu mengenai kelapanya, Abu Nawas langsung membawa lari uang itu ke dalam rumah dengan gembira, sambil berteriak "Hai, aku ternyata memang wali Allah. Ini upahku dari Allah."

Sang istri tak kalah senangnya begitu suaminya menyerahkan uang itu.

Tak lama muncul sang tetangga yang menyerbu rumah Abu Nawas. Ia meminta kembali uang yang baru dilemparkannya. Abu Nawas menjawab "Aku memohon kepada Allah, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah." (Baca juga: Baginda Raja Serahkan Singgasananya kepada Abu Nawas dengan Sukarela )

Tetangganya marah. Ia mengajak Abu Nawas menghadap hakim. Abu Nawas berkelit, "Aku tidak pantas ke pengadilan dalam keadaan begini. Aku tidak punya kuda dan pakaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk pada orang miskin."

"Maksudmu?" tanya sang tetangga tak mengerti.

"Pinjamkan aku jubah dan kuda," jawab Abu Nawas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Laut Merah Terbelah...
Laut Merah Terbelah Dua Bisa Terulang Lagi! Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Ini Wilayah di Bumi...
Ini Wilayah di Bumi dengan Udara Terbersih, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Turki Kepada AS: Jet...
Turki Kepada AS: Jet Tempur F-35 atau Kembalikan Uang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved