Mendidik dan Mengajarkan Anak Karakter Ikhlas

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:30 WIB
loading...
A A A
Menanamkan karakter ikhlas butuh kesabaran, dimana jiwa anak terkadang mudah terpengaruh hal-hal yang bisa merusak niat lurusnya. Pujian yang berlebihan terkadang membuat anak sombong dan merasa bangga dengan kemampuannya. Padahal prestasi dan kesuksesan tidak lain karena pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Disini peran penting orang tua dan pendidik agar fitrah dan fikrah (pemikiran) anak lurus dan tidak tertipu oleh kelebihan yang dimilikinya.

(Baca juga : Muhammadiyah Sesalkan Pernyataan Presiden Prancis soal Kartun Nabi Muhammad )

Dan perkara yang harus dinasehatkan ke anak agar mampu ikhlas adalah adanya penanaman akidah yang shahihah. Dengan pemantapan tauhid insyaallah cahaya ikhlas akan merasuk di hati anak seiring dengan intensifnya ia belajar ilmu agama dan kuatnya amal saleh yang dilakukannya. Semua perlu proses, misalnya dengan ilmu yang dipelajarinya ia akan mampu menepis sikap sombong, dan menjalani ritual belajar dan beramal akan dipersembahkannya untuk Allah saja.

(Baca juga : Antisipasi Kepadatan Libur Panjang, 2 Rest Area di Tol Jakarta Cikampek Ditutup )

Sudah pasti keteladanan orang tua dan pendidik dibutuhkan agar karakter ikhlas betul-betul dirasakan anak. Anak belajar dan beramal karena ia sendiri butuh semua ini. Sebisa mungkin hindari banyak kata-kata ancaman dan tumbuhkan perasaan cinta dalam melakukan suatu kebaikan. Kasih sayang dan kedekatan yang serasi dan harmonis dengan anak akan membantunya untuk bertahap memiliki karakter ikhlas.

(Baca juga : Garuda Putus Kontrak 700 Karyawan, Dirut: Keputusan Sulit )

Orang tua juga perlu membiasakan diri untuk berkata lembut, pelan dan menyiratkan kasih sayang saat berbicara dengan anak. Untuk itu pilihlah kata-kata yang tepat dan menggunakan panggilan yang menyenangkan; seperti anakku sayang, anak yang baik, pintar, atau sebut anak dengan anak saleh.

Selain itu, sebisa mungkin untuk sering mengekspresikan rasa sayang dan cinta terhadap anak dengan pelukan, mencium (kening atau pipi), mengelus kepala, juga memandang anak dengan pandangan hangat yang diiringi senyum.

Wallahu'Alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Cium Anak Setiap Hari,...
Cium Anak Setiap Hari, Sunnah Rasul yang Sering Dilalaikan
4 Kedudukan Anak dalam...
4 Kedudukan Anak dalam Pandangan Al Qur'an, Orang Tua Wajib Tahu!
Apa Maksud Anak sebagai...
Apa Maksud Anak sebagai Qurrata a’yun? AdakahTanda-tandanya?
Perlukah Pendidikan...
Perlukah Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut Islam?
Mumpung Ramadan, Yuk...
Mumpung Ramadan, Yuk Kenalkan Hadis-hadis Ringan untuk Anak Ini!
Rekomendasi
Makam Kuno Luxor Simpan...
Makam Kuno Luxor Simpan Rahasia Soal Firaun dan Nabi Musa
Melintasi Sembilan Negara,...
Melintasi Sembilan Negara, Sungai Nil Saksi Angkara Murka Firaun
Ajaib! Pohon Beringin...
Ajaib! Pohon Beringin Ini Tak Bisa Ditumbangkan, Beberapa Kali Ditebang Tumbuh Lagi
Artikel Terkini
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Infografis
China Akan Larang Anak-anak...
China Akan Larang Anak-anak dan Remaja Main Internet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved