Rampasan Perang Persia dan Nasehat Ali bin Abi Thalib kepada Umar bin Khattab
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya Umar membagi-bagikan yang seperlima itu kepada orang banyak sesuai dengan kadar mereka dan memberikan tambahan kepada mereka yang hadir dan yang tidak hadir dari keluarga orang-orang yang sudah berjuang. Melihat permadani yang tak dapat dibagi ia berkata kepada mereka yang ada di sekitarnya:
"Bagaimana pendapat kalian mengenai permadani ini."
Mereka berkata: "Semua pasukan sudah memberikan itu untuk Anda, dan pendapat kami mengenai ini kami menyerahkan kepada Anda."
Ada lagi yang berkata: "Itu hanya untuk Amirulmukminin sendiri."
Tetapi Umar tak mau memilikinya atau memberikan pendapat. Saat itulah Ali bin Abi Thalib berkata: "Allah tidak akan menjadikan ilmu yang ada pada Anda untuk membuat Anda bodoh, dan keyakinan Anda menjadi keraguan. Anda tak mempunyai apa-apa di dunia ini selain yang sudah diberikan kepada Anda, maka itu pun sudah berlalu, atau yang Anda pakai, itu pun sudah usang, atau yang Anda makan, dan itu juga sudah habis. Kalau ini Anda simpan
sekarang Anda tidak akan menghilangkan hak orang yang tidak punya." (Baca juga: Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia )
Umar berkata: "Anda memang bersungguh-sungguh menasihati saya."
Kemudian permadani itu dipotongnya dan dibagikan kepada khalayak. Ali juga mendapat sepotong tetapi bukan dari yang terbaik. Sungguhpun begitu sudah pula dijualnya dengan, harga dua puluh ribu.
Sementara Umar membagi-bagikan rampasan perang kepada penduduk Madinah, orang melihat apa yang sudah mereka terima itu suatu karunia dari Allah yang belum pernah mereka rasakan.
Dalam pada itu Sa’ad bin Abi Waqqas pun sudah merasa tenteram di Mada'in. Ia tinggal di Istana itu dan Ruang Sidangnya dijadikan musala untuk kaum Muslimin. Suara azan diperdengarkan di dalamnya, dan salat pun dilaksanakan. Setiap hari Jumat orang berkumpul di tempat ini dan Sa’ad yang bertindak sebagai khatib dan imam.
Sementara itu Yazdigird sudah pula tiba di Hulwan, dengan perasaan sedih, terkulai dalam keadaan kalah. Jantungnya terasa remuk dirundung kesedihan, hatinya terasa pecah terbawa rasa putus asa. (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba )
"Bagaimana pendapat kalian mengenai permadani ini."
Mereka berkata: "Semua pasukan sudah memberikan itu untuk Anda, dan pendapat kami mengenai ini kami menyerahkan kepada Anda."
Ada lagi yang berkata: "Itu hanya untuk Amirulmukminin sendiri."
Tetapi Umar tak mau memilikinya atau memberikan pendapat. Saat itulah Ali bin Abi Thalib berkata: "Allah tidak akan menjadikan ilmu yang ada pada Anda untuk membuat Anda bodoh, dan keyakinan Anda menjadi keraguan. Anda tak mempunyai apa-apa di dunia ini selain yang sudah diberikan kepada Anda, maka itu pun sudah berlalu, atau yang Anda pakai, itu pun sudah usang, atau yang Anda makan, dan itu juga sudah habis. Kalau ini Anda simpan
sekarang Anda tidak akan menghilangkan hak orang yang tidak punya." (Baca juga: Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia )
Umar berkata: "Anda memang bersungguh-sungguh menasihati saya."
Kemudian permadani itu dipotongnya dan dibagikan kepada khalayak. Ali juga mendapat sepotong tetapi bukan dari yang terbaik. Sungguhpun begitu sudah pula dijualnya dengan, harga dua puluh ribu.
Sementara Umar membagi-bagikan rampasan perang kepada penduduk Madinah, orang melihat apa yang sudah mereka terima itu suatu karunia dari Allah yang belum pernah mereka rasakan.
Dalam pada itu Sa’ad bin Abi Waqqas pun sudah merasa tenteram di Mada'in. Ia tinggal di Istana itu dan Ruang Sidangnya dijadikan musala untuk kaum Muslimin. Suara azan diperdengarkan di dalamnya, dan salat pun dilaksanakan. Setiap hari Jumat orang berkumpul di tempat ini dan Sa’ad yang bertindak sebagai khatib dan imam.
Sementara itu Yazdigird sudah pula tiba di Hulwan, dengan perasaan sedih, terkulai dalam keadaan kalah. Jantungnya terasa remuk dirundung kesedihan, hatinya terasa pecah terbawa rasa putus asa. (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba )
Lihat Juga :