Penaklukan Persia (20)

Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia

loading...
Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia
Ilustrasi/Ist
INILAH peristiwa Kadisiah yang telah membukakan jalan ke Majelis Takhta Kisra di ibu kota kerajaannya, dan melicinkan jalan untuk bergantinya kedaulatan yang sekaligus merupakan pukulan terakhir atas kekuasaannya.

Kisahnya secara terinci yang disampaikan oleh kebanyakan sejarawan sama seperti Perang Badar yang secara terinci pula diceritakan oleh buku-buku biografi (sirah), dengan menambahkan beberapa peristiwa mukjizat yang sukar dipercaya selain karena pengaruh perang ini yang sangat positif dalam sejarah dunia. (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menyebutkan seperti sejawaran-sejawaran Muslim yang menguraikan kisah itu dengan panjang lebar, kalangan orientalis dan Persia juga menguraikannya dengan panjang lebar.

Tentu hal ini tidak mengherankan, mengingat Pertempuran Kadisiah itu dampaknya begitu besar dalam sejarah umat manusia, dari perang Timur Lenk dan perang Napoleon, balikan dari semua peperangan yang pernah terjadi sampai masa kita sekarang ini. Dalam mengarahkan peradaban, pengaruhnya memang dalam sekali. (Baca juga: Dalam Perang Sehari 2.000 Pasukan Muslim Sahid, 10.000 Pasukan Persia Tewas)

Khusus mengenai Pertempuran Kadisiah, tentu sudah menjadi kewajiban sejarawan untuk meneliti segala yang di balik itu dan dapat menemukan isinya.



Khalid bin Walid sudah membebaskan kawasan Irak, sudah menjelajahinya dari selatan ke utara, menaklukkan desa-desa dan kota-kotanya dan sudah menguasai segalanya. Dalam perang dengan Persia ia sudah mencatat suatu mukjizat yang abadi dalam sejarah. (Baca juga: Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin)

Adakah kemenangannya itu karena Persia sedang dalam kesibukan menghadapi kekacauan di dalam istana serta persaingan antara para putra mahkota memperebutkan takhta, dengan akibat mereka saling berbunuhan, kadang dengan pembunuhan terang-terangan, kadang pembunuhan gelap, sehingga dalam waktu empat tahun saja sudah sembilan raja yang naik takhta?

Kalaupun itu juga yang menyebabkan Khalid mengalahkan mereka, bagaimana pahlawan-pahlawan Kadisiah itu juga dapat mengalahkan mereka, padahal sesudah perselisihan itu Persia sudah bersatu kembali, para pemimpin dan rakyatnya sudah sepakat untuk menggalang satu kesatuan dalam lingkungan Kaisar Yazdigird, membantu dan memberikan dukungan kepadanya? Ya, bagaimana penyakit itu masih juga melekat padahal penyebabnya sudah dikikis habis?



Bagaimana pasukan Muslimin dengan jumlah yang begitu kecil dapat mengalahkan Persia dengan jumlah yang luar biasa besarnya, dan di negeri sendiri mereka mempunyai perlengkapan, dengan kebudayaan yang sudah tinggi. (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia)
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
وَمِنَ الَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَاَدۡبَارَ السُّجُوۡدِ
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai shalat.

(QS. Qaf:40)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video