Penaklukan Persia (19)

Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba

loading...
Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba
Ilustrasi/Ist
UDARA pagi telah melepaskan malam yang banjir darah. Peristiwa ini oleh para sejarawan disebut Lailatul Harir ("Malam yang Geram"). Belum ada dari kedua pihak yang dapat menentukan kemenangan. (Baca juga: Dalam Perang Sehari 2.000 Pasukan Muslim Sahid, 10.000 Pasukan Persia Tewas)

Sudahkah pasukan itu merasa letih setelah menghabiskan waktu selama dua puluh empat jam dalam pertempuran yang paling sengit mereka rasakan, dan sekarang sudah tiba saatnya mereka beristirahat dan tidur?

Tidak! Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan Qa'qa' bahkan menemui pasukannya dan mengatakan: "Kemenangan dalam pertempuran sebentar lagi ini di tangan pihak yang mendahului. Sabarlah sebentar. Mari kita lakukan penyerangan lagi. Kemenangan di tangan orang yang sabar dan tabah." (Baca juga: Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin)

Para perwira itu bersama pasukannya berkumpul di sekitarnya. Setelah itu mereka menggempur Panglima Perang Persia, Rustum bin Farrakhzad dan menyusup masuk sampai kepada mereka yang berada di belakangnya.

Setelah kabilah-kabilah itu melihat kesigapan kaum Muhajirin dan Ansar, salah seorang pemimpin mereka menunjuk kepada pasukan Muslimin itu seraya berkata: Dalam soal agama Allah janganlah mereka lebih bersungguh-sungguh daripada kalian.



Kemudian mereka menunjuk kepada pasukan Persia dengan mengatakan: Juga mereka, jangan sampai lebih berani menghadapi maut daripada kalian. Kabilah-kabilah itu juga kemudian menyerbu musuh yang berada di hadapan mereka.

Mereka bertempur terus mati-matian sampai ada orang menyerukan azan salat zuhur. Ketika itu barisan pasukan Persia sudah mulai kacau-balau. (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia)

Rustum Menemui Ajal
Fairuzan dan Hormuzan yang di sayap kanan dan kiri sudah mundur. Maka terbuka peluang ke baris tengah. Tetapi tiba-tiba datang angin barat bertiup kencang. Barang-barang Rustum yang ringan-ringan beterbangan dari peterananya ke dalam Sungai Atiq.



Qa'qa' dan pasukannya bergerak terus sampai mencapai peterananya. Tetapi Rustum sudah meninggalkan takhtanya itu dengan beberapa ekor bagal yang didatangkan untuk membawa hartanya. la berdiri-di sampingnya berlindung dengan barang-barang bawaannya itu. Anak buah Qa'qa' terus menerobos ke tepi sungai tanpa mengetahui adanya harta yang dibawa bagal-bagal itu atau Rustum yang sedang berlindung di bawahnya. (Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh)
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
فَقَالُوۡا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلۡنَا‌ ۚ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةً لِّـلۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَۙ‏
Lalu mereka berkata, Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zhalim,

(QS. Yunus:85)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video