Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah banyak senyum kepada para sahabat dan kepada orang yang duduk di dekatnya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Harits radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Aku tidak pernah melihat seseorang paling sering senyum dari Rasulullah sallallaahu 'alaihi wa sallam."
Beliau juga berkata, "Tidaklah Rasulullah صلى الله عليه وسلم tertawa kecuali hanya berupa senyuman."
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata, " Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau sejak aku masuk Islam. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku." [HR Al-Bukhari]
Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Para sahaabat berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah , Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.' Beliau menjawab, "Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang benar."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling tawadu'. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Seorang wanita datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, aku mempunyai keperluan denganmu.' Beliau bersabda, "Wahai Ummu fulan, duduklah di pojok mana saja yang kamu suka hingga aku dapat duduk bersamamu (menemuimu)." Anas berkata, 'Lalu wanita itu duduk, dan Nabi صلى الله عليه وسلم mendatangi tempat duduknya. Dan beliau tetap di situ hingga wanita tersebut menyelesaikan kebutuhannya." [HR Imam Ahmad dalam kitab Musnad]
Dari Anas radhiyallahu 'anhu berkata: " Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mengendarai keledai dan memenuhi undangan seorang budak. Pada perang bani Quraizhah, beliau mengendarai keledai yang memakai tali kekang dari serat kayu, juga memakai pelana dari serat kayu." [HR Tirmidzi]
Demikian itu hanyalah sedikit dari luapan laut yang melimpah, tetesan awan yang membelah cahaya Rasul yang suci , pemilik petunjuk yang cemerlang dan budi pekerti yang bersinar, yang Allah menyebutkannya dengan semulia-mulia manaqib dan setinggi-tinggi kehormatan. Allah Ta'ala memberinya pribadi agung yang paling baik dan keutamaan yang paling agung, yang ianya merupakan mata air yang tercurah, sumber air bersih yang memancar. Di mana setiap orang yang menginginkan keselamatan di dunia dan akhirat, dapat minum dengan puas dari kelezatannya. Bahkan ia adalah rangkaian yang bercahaya, bintang yang bersinar, matahari yang terang-benderang, kilat yang berkilau dan suluh yang terang.
Kendati banyak yang tidak sempat menyaksikan Beliau صلى الله عليه وسلم dengan pandangan mereka, tetapi siapa yang merenungkan pribadinya yang agung, niscaya ia sebagai penghibur dan pelipur lara. Orang-orang yang menerapkan kepribadiannya, meskipun mereka tidak sempat bersahabat dengan beliau, akan tetapi detik nafas beliau selalu jadi sahabat.
Bertakwalah kepada Allah Ta'ala wahai hamba Allah, dan contohlah pribadi Nabi kalian, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena itu adalah bukti mencintainya, yang ianya merupakan kemuliaan dan tujuan yang agung. Sesungguhnya hubungan umat dan kecintaannya kepada Rasulnya, kekasihnya shallallahu 'alaihi wasallam, sejarah hidupnya dan pribadinya yang harum, tidak terikat pada waktu dan kesempatan tertentu. Tetapi ia berhubungan erat dengan segala kondisi dan lini kehidupan sampai kematian. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )
(Baca Juga: Pengemudi Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Ditangkap, Kondisinya Tak Normal )
![Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad]()
Beliau juga berkata, "Tidaklah Rasulullah صلى الله عليه وسلم tertawa kecuali hanya berupa senyuman."
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata, " Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau sejak aku masuk Islam. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku." [HR Al-Bukhari]
Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Para sahaabat berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah , Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.' Beliau menjawab, "Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang benar."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling tawadu'. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Seorang wanita datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, aku mempunyai keperluan denganmu.' Beliau bersabda, "Wahai Ummu fulan, duduklah di pojok mana saja yang kamu suka hingga aku dapat duduk bersamamu (menemuimu)." Anas berkata, 'Lalu wanita itu duduk, dan Nabi صلى الله عليه وسلم mendatangi tempat duduknya. Dan beliau tetap di situ hingga wanita tersebut menyelesaikan kebutuhannya." [HR Imam Ahmad dalam kitab Musnad]
Dari Anas radhiyallahu 'anhu berkata: " Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mengendarai keledai dan memenuhi undangan seorang budak. Pada perang bani Quraizhah, beliau mengendarai keledai yang memakai tali kekang dari serat kayu, juga memakai pelana dari serat kayu." [HR Tirmidzi]
Demikian itu hanyalah sedikit dari luapan laut yang melimpah, tetesan awan yang membelah cahaya Rasul yang suci , pemilik petunjuk yang cemerlang dan budi pekerti yang bersinar, yang Allah menyebutkannya dengan semulia-mulia manaqib dan setinggi-tinggi kehormatan. Allah Ta'ala memberinya pribadi agung yang paling baik dan keutamaan yang paling agung, yang ianya merupakan mata air yang tercurah, sumber air bersih yang memancar. Di mana setiap orang yang menginginkan keselamatan di dunia dan akhirat, dapat minum dengan puas dari kelezatannya. Bahkan ia adalah rangkaian yang bercahaya, bintang yang bersinar, matahari yang terang-benderang, kilat yang berkilau dan suluh yang terang.
Kendati banyak yang tidak sempat menyaksikan Beliau صلى الله عليه وسلم dengan pandangan mereka, tetapi siapa yang merenungkan pribadinya yang agung, niscaya ia sebagai penghibur dan pelipur lara. Orang-orang yang menerapkan kepribadiannya, meskipun mereka tidak sempat bersahabat dengan beliau, akan tetapi detik nafas beliau selalu jadi sahabat.
Bertakwalah kepada Allah Ta'ala wahai hamba Allah, dan contohlah pribadi Nabi kalian, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena itu adalah bukti mencintainya, yang ianya merupakan kemuliaan dan tujuan yang agung. Sesungguhnya hubungan umat dan kecintaannya kepada Rasulnya, kekasihnya shallallahu 'alaihi wasallam, sejarah hidupnya dan pribadinya yang harum, tidak terikat pada waktu dan kesempatan tertentu. Tetapi ia berhubungan erat dengan segala kondisi dan lini kehidupan sampai kematian. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )
(Baca Juga: Pengemudi Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Ditangkap, Kondisinya Tak Normal )

(rhs)
Lihat Juga :