Syaikh Ali Jaber: Hikmah Dibalik Prancis Insya Allah Jutaan Orang Akan Bersyahadat

Rabu, 04 November 2020 - 09:05 WIB
loading...
Syaikh Ali Jaber: Hikmah...
Ulama kelahiran Madinah yang kini berdakwah di Indonesia Syaikh Ali Jaber (kiri) dalam satu acara. Foto/Ist
A A A
Penghinaan yang terjadi kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak akan mengurangi bahkan tidak akan menjatuhkan martabat beliau. Bagaimana orang dapat menurunkan martabat beliau sedangkan Allah Ta'ala sudah meninggikan martabat beliau. Jika Allah sudah meninggikan martabat (derajat) seseorang, maka tidak akan ada satupun yang mampu menurunkan martabatnya. "Wa ro fa'naa laka dzikrok (dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu." (QS Al-Insyirah: 4)

Demikian kata Syaikh Ali Jaber , ulama kelahiran Madinah yang kini berdakwah di Indonesia, saat mengisi tausiyah peringatan Maulid Nabi di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu kemarin (1/11/2020). (Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Menggambar Wajah Nabi Muhammad SAW Dilarang )

Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم dihina dan dicacimaki di masa hidupnya, beliau tidak pernah membalas cacian tersebut. Terkait dengan diri Nabi sendiri beliau tidak pernah mengunggulkan dirinya, beliau justru bersikap murah hati dan merendahkan hati. Itulah salah satu kelebihan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Ketika sekelompok kaum Yahudi melecehkan Nabi dengan mengucap "Assamu 'alaikum" artinya celakalah bagimu, Sayyidah Aisyah marah hingga melaknat kaum Yahudi itu dengan berkata "kalianlah yang celaka, kalianlah yang dilaknat Allah". Nabi pun menegur 'Aisyah dengan lembut. "Jangan Ya Aisyah, cukup hanya menjawab dengan wa 'alaykum".

Dalam ceramahnya, Syaikh Ali Jaber juga menyinggung apa yang terjadi di Prancis. Dalam membela Nabi jangan memberi keputusan ketika kita sakit hati. Ketika kehormatan kita dijatuhkan, jangan biarkan emosi menguasai diri kita. Kita harus bijaksana, kita harus sebarkan akhlak mulia Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Justru akhlak seseorang diuji ketika ia tertekan dalam ujian, tertekan dengan kehinaan dan musibah. Apakah sikap kita lembut atau bersikap kasar.

Syaikh Ali Jaber mengatakan, kalau kita betul-betul ingin membela Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, mari wujudkan dengan membangkitkan akhlak beliau. Yang terjadi di negeri kita Indonesia bukanlah krisis pemerintah, bukan krisis ekonomi, bukan krisis politik, tapi yang kita hadapi adalah krisis akhlak . Kita belum membiasakan diri dengan kejujuran. Nabi صلى الله عليه وسلم sebelum menjadi Rasul sudah dikenal dengan orang jujur dan amanah. Beliau menunjukkan akhlak rahmatan lil 'alamin termasuk kepada orang-orang yang mencaci maki dan menghina beliau.

"Apa yang terjadi di Prancis bermula dari sakit hati terhadap kejayaan Islam . Mereka mendapatkan kehinaan dari seorang wanita yang diselamatkan dari negara Mali. Wanita itu bernama Maryam (berusia 75 tahun) disambut di bandara oleh Presiden Prancis dengan pesawat pribadi. Ketika bertemu Presiden Prancis, Maryam menyampaikan bahwa dirinya sudah memeluk Islam ," kata Syaikh Ali Jaber .

Dari sinilah awal mula sakit hati mereka terhadap kesuksesan Islam. Islam itu akan berjaya, Allah akan menolong agamanya sebagaimana Allah janjikan dalam Surah as-Shaf. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )

"Saya percaya dan yakin apa yang terjadi di Prancis ini, Insya Allah tidak lama lagi Allah akan hadirkan hikmah-hikmah dibalik kehinaan yang terjadi. Akan Allah hadirkan ribuan bahkan Insya Allah jutaan orang akan mengucapkan kalimat 'Laailaha Illallah Muhammadur Rasulullah' dan akhlak yang mulia yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Dai bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber Ali .

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Yang paling dekat kepadaku pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang paling mulia akhlaknya."

"Kalau kita muhasabah diri, mohon maaf mungkin kita tidak sadar telah menyakiti diri kita. Mungkin kita tidak sadar telah menyakiti Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Kira-kira mana yang lebih parah? Menyakiti Rasulullah atau Prancis menyakiti kita?" ucap Syaikh Ali Jaber .

"Maka jamaah sekalian mari kita bersatu menanamkan kejujuran di antara kita, menjaga kebersamaan dan kebersatuan. Boleh ada beda pandangan, beda pendapat tapi kita harus belajar saling menghormati," kata ulama yang pernah menjadi Juri Hafiz Indonesia itu. (Baca Juga: Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad )

Berikut Video Ceramah Syaikh Ali Jaber yang disiarkan PKSTV 1 November 2020:

(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rasulullah SAW Paling...
Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Nubuat Rasulullah SAW...
Nubuat Rasulullah SAW Tentang Perang Besar Akhir Zaman
Doa Sebelum Subuh yang...
Doa Sebelum Subuh yang Tak Pernah Dilewatkan Rasulullah SAW
Rekomendasi
Tujuh Matahari Tiba-tiba...
Tujuh Matahari Tiba-tiba Muncul Sekaligus di Langit China
Bintang Berukuran 10.000...
Bintang Berukuran 10.000 Kali Lebih Besar dari Matahari Terdeteksi
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Baru Kehidupan di Mars
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved