Kisah Murid yang Dijuluki Gurunya 'Binatang Malam'

Sabtu, 07 November 2020 - 17:27 WIB
loading...
Kisah Murid yang Dijuluki...
Ustaz Muhammad Syafiie el-Bantanie, Dai yang juga Founder Ekselensia Tahfizh School. Foto/Ist
A A A
Ustaz Muhammad Syafi'ie el-Bantanie
Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan
Founder Ekselensia Tahfizh School

Seorang santri memiliki kebiasaan unik, yaitu sebelum waktu shalat subuh tiba, ia sudah nongkrong di depan pintu rumah gurunya, Imam Sibawaih, ulama pakar ilmu Nahwu dan Bahasa Arab. Ia melakukan kebiasaan unik ini setiap hari.

Tanpa pernah alpa kecuali sakit. Pertanyaannya, ngapain santri tersebut sudah nongkrong di depan pintu rumah gurunya setiap dini hari sebelum subuh? Ternyata, santri ini merasa belum cukup belajar kepada gurunya dalam forum-forum halaqah. Ia merasa mesti "mencuri" waktu gurunya untuk mengunduh ilmu lebih banyak. (Baca Juga: Teladan Indah Imam Asy-Syafi'i Saat Mendidik Murid Slow Learner )

Santri ini berpikir waktu yang tepat adalah perjalanan dari rumah sang guru ke masjid. Rupanya jarak dari rumah Imam Sibawaih ke masjid cukup jauh. Limit waktu antara rumah ke masjid inilah yang ingin dimanfaatkan santri ini untuk mengunduh ilmu gurunya. Karena itulah, sebelum subuh tiba, santri ini sudah nongkrong di depan pintu rumah gurunya. Karena, gurunya berangkat ke masjid sebelum waktu subuh tiba.

Karena kebiasaan keluar malamnya inilah, santri ini dijuluki oleh gurunya, "kutrubul lail" (binatang malam). Namun, tentu saja istilah ini dimaksudkan dalam konteks positif. Yakni, masih gelap malam, tapi sudah keluyuran ke rumah gurunya untuk mengunduh ilmu lebih banyak dari gurunya. Inilah bukti kesungguhan dan kecintaannya kepada ilmu. Sampai-sampai santri ini berpikir mesti "mencuri" waktu gurunya. Selama perjalanan dari rumah ke masjid, ia manfaatkan untuk banyak bertanya seputar ilmu. Santri ini adalah Imam Abu Ali Muhammad, seorang ulama pakar bahasa Arab.

Setelah keikhlasan niat dan kesalehan dalam menuntut ilmu, maka adab para penuntut ilmu selanjutnya adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu . Going the extra mile. Melakukan lebih daripada para pelajar umumnya lakukan. Melawan rasa malas, bosan, dan jenuh untuk terus bersentuhan dengan ilmu. Yang pada akhirnya menumbuhkan kecintaan kepada ilmu. (Baca Juga: Dzulqarnain: Teladan Bagi Para Pemimpin )

Kesungguhan adalah salah satu syarat utama keberhasilan dalam belajar atau menuntut ilmu . Seringkali kesungguhan lebih berperan daripada kecerdasan. Banyak pelajar dengan kecerdasan rata-rata, namun bisa melampaui pelajar dengan kecerdasan di atas rata-rata karena kesungguhan belajar yang luar biasa. Berlelah-lelah dalam menuntut ilmu, inilah yang sangat bernilai di sisi Allah. Dan, inilah sebab turunnya hidayah ilmu.

Ketahuilah, Allah mensyaratkan turunnya hidayah ilmu dengan adanya kesungguhan. Al-Qur’an menerangkan, "Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut [29]: 69).

Inilah yang diteladankan oleh para ulama terdahulu. Saksamailah bagaimana kesungguhan para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu . Mereka mengembara dan menjelajah berbagai negeri untuk berguru kepada para ahli ilmu. Simaklah Imam Al-Bukhari yang menjelajah berbagai negeri demi mempelajari dan menemukan hadis untuk kemudian menelitinya. Resapilah lamanya jam belajar Imam An-Nawawi dalam sehari. Tidak kurang dari 16 jam jawabnya ketika ditanya seorang muridnya.

Maka, bila pelajar zaman now mendambakan jalan instan untuk berhasil menuntut ilmu , sungguh telah keluar dari teladan para ahli ilmu di masa lalu. Konsekuensi jalan instan biasanya menghalalkan segala cara. Sehingga, menyontek saat ujian, bahkan menyontek masal pada ujian nasional dipandang lumrah untuk sebuah kelulusan. Maka, para pelajar zaman now patut melakukan refleksi diri apakah demikian cara kita dalam menuntut ilmu ? (Baca Juga: Teladan Indah Imam Ahmad Bin Hanbal Mengoreksi Muridnya )
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
Kemenag Siap Kirimkan...
Kemenag Siap Kirimkan Imam dan Santri Berprestasi Program Beasiswa ke Turki
Ketika Imam Syafii Berdebat...
Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Profil Ustaz Muchtar...
Profil Ustaz Muchtar Andhika, Imam Besar Masjid Al-Falah Kota Sabang yang Baru Berusia 17 Tahun
Kisah Imam Abu Hanifah...
Kisah Imam Abu Hanifah dan Khalifah Al-Mansur Menafsirkan Soal Poligami
Rekomendasi
5 Tsunami Besar yang...
5 Tsunami Besar yang Pernah Meluluhlantakkan sebuah Daerah
Jika Sumur Neraka Berpenghuni,...
Jika Sumur Neraka Berpenghuni, Sains Pastikan Bukan Makhluk Sembarangan
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Empat Fenomena Astronomi...
Empat Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved