Inilah Wasiat Syaikh Al Utsaimin untuk Perempuan Muslimah

loading...
Inilah Wasiat Syaikh Al Utsaimin untuk Perempuan Muslimah
Banyak sisi-sisi kehidupan yang mengancam kehormatan kaum perempuan, karena itu jangan lalai menelaah ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap perempuan muslimah yang menginginkan keselamatan. Foto ilustrasi/ist
Perempuan merupakan bagian penting dari masyarakat . Baiknya kaum perempuan, akan membaikkan masyarakat. Sebaliknya, rusaknya kaum perempuan, maka masyarakat pun akan menemui kehancuran .

Dunia telah menawarkan gemerlap perhiasannya . Di sana ada sisi-sisi kehidupan yang mengancam kehormatan kaum perempuan ini. Tak layak kita lalai menelaah ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap perempuan muslimah yang menginginkan keselamatan . Karena itu, kaum Hawa ini harus terus memperoleh bimbingan dan arahan sepanjang perjalanan kehidupannya.

(Baca juga : Kezuhudan Istri Khalifah )

Upaya ulama yang dahulu dan belakangan tidak kurang-kurang dalam hal ini. Salah satunya Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al-Utsaimin. Dalam kitabnya 'At-Tahdzir min Tawassu’in Nisa’ fit Tabarruj', Syaik Al-Utsaimin menuliskan sebelas wasiat untuk kaum perempuan muslimah. Ia berharap bahwa setiap perempuan muslimah memegang teguh wasiatnya ini, agar selamat dunia dan akhirat. Berikut wasiatnya:

1. Beribadah kepada Allah sesuai dengan syariat yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.



2. Menghindari perbuatan syirik, baik syirik dalam aqidah maupun ibadah. Karena syirik dapat menghapuskan amal kebaikan dan mendatangkan kerugian yang sangat besar.

(Baca juga : Menjenguk Orang Sakit, Adab Mulia yang Banyak Keutamaan )

3. Menghindari perbuatan bid’ah (perbuatan yang diada-adakan, tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam), karena perbuatan bid’ah sangat menyesatkan.

4. Memelihara waktu salat dengan sempurna. Karena orang yang memelihara waktu salatnya dengan baik dan disiplin, maka ia juga akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan disiplin pula. Sebagaimana yang kita ketahui, apabila rusak salat seseorang, maka rusaklah seluruh amalannya.

(Baca juga : Pentingnya Tafakuri Diri )

5. Mematuhi perintah suami. Sepanjang suami tidak melanggar syariat Allah dan Rasul-Nya, maka suami memiliki hak untuk ditaati. Tidak boleh seorang perempuan muslimah bersikap durhaka dan semena-mena terhadap suaminya, apalagi terlalu banyak menuntut.

6. Memelihara kehormatan diri dan kehormatan suami. Baik ketika suami ada di rumah, maupun jika ia tidak sedang ada di rumah. Begitu pula dengan hartanya.

(Baca juga : Jakarta Bisa Berlakukan Kembali PSBB Ketat Jika Hal Ini sampai Terjadi )

7. Berbuat baik terhadap tetangga, dengan memelihara perbuatan dan lisan. Sebab dengan demikian, hal tersebut dapat menghindarkan kita dari perbuatan dan perkataan jahat mereka.

8. Lebih mengutamakan untuk tinggal di rumah. Tidaklah baik apabila seorang perempuan muslimah terlalu banyak berada di luar rumah. Karena sebaik-baik tempat bagi seorang perempuan muslimah adalah rumahnya. Jika pun ada keperluan yang mendesak, maka seorang wanita wajib menggunakan jilbabnya.

(Baca juga : Pemerintah Diyakini Tak Masalah dengan Kepulangan Habib Rizieq )

9. Berbakti kepada kedua orangtua dan mematuhinya dalam syariat. Tidak layak seorang perempuan muslimah memperlakukan orangtuanya dengan semena-mena dan mendurhakainya.

10. Mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya, serta menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik dan terpuji. Sesungguhnya seorang perempuan muslimah adalah guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya.

11. Memperbanyak zikir dan sedekah.

(Baca juga : Ekonomi Masih Lesu, Pekerja Setengah Pengangguran Bisa Melonjak )

Demikianlah muslimah, Islam adalah agama yang menjunjung dan memuliakan kaum perempuan. Memberikan ruang untuk para perempuan menjadi berarti dalam hidupnya. Diberinya lahan luas untuk berkarya, dengan berkiprah menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya, menjadi pendakwah bagi sesamanya. Bahkan berkarya dengan keterampilan yang dimilikinya untuk memberi manfaat bagi orang banyak.

(Baca juga : PSBB Transisi DKI Berlanjut, Polda Pastikan Ganjil Genap Belum Berlaku )

Oleh karena itu, para muslimah hendaknya bersyukur karena dipilih oleh Allah hidup dalam Islam . Baginya sekecil apapun yang ia perbuat menjadi berarti bagi bekal kehidupan. Ungkapan rasa syukur ini harus terefleksi dalam bukti nyata, berupa taatnya dia kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak cukup hanya menjadi muslimah, namun ia juga harus mukminah.

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

(QS. Ibrahim:34)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!